Refleksi : Bagaimana denagn Mega atau Puan kalau Sri dijadikan saingan? Apakah 
Mega akan dipensiunkan dari arena politik kursi presiden NKRI?

http://www.antaranews.com/berita/1273228561/sri-mulyani-jadi-tokoh-alternatif-capres-2014

Sri Mulyani Jadi Tokoh Alternatif Capres 2014
Jumat, 7 Mei 2010 17:36 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | 
Jakarta (ANTARA News) - Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 
(PDIP), Hendrawan Supratikno, mengatakan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani 
bisa menjadi tokoh alternatif yang diperhitungkan sebagai calon presiden pada 
Pemilu 2014 kalau citra sebagai orang terdzalimi dikemas dengan baik.

"Sri Mulyani akan bisa menjadi kekuatan yang diperhitungkan pada 2014 kalau 
citra sebagai orang terdizalimi, yang terpaksa pindah kerja ke luar negeri, 
bisa terus dikemas dengan baik," katanya pada diskusi "Pertarungan Kandidat 
Menkeu Pasca-Mundurnya Sri Mulyani, Neolib vs Kerakyatan" di Jakarta, Jumat.

Menurut Hendrawan, citra yang dibangun oleh kelompok pendukung Sri Mulyani 
melalui jejaring sosial selama ini adalah bahwa menteri keuangan itu sebagai 
pahlawan. 

Selain terkenal dengan penerapan sistem remunerasi di jajaran Kementerian 
Keuangan, tambahnya, Sri Mulyani juga dicitrakan dikenal sebagai pendukung 
reformasi sistem keuangan. 

Hanya saja citra sebagai pendukung kelompok neoliberal, menurut Hendrawan, juga 
tidak bisa dilepaskan dari citra atas menteri keuangan tersebut. 

Hendrawan menjelaskan, persepsi publik bahwa Sri Mulyani tidak nasionalis juga 
sulit dihindarkan karena justru lari meninggalkan tugas negara dan memilih 
bekerja dengan Bank Dunia. 

"Dengan demikian justru muncul citra Sri Mulyani adalah sebagai antek asing," 
kata Hendrawan..

Menurut Hendrawan, Bank Dunia tidak terbukti telah membantu Indonesia dalam 
mengurangi kemiskinan. 

"Kebijakan Bank Dunia justru sering membuat kebijakan yang salah, dan membuat 
banyak negara berkembang terjebak utang. IMF dan Bank Dunia sudah gagal membawa 
dunia yang lebih adil dan manusiawi," kata Hendrawan. 

Namun demikian, Hendrawan mengatakan, mundurnya Sri Mulyani setidak-tidaknya 
memberikan keuntungan dalam konstelasi politik. Keuntungan pertama adalah 
koalisi akan semakin solid karena Sri Mulyani selama ini sering dianggap 
menganggu koalisi karena berbagai kebijakannya, terutama soal pajak. 

Sedangkan, menurut dia, keuntungan berikutnya adalah bahwa dengan mundurnya Sri 
Mulyani, maka hubungan antarlembaga negara terutama legilatif dan eksekutif 
akan semakin baik. Hal itu dimungkinkan karena penolakan sebagian anggota DPR 
atas kehadirannya di lembaga tersebut.
(T.J004/B013/P003)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke