MEMBUAT KOMPOS PUP GUGUK
BELAJAR SADAR BAHWA HIDUP INI DAUR ULANG, DAN PERBAIKI GAYA HIDUP Cuilan kado dari PTDI-CReTi Centre for Recycling Technology Indonesia, Pusatlayanan Teknologi Daurulang Indonesia. Pup (poop, eek/tai/taek/kotoran) guguk-kanis atau anjing tentu jauh lebih aman daripada kotoran kucing dalam hal tai kucing mengandung toxoplasma, ancaman bagi wanita utamanya. Dan lebih mudah pula dibuat komposnya. Para pemilik hewan rumahan akan sangat bersuka dapat membuat pupuk dari hewan kesayangan, dan pupuk kompos sangat dahsyat hebat bagi perawatan halaman, taman dan kebun rumah keluarga idaman. Keluarga beradab-bahagia adalah keluarga yang kodrati dan adikodrati, menghargai alam lingkungan, mensyukuri kurnia Tuhan, tidak bertabiat pokrol yakni pakai-lalu-buang. Keluarga idaman selalu GO-GREEN, tampak dari rumah dan pekarangannya. Keluarga dengan jalan hidup utama, bukan sekadar remehnya kaya MENGKOMPOS EEK GUGUK ? Ada berbagai caranya. Banyak ragam buku dijual di toko buku bermutu perihal cara membuat kompos. Keluarga GO GREEN pasti punya buku kompos di perpustakaan rumahnya, dibaca oleh ayah ibu dan anak-anak semua. Jer basuki mawa beya, begitu petuah karuhun urang. Bahkan lembaga jejaring semacam PTDI-CReTi juga melayankan biobooster, suatu paket bakteri-enzima yang mengefektif-efisien-dan-percepat pengkomposan pula, namanya PUTRI (grade khusus). Di banyak RT-RW di berbagai komunitas, kini telah makin sadar lingkungan lestari-bestari, dan usaha pengkomposan makin popular di seantero negeri. Warga yang sadar martabat kemanusiaan dan lingkungan, makin pintar melakukan dan menyebarluaskan pengkomposan. Gaya-gaya abad 20 sampah dibungkus lalu buang, sangat buruk dan bikin terpuruk, maka makin dijauhi di abad 21. Manusia kembali sadar akan kodrat dan adikodratinya kehidupan dan alam jagad raya ciptaanNya. Kita mesti meneladan BungKarno, dll pemimpin serta tokoh bangsa yang dulu juga tidak enggan mempraktekkan buat kompos di rumah. Mendaurulang itu mulia, pakai-buang itulah justru yang hina karena juga merupakan suatu tindak korupsi (alam). KOTAK KOMPOS KITA Mengkompos bisa menggunakan kotak kompos yang sederhana, baik bikinan sendiri maupun beli murah di toko/pasar. Di kotak itu ada lapisan-lapisan, tempat ditebarkannya komponen-komponen kompos bertingkat, dengan aliran udara memadai, terkadang diberi tutup yang tak usah terlalu rapat. Bau juga diupayakan tak menyebar. Bila menggunakan sediaan bakteri tertentu, tidak akan muncul bau menyengat. SIAPKAN BAHAN Bahan baku sangat menentukan keberhasilan proses. Sebagaimana bahan kompos lain, eek guguk juga memerlukan bahan sumber karbon. Menggunakan kayu serbuk gergaji sangat baik dan murah. Juga rajangan dedaunan dan ranting atau rumput ilalang. Jangan sampai memasukkan bahan-bahan yang tak dapat diurai secara biologis (non-biodegradable). Ingat, bahan dengan label terdaur-ulang (recyclable) atau alami (natural), belum tentu biodegradable. AYO MULAI SAJA MENGKOMPOS Bentuk lapisan gergajian kayu atau cacah sampah. Agak basahi. Tebar lapisan eek, beri lagi lapisan gergajian atau sampah (dapur atau tanaman), lalu perciki air lagi secukup. Begitu seterusnya. Bila pelapisan begini dilakukan dengan baik, tak akan muncul bau busuk menyengat dari kotak kompos kita yang tengah berproses. Bila muncul bau selama proses, artinya ada ketidakseimbangan hara. Ini terutama pada awal proses. Bila muncul bau, tambahkan pula sedikit tanah gembur, bahkan cacing tanah. Cacing tanah juga turut memperbaiki aliran udara dalam kotak kita. Di bagian atas, agak lebih perbanyak gergajian kayu (sumber karbon)nya. GUNAKAN KOMPOS PUP GUGUK KITA Proses pengkomposan harus sungguh matang. Selama proses, mikroba berbahaya (penyebab penyakit) akan keok terbasmi oleh hangat kondisi serta penggantian oleh komunitas mikroba lain yang tak berbahaya, maka hasilnya akan baik dan aman. Kompos matang dan berhasil bila isi kotak kompos kita tidak lagi busuk, namun berbau tanah gembur segar. Bila berhasil demikian, kompos kita sudah layak dan pantas untuk memupuk halaman rumah yang asri, penuh tanaman bunga, buah sampai apotik hidup ala Indonesia pusaka. Pekarangan yang bermutu akan mencerminkan seberapa terdidik dan beradab penghuni rumahnya. Martabat dan harkat empunya rumah terlihat dari bagaimana halaman dan pekarangannya, bukan mewahnya. Bila terawat, subur, hijau, artinya pemilik rumahnya manusia bermutu. MANFAAT MENGKOMPOS PUP GUGUK KITA Sebagaimana kotoran hewan lain, pup guguk mengandung berbagai zat hara bagi tanah termasuk nitrat. Bila eek hewan dibuang begitu saja, akan sampai sungai bahkan danau, dan menyebabkan eutrofikasi yang mencemari alam. Kotoran hewan yang tidak dikompos juga mengandung banyak sekali parasit, dari bakteri coli sampai bahkan cacing pita! Kotoran hewan yang tidak dikelola baik merupakan biang bencana dan penyakit. Bila dikompos, gunanya bergudang bagi halaman, taman dan kebun. Bunga, buah, sayur, semua terpupuk bagus dan seimbang, secara alami. Sekaligus makin kita buang saja pupuk-pupuk kimia pabrikan yang ganas merusak tanah air kita itu. Pupuk kimia itu peninggalan kuno abad 20, harus makin kita jauhi. Kita makin menyongsong masyarakat organik, komunitas GO GREEN. Manusia yang alami, organic, Green, adalah tipologi manusia yang sanggup bersyukur, berkarya merawat alam. Dialah sejatinya manusia BERIMAN, dengan karya bukan diukur dari kata-kata berkoar keras-keras. Keluarganya pasti keluarga bajik utama, bahagia beramal, berguna bagi lingkungan. Dan adanya UU Sampah (2009) menjadi makin bergaung nyata pula. AMANKAH MENGKOMPOS PUP GUGUK ? Mengkompos pup hewan tentu harus pakai aturan. Kotoran hewan, apapun, bila belum terkompos sempurna, bila masih mentah atau aslinya, memang jangan sekali-kali kena ke kulit kita. Tetapi kompos kotoran hewan yang telah jadi alias matang, sudah aman, bebas dari mikroba parasit yang telah terurai secara alami. Jadi tidak perlu jijik. Ala mini daur ulang. Bahan pangan organik yang begitu sehat, bebas dari pupuk buatan pabrik, dipupuk dengan berbagai kotoran di alam, yang telah sempurna diuraikan dulu oleh berbagai mikroba dan enzima didalam prosesnya. Justru pangan yang dipupuk pakai pupuk kimia (urea NPK dan semacamnya) itulah yang sangat menjijikkan, biang penyakit, penghancur kehidupan! Tanah dan bumi yang subur gembur, adalah hasil penguraian dari daun ranting pohon, rumput, sampah sampai limbah dan kotoran hewan, bukan ? Itulah hakikat daurulang, bingkainya kehidupan dan kesuburan. Jagad raya semesta ini adalah jagoan DAUR ULANG, manusia mesti meneladani, sesuai firman Tuhan pula. Manusia mesti makin menjadi kopartisipan budaya kehidupan dan denyut nafas alam, ORGANIK BIOLOGIS, bukan justru memberontak, mengabai atau mengangkangi alam! Manusia tidak layak lagi justru memesrai pupuk dan racun (pestisida) buatan yang ganas mengerikan. Manusia harus makin BERIMAN, mensyukuri proses dahsyat alam, biologi kehidupan, anugerah Tuhan. Manusia pintar dan beradab, makan pangan organik, hidup GO GREEN. Pupuk kimia buatan jangan dibiarkan menjadi penjajah tanah air, dia hanya pelengkap darurat saja. Singkirkan bila tak perlu! Pupuk dan pestisida buatan itulah biang bunuh diri kemanusiaan. Ganti dengan KIMIA HIJAU. Camkan itu Ibu Alam Jagad Semesta ini paling benci dengan cara hidup manusia yang PAKAI-BUANG. Akibatnya akan merusak dan meracuni, mencemari sun gai, rawa, danau, lautan. Tanah dan air diracuni, Ibu Pertiwi, Dewi Sri, Nyi Pohaci diperkosa justru di sawah ladang dan halamannya sendiri. Bila hal itu berlanjut dilakukan bangsa kita, kita bunuh diri, kita basmi budaya peradaban kita sendiri. Kita akan kualat baik terhadap leluhur maupun anak cucu. Satu-satunya jalan : jangan lagi keblinger, rawat alam, GO GREEN, pandai pula membuat kompos! SIMPUL BOTTOM LINE-NYA ? Mengkompos kotoran hewan adalah tindak laku mulia. Kita membuat halaman dan pekarangan kita gembur subur dan sehat indah tanaman-tanamannya memakai pupuk kompos buatan sendiri. Kita mengubah dan memperbaiki GAYA HIDUP agar sesuai dengan tantangan abad 21. Kita memerdekakan diri dari kepungan dan penjajahan global abad 20 dalam rupa pupuk kimia sintetik dan pestisida buatan zaman lalu yang terkutuk terlaknat membikin terpuruk itu! Kita menghargai hidup, kesehatan, dan DAUR ULANG alami, kodrati, bahkan adikodrati. Langkah kecil lompatan besar. Hanya dari mengkompos pup guguk, kita pun menjadi peserta aktif pemulihan planet bumi kita dari kesakitan dan mati surinya yang parah! Dan kita makin BERADAB, kita makin BERIMAN. Berangkat dari KOMPOS eek. Hidup eek! Selamatkan bumi dan pekarangan rumah kita! Marilah bersama kita bertobat, banting setir, bikin langkah baru! Nilai manusia terukur dari : heart (doa, rasa), head (piker, budi), serta hands (laku, tindak). Maka kini cepatlah berkarya! Konkret dengan tangan kita. Ayah ibu anak, menjadi keluarga bahagia dan UTAMA. Salam ganesh bijak! Catatan : bila mau gunakan biobooster PUTRI, kontak japri email kami (PTDI-CReTi) Kami juga mengorganikkan kebun-kebun sawit dan buah, ladang-tegalan palawija sampai sawah padi organik menjadi produk agro bernilai-tambah sekaligus merawat bumi. HOME SWEET HOME, why not ?!

