Merasa Kaya di Penerbangan ke Singapura 

Monday, 03 May 2010 

SIANG itu saya melakukan perjalanan ke Singapura. Pesawat berangkat tepat waktu 
sehingga para penumpang tidak perlu menunggu terlalu lama di dalam pesawat. Di 
pesawat kami disambut pramugari yang muda dan cantik cantik. 


Siang itu jumlah penumpang yang naik pesawat tidaklah terlalu banyak. Dalam 
perjalanan, saya menggunakan kelas ekonomi, bahkan tiket ini pun merupakan 
pemanfaatan mileageyang sudah banyak terkumpul. Ternyata pesawat yang saya 
naiki adalah pesawat baru. Selain logo dan tampilan dari luar yang berbeda, 
desain interior pesawat juga sangat menarik. 

Kursi yang baru dengan warna dasar cokelat gelap dikombinasikan warna lain 
membuat interior tampak mahal.Yang juga memperoleh apresiasi para penumpang 
adalah peralatan baru di tiap kursi pesawat, bahkan di kelas ekonomi sekalipun, 
yaitu video on demand. Saya memperhatikan penumpang di samping saya langsung 
memanfaatkan fasilitas tersebut yang menggunakan sentuhan tangan (touch screen) 
untuk mengoperasikannya. Pilihan hiburan, baik film maupun lagu, banyak 
tersedia.

Anak-anak tampak langsung tenggelam dalam keasyikan yang baru di pesawat 
tersebut. Sungguh, saya merasa kaya menaiki pesawat tersebut meskipun hanya di 
kelas ekonomi. Pesawat yang saya naiki tersebut adalah Boeing 737–800 yang 
sungguhsungguh baru dari pabriknya di Everett, Seattle, negara bagian 
Washington,Amerika Serikat. Di dalam perjalanan, sebelum berangkat penumpang 
disuguhi jus jeruk. Ini tentu mampu mendinginkan suasana, terutama bagi mereka 
yang harus buru-buru karena takut tertinggal pesawat sebagaimana yang saya 
alami karena antrean sangat panjang di Imigrasi Cengkareng. 

Di dalam perjalanan yang relatif pendek, para penumpang disuguhi makanan panas 
dengan dua pilihan. Sementara tawaran minuman sangat beragam. Tawaran minuman 
tersebut dilakukan lagi sepanjang perjalanan pesawat tersebut.Pelayanan semacam 
ini,untuk kelas ekonomi, tentu melebihi ekspektasi bagi banyak penumpang. Saya 
rasa para pembaca mengira pesawat tersebut dari penerbangan Singapore Airlines. 
Ternyata bukan.Apakah itu Malaysia Airlines? Lebih salah lagi. 

Karena untuk penerbangan dari Indonesia perusahaan penerbangan Malaysia 
tersebut hanya menggunakan Boeing 737–400 yang sudah agak lama sehingga tanpa 
dilengkapi peralatan modern.Perusahaan penerbangan Malaysia tersebut baru 
berencana membeli pesawat serupa dalam waktu dekat. Saat ini, mereka memiliki 
dua pesawat semacam itu yang mereka sewa. Perusahaan penerbangan yang saya 
pergunakan tersebut adalah Garuda Indonesia. 

Ternyata pengalaman saya menggunakan penerbangan Garuda merupakan pengalaman 
yang menyenangkan, membuat saya “merasa kaya”. Dalam sebulan terakhir, saya 
melakukan penerbangan domestik dengan Garuda beberapa kali. Dalam penerbangan 
tersebut beberapa kali saya menggunakan pesawat baru, sebagian lagi menggunakan 
pesawat Boeing klasik (Boeing 737–400 misalnya) maupun Boeing 737–800,tetapi 
dengan interior lama. Garuda memang secara agresif mendatangkan pesawat baru 
untuk menambah dan mempermuda usia armadanya. Jumlah yang dipesan perusahaan 
tersebut dengan deliverysampai tahun 2014 adalah sebanyak 50 pesawat Boeing 
737–800,sementara mereka juga memesan 10 pesawat berbadan lebar Boeing 777–300 
ER (extended range, yaitu mampu untuk terbang dengan jarak yang lebih jauh 
dibandingkan Boeing 777– 300 biasa) yang mampu membawa kita terbang nonstop ke 
Eropa. 

Dalam proses perubahan tersebut, di beberapa penerbangan domestik pesawat baru 
Boeing 737– 800 tersebut sudah dipergunakan. Namun,Garuda Indonesia juga masih 
mempergunakan beberapa pesawat GA 737–800 yang mereka sewa dan masih 
menggunakan logo yang lama, juga desain interior lama. Oleh karena itu, pesawat 
tersebut juga tidak dilengkapi dengan peralatan yang baru seperti video on 
demand.

Pesawat sewa tersebut pada waktunya akan dikembalikan kepada pemiliknya setelah 
pesawat baru berdatangan dari pabriknya. Tahun ini Garuda dijadwalkan menerima 
23 pesawat Boeing 737– 800, sementara mereka juga akan menerima deliverysebuah 
pesawat Airbus 330–200 . Ini berarti pada tahun 2010 setiap bulan rata-rata 
akan diterima dua pesawat yang baru. 

Dengan demikian akan semakin banyak kita rasakan kehadiran pesawat baru Garuda 
yang akan melayani kita. Pesawat baru Boeing 777–300 ER baru akan diterima 
Garuda mulai tahun 2011. Pesawat-pesawat tersebut dirancang untuk melayani 
penerbangan ke Eropa dan rencananya juga ke Amerika Serikat. Transformasi pada 
akhirnya mampu membuat Garuda muncul sebagai kekuatan regional yang disegani. 
Dalam persaingan di kancah penerbangan domestik, Garuda sudah mampu 
melakukan diferensiasi menjadi perusahaan penerbangan tidak hanya sebagai full 
serviced airline,tetapi sungguh sudah tampil sebagai premium airline.

Itulah sebabnya para penumpang tidak segan untuk membeli tiket yang lebih mahal 
untuk menumpang di kelas bisnis. Ketepatan waktu, keselamatan penerbangan, dan 
pelayanan prima bisa terjaga dalam beberapa tahun terakhir.Wajar jika franchise 
sebagai penerbangan premium semakin menempel di pikiran para penumpang. Itulah 
sebabnya mengapa business lounge di Cengkareng mengalami renovasi baru-baru 
ini. Lounge yang sangat sering dipadati penumpang tersebut bahkan mengalami 
ekspansi dengan memanfaatkan business lounge dari Citibank. 

Untuk memperoleh dukungan sebagai perusahaan penerbangan regional (maupun tidak 
lama lagi perusahaan penerbangan internasional) yang disegani,Garuda perlu 
secara agresif melakukan pemasaran business to business dengan merekrut banyak 
perusahaan sebagai corporate customers mereka. Seyogianya para eksekutif dari 
perusahaan BUMN menggunakan penerbangan Garuda (atau penerbangan domestik lain) 
karena sungguh tidak kalah dibandingkan dengan Singapore Airlines dan bahkan 
jauh lebih murah untuk segala kualitas penerbangan yang prima. 

Saya yang merupakan orang swasta sudah semakin banyak menggunakan penerbangan 
Garuda sepanjang mereka melayani rute yang saya lalui. Ini berarti potensi 
perusahaan swasta untuk dapat direkrut menjadi corporate customerspun cukup 
besar.Garuda juga sudah banyak dimanfaatkan oleh perusahaan asing di Indonesia 
sebagaimana kontrak mereka dengan Shell baru-baru ini.Oleh karena itu penetrasi 
ke perusahaanperusahaa n tersebut harus terus dilakukan tanpa kenal lelah.

Saya bangga menjadi penumpang penerbangan Garuda.Mestinya Anda juga.(*)

http://www.seputar- indonesia. com/edisic ... ew/321431/




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke