http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=2011200920113797
PANGARMATIM BUKA LATPRATUGAS SATGAS UNSUR KRI
27 Apr 2010
ARMATIM (27/4),- Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim)
Laksamana Muda TNI Among Margono, SE, membuka Latihan Pratugas Satgas Unsur KRI
Koarmatim TA. 2010 di Pusat latihan (Puslat) Operasi Laut (Opsla) Kolat
Koarmatim Ujung, Surabaya, Senin (26/4).
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI
Arief Rudianto dan para Kasatker Koarmatim.
Latihan yang melibatkan 1091 personel tersebut akan berlangsung hingga 27 Mei
2010 mendatang, dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan personel satuan
dan kesiapan Alutsista dalam mewujudkan kesiapsiagaan operasional serta sasaran
yang ingin dicapai, terwujudnya pengetahuan dan keterampilan para peserta
latihan dalam tugas pengamanan wilayah laut Indonesia.
Pelajaran yang dikembangkan dalam latihan ini, yaitu perencanaan dan
pengendalian operasi laut dengan kekuatan satuan-satuan tugas, kemampuan
bekerja sama dalam pengintaian, manuver dan penembakan terhadap sasaran
(permukaan, bawah permukaan, udara dan darat), serta kemampuan Kodal dan kerja
sama taktis antar unsur berbagai jenis. Sedangkan metoda latihan yang
dilaksanakan meliputi klasikal (pembekalan, diskusi, dinamika role game,
tactical floor game, tactical game) dan manuver lapangan. Khusus untuk manuver
lapangan akan dilaksanakan di laut Jawa.
Materi pembekalan yang diberikan meliputi, analisa daerah operasi, khususnya
daerah perbatasan laut antara lain perairan Ambalat, Laut Sulawesi dan Laut
Timor. Materi lain yang diberikan adalah konvensi hukum laut internasional,
peraturan pemerintah tentang ALKI, hukum HAM dan Humaniter, situasi keamanan
terakhir di daerah perbatasan, teknik penghentian, penggeledahan, dan
pemeriksaan serta aturan pelibatan.
Dalam amanat Pangarmatim mengatakan, TNI AL sebagai komponen utama pertahanan
negara di laut merupakan penindak dan pencegah awal terhadap segala bentuk
ancaman lewat laut. Kesiapsiagaan satuan-satuan operasional TNI AL merupakan
tuntutan dan kewajiban dalam menjawab permasalahan yang timbul di bidang
maritim, khususnya dalam merespon segala bentuk ancaman yang mungkin terjadi
meliputi kegiatan penyelundupan dan pelanggaran batas wilayah, illegal fishing,
illegal logging, illegal minning, illegal entry, maritime terorism dan
pelanggaran-pelanggaran hukum laut lainnya.
Dihadapkan dengan kondisi Alutsista saat ini yang masih diwarnai dengan
keterbatasan baik dalam aspek finansial maupun material, hendaknya tidak
dijadikan sebagai kendala untuk terus membina kemampuan. “Dengan memahami
situasi dan kondisi perekonomian negara serta keterbatasan anggaran yang ada,
kita masih dapat menyelenggarakan kegiatan latihan ini. Oleh sebab itu, saya
perintahkan kepada seluruh peserta latihan agar melaksanakan latihan ini dengan
serius dan penuh tanggung jawab,” kata Pangarmatim.
[Non-text portions of this message have been removed]