http://us.detiknews.com/read/2010/05/08/224649/1353676/10/luka-serius-kameraman-sctv-masuk-ugd

Sabtu, 08/05/2010 22:46 WIB



Pemukulan Wartawan di Ambon
Luka Serius, Kameraman SCTV Masuk UGD
M Hanafi Holle - detikNews



Ambon - Luka-luka yang diderita kameraman SCTV, Juhri Samanery, buntut aksi 
pengeroyokan sejumlah oknum PN Ambon, Jumat (7/5/2010) kemarin, membuat 
Samanery dilarikan ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Gereja Protestan Maluku 
(RS GPM), Jl Anthony Reebok, Ambon, Sabtu (8/5/2010) malam ini.

"Terpaksa kita larikan Juhri ke UGD, karena luka pada kepalanya belum sembuh. 
Sekitar pukul 21.00 WIT tadi Juhri pusing dan muntah-muntah. Kemungkinan ada 
benturan pada kepalanya akibat pemukulan itu," ujar Koresponden SCTV, Sahlan 
Heluth, kepada detikcom, di UGD RS GPM.

Juhri sendiri, saat ini terpaksa di infus. Luka pada kepalanya semakin 
membengkak. Begitu pun pada bagian bawah kedua matanya terlihat hitam.

Sebelum pingsan, Juhri sempat membeberkan kronologis pemukulan dirinya kepada 
sejumlah wartawan dan pimpinan media di Maluku yang berkumpul di kantor redaksi 
Harian Umum Siwalima, Jl Lorong Sagu, Ambon.

"Saat kembali dari pertemuan itu, Juhri tiba-tiba pusing dan jatuh. Dia pingsan 
sesaat. Kemungkinan daya tahan tubuhnya tidak kuat," ujar Sahlan.

Koresponden TvOne

Menyikapi insiden itu, sejumlah wartawan Maluku, melakukan pertemuan di kantor 
Harian Siwalima untuk menyikapi kasus kekerasan ini.

Dari pertemuan itu, ternyata aksi pemukulan bukan saja diderita Juhri, tapi 
juga Koresponden TvOne Harry Radjabaikole dan Wartawan Harian Suara Maluku Yosi 
Linansera.

Akhir dari pertemuan itu melahirkan beberapa butir pernyataan sikap antara lain:

1. Menolak seluruh bentuk kekerasan dan kriminalisasi terhadap pers
2. Mendukung dan mendorong percepatan proses hukum dan juga mengacu pada UU 
Pers No 40/1999
3. Mendesak pihak kepolisian untuk segera memanggil hakim T Oyong guna diperiksa
4. Meminta PN Ambon untuk menjelaskan secara transparan kepada pers di Maluku 
tentang dasar hukum mana yang melarang wartawan melakukan peliputan sidang 
kasus korupsi yang dilakukan secara terbuka
5. Wartawan yang dipanggil sebagai saksi oleh pihak kepolisian harus 
sepengetahuan pemimpin redaksi
6. Mendesak agar penanganan kasus ini diungkap secara transparan mulai tingkat 
kepolisian, kejaksaan hingga pengadilan
7. Mendesak PN Ambon untuk mengganti rui kamera milik Juhri Samanery, akibat 
dirusaki.

Direncanakan, Senin (10/5/2010), wartawan Maluku yang tergabung dalam 
solidaritas wartawan anti kekerasan bersama sejumlah OKP dan Ormas akan 
menggelar aksi demo di PN Ambon.

"Kami akan duduki kembali PN Ambon, Senin esok. Konsolidasi dan persiapan fisik 
lainnya sudah dilakukan," tandas Mey Rahail, Koresponden Radio Elshinta Jakarta.

(han/irw) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke