Refleksi : Apa saja yang tidak akan punah bin habis dibahwah kekuasaan
Neo-Mojopahit? Hari ini Tv Channel Aljazeera ada program mengenai perdagangan
binatang di Indonesia: 11:30 20:30 101 East : Turning a Blind Eye
The trade of protected species continues to flourish across Indonesia,
pushing rare animals into extinction and threatening the country's biodiversity.
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/lingkungan/10/05/08/114895-harimau-sumatra-di-bengkulu-tinggal-50-ekor
Harimau Sumatra di Bengkulu Tinggal 50 Ekor
Sabtu, 08 Mei 2010, 19:02 WIB
.
.
BENGKULU--Perburuan liar yang mengancam keberadaan harimau Sumatra (Panthera
tigris sumatrae) membuat populasi satwa itu di wilayah Bengkulu tinggal 50
hingga 70 ekor, kata Kasubag Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam
(BKSDA) Supartono, Sabtu. "Ancaman utama adalah perburuan liar untuk mengambil
kulit dan tulangnya lalu dijual," katanya di Bengkulu.
Akibat maraknya perburuan satwa langka itu membuat populasinya di Sumatra hanya
tersisa sekitar 300 hingga 400 ekor. Tingginya ancaman perburuan juga membuat
pemerintah menetapkan satwa tersebut dalam status terancam punah.
Di wilayah Bengkulu, sebagian besar populasi satwa dilindungi UU nomor 5 tahun
1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya itu terdapat
di Kabupaten Bengkulu Utara, Lebong, Muko Muko, Seluma dan Kaur.
Untuk Kabupaten Bengkulu Utara, Muko Muko dan Lebong habitatnya terdapat di
hutan produksi dan hutan produksi terbatas hingga ke kawasan konservasi Taman
Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Ancaman terhadap harimau Sumatra juga terjadi akibat konflik di perbatasan
hutan dan wilayah penduduk.
Konflik manusia dan harimau sebagian besar terjadi di wilayah Seluma dan Kaur,
karena satwa itu sering memasuki wilayah kebun masyarakat yang berbatasan
langsung dengan hutan bahkan sebagian pemukiman dan kebun warga berada di dalam
habitat satwa itu.
"Konflik dengan warga sampai saat ini masih ditangani BKSDA di Kabupaten Kaur,
karena sebagian besar kebun warga sudah masuk ke dalam kawasan hutan yang
merupakan habitat harimau Sumatra," katanya.
Upaya perlindungan tetap dilakukan BKSDA, namun jika tidak didukung oleh semua
pihak tidak menutup kemungkinan harimau Sumatra akan menyusul kepunahan harimau
di Jawa dan Bali.
[Non-text portions of this message have been removed]