Susno Duadji dan Sri Mulyani, dua tokoh yang tak perlu lagi untuk diperkenalkan 
sosoknya. Lantaran dua tokoh ini sama-sama terkenal dan hampir seluruh rakyat 
Indonesia di segala penjuru dan pelosok telah mengenal keduanya.

Susno Duadji yang mantan Kabareskrim dan Kapolda Jabar serta Wakil Ketua PPATK 
ini terkenal lantaran informasinya telah membuat beberapa kasus penyelewengan 
hukum dan korupsi menjadi terbongkar.

Sri Mulyani yang saat ini masih menjabat sebagai Menteri Keuangan ini di 
sebagian kalangan memang sudah terkenal. Namun nama Sri Mulyani semakin menjadi 
lebih terkenal lagi saat mulai terkuaknya kasus skandal Bank Century, lantaran 
perannya dalam kebijakan bailout (blanket guarantee) terhadap Bank Century itu.


Kedua tokoh ini menurut catatan belum pernah bermusuhan, atau paling tidak 
belum pernah terberitakan terjadi saling menjadi seteru diantara mereka berdua.

Walau, Susno Duadji tercatat setidaknya pernah 2 kali mengalami kecewa terhadap 
Sri Mulyani.


Peristiwa yang pertama yaitu saat Susno Duadji masih menjabat sebagai Kapolda 
Jawa Barat.

Pada saat itu Polda Jabar sedang gencar memeriksa kasus Markdown Pajak.

Terkait kasus itu, Polda Jabar melayangkan surat kepada Departemen Keuangan, 
terkait dengan izin pemeriksaan berkas pajak.

Namun setelah menunggu sekitar satu bulan, ternyata surat jawaban Menteri 
Keuangan terkait izin pemeriksaan berkas pajak dinilainya tidak kooperatif.

“Surat itu saya terima kemarin pagi (Kamis 3/7/2008) setelah menunggu satu 
bulan lebih. Tapi dokumen (pajak) yang saya minta belum juga diberikan. Isi 
surat Menteri hanya statement mendukung dan angin surga. Saya jadi heran dan 
ragu dengan komitmen Menkeu dan Dirjen Pajak yang katanya mau membersihkan 
aparat pajak”, kata Susno Duadji.


Peristiwa yang kedua yaitu saat Pansus DPR sedang memeriksa kasus Skandal Bank 
Century.

Saat itu Susno Duadji memberikan kesaksian dan pernyataan di hadapan Pansus DPR 
bahwa pada tanggal 3 Juni 2009 disaat posisi dana LPS ke Bank Century pada 
tanggal 3 Juni 2009 sudah mencapai Rp 6.1 trilyun itu ia telah menyerahkan 
surat kepada Sri Mulyani.

Surat tersebut adalah surat dari Rafat Ali Rifi dan Hisyam Al Waraq, mantan 
pemilik Bank century, yang isinya menyatakan keinginan kedua pemilik itu untuk 
mengganti kerugian Bank Century dan uang negara yang digunakan untuk 
menyelamatkan bank tersebut. .

Namun surat itu tak pernah ditanggapi dan direspon oleh Sri Mulyani.

Berkait dengan pernyataan Susno itu Sri Mulyani membantah pernah menerima surat 
itu.
Terhadap bantahan Sri Mulyani itu Susno Duadji menegaskan kembali pernyataannya 
tentang kebenaran adanya surat tersebut.

“Yang namanya kesaksian, itu bisa saja dikonfrontir. Tidak masalah, karena saya 
memang menyerahkan dua kali kepada Bu Sri Mulyani soal surat itu. Bu Sri 
Mulyani, pasti mengakui itu”, kata Susno Duadji.


Begitulah peristiwa dimana ada peristiwa yang menjadikan Susno Duadji kecewa 
terhadap Sri Mulyani.

Atau, jika hal tersebut diatas tidak bisa dikatakan sebagai sebuah kekecewaan, 
maka paling bisa dikatakan ada peristiwa dimana pernyataan Susno mengandung 
nuansa sedikit kecewa terhadap sikap Sri Mulyani.


Akhirulkalam, andai saat ini dilakukan pemilu Pilpres, kemudian Susno Duadji 
dan Sri Mulyani mengikutinya dengan pasangannya masing-masing.

Lantaran mereka dalam Pilpres itu telah mempunyai pasangan masing-masing yang 
berbeda, sehingga pilihan tentu tidak bisa diberikan kepada kedua-duanya, hanya 
salah satu saja.

Maka, pilih mana antara Susno Duadji dengan Sri Mulyani ?.


Wallahualambishshawab.

*
Catatan Kaki :
        * Artikel dengan tema terkait bahasan diatas dapat dibaca di artikel 
yang berjudul “Susno Maskot 2014” ,dan diartikel yang berjudul “Menimbang Susno 
sebagai Ketua KPK“, serta di artikel yang berjudul “Menggagas duet Syafrie – 
Mulyani” , dan di artikel yang berjudul “Sri Mulyani Wapres 2014-2019” .
        * Artikel dengan tema bahasan yang lainnya dapat dibaca di artikel yang 
berjudul “Industri Wisata Gigolo Kuta Bali” , dan di artikel yang berjudul 
“Ziarah ke Makam Nabi SAW” , serta di artikel yang berjudul “Sepakbola 
Terlarang” , dan di artikel yang berjudul “LPG yang Berbahaya” .
*
Pilih Sri Mulyani atau Susno Duadji ?
http://polhukam.kompasiana.com/2010/04/30/pilih-sri-mulyani-atau-susno-duadji/
*


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke