Refleksi:  Melihat gertak FPI  membuat peserta kontes Waria lari terbirit 
pulang kampung, maka dapat dikatakan kekuasaan FPI sangat hebat, jauh lebih 
kuat nan hebat dari pada Polisi. Jadi kalau SBY  benar-benar mau dan berani 
anti korupsi, dari pada membuang-buang  waktu berharga untuk berpidato-pidato 
anti korupsi hanpa resonansi, sebagusnya FPI dibebankan tugas mulia 
pemberantasan korupsi. Bisa jadi para koruptor lari terbitit-birit  dan 
insyaalloh korupsi akan tamat riwayatnya  dalam 2 x 24 jam.

FPI ANTI KORUPSI!



http://news.okezone.com/read/2010/04/30/340/328134/340/kontes-waria-tak-dilanjutkan-peserta-kembali-ke-daerah

Kontes Waria Tak Dilanjutkan, Peserta Kembali ke Daerah  
Jum'at, 30 April 2010 - 18:02 wib
Frida Astuti - Okezone 
 
Ilustrasi sebuah acara kontes untuk waria (foto: ridwanten.wordpress.com) 
JAKARTA - Para peserta seminar hukum dan HAM memutuskan untuk pulang ke daerah 
masing-masing menyusul ancaman Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok yang akan 
membubarkan acara tersebut dengan paksa. Karena menurut rencana, malam ini akan 
digelar puncak acara seminar dengan kontes waria.

"Kita akan langsung pulang ke daerah masing-masing," ujar salah seorang peserta 
dari Kalimantan Timur Nadin saat jumpa pers di Kantor Komnas Ham, Jakarta, 
Jumat (30/4/2010).

Seperti peserta yang lain, Nadin juga menyesalkan peristiwa penyerangan yang 
dilakukan FPI tadi pagi. Nadia dan peserta waria lainnya hanya berniat belajar 
tentang hukum dan HAM. Meski acara seminar terhenti di tengah jalan, Nadia 
mengaku akan terus belajar walau melalui internet.

"Acara ini tidak dilanjutkan lagi, yang jelas kita akan tetap belajar walaupun 
nanti lewat internet," tutupnya.

Sebelumnya, Massa Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok mengobrak-abrik acara 
tersebut pagi tadi. Tindakan FPI Kota Depok ini dipicu lantaran panitia acara 
tidak meminta izin kepada tokoh masyarakat setempat dan pihak kepolisian.

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 10.30 WIB. Massa FPI Kota Depok yang 
sudah diliputi amarah mengobrak-abrik Ruang Roejito, Hotel Bumi Wiyata, Depok. 
Mendapat serangan mendadak, puluhan waria yang mengikuti acara tersebut 
ketakutan dan berhamburan.(bul)








[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke