Adanya sejumlah berita politik, tetapi sebenarnya
advertorial, dalam kaitan persaingan Andi Mallarangeng vs Anas
Urbaningrum merebut kursi Ketua umum Partai Demokrat, adalah hal baru
yang menarik di media online ini. 

Menarik juga buat bahan kajian akademis di jurusan ilmu komunikasi....



Satrio



================================================================

Rabu, 12/05/2010 16:22 WIB

Kongres II Partai Demokrat

Prof. Dr. 
Maswadi Rauf : "Andi Lebih Bagus Dibanding Anas"

Advertorial - detikNews

.


Jakarta - Menjelang Kongres II Partai Demokrat, 
21-23 Mei mendatang, kompetisi antar kandidat tampak makin seru. Yang menarik, 
dua kubu antara Andi Mallarangeng (AM) dan Anas Urbaningrum (AU) saling klaim 
sebagai yang terbaik. 



Tapi, di mata para pengamat politik, perbedaan 
kualitas dan kans antar kandidat sebenarnya sudah jelas sekali. Andi dianggap 
lebih unggul dibandingkan Anas. Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia, 
Prof. Dr. Maswadi Rauf termasuk meyakini penilaian tersebut. "Andi punya 
peluang 
lebih baik dari Anas, " tukas Prof Maswadi, mantap. Dosen senior Fisip UI ini 
memandang keduanya memang sama-sama punya semangat dan integritas. "Tapi tetap 
saja Andi lebih bagus secara politik dibanding Anas," terangnya tatkala ditemui 
di Jakarta (10/05). 



Dalam pandangan Maswadi, Andi lebih punya jejak 
rekam yang cukup bagus selama menjadi fungsionaris Demokrat. "Pengalamannya 
juga 
luas, wawasan yang kaya, serta komunikasi politik yang intens dengan seluruh 
kalangan di Demokrat, termasuk dengan kader diseluruh daerah, itu tidak bisa 
dilakukan kandidat lainnya," paparnya lagi. "Dan, yang terpenting adalah Andi 
dikenal memiliki kedekatan emosional dengan SBY, di sini Anas lemah," 
paparnya.



Menurut Maswadi, loyalitas Andi terhadap SBY juga tak diragukan 
lagi. "Selama ini Andi selalu total membela SBY," tandasnya lagi. Beda halnya, 
sambung Maswadi, dengan Anas. Dia menilai, di ujian pertama Anas telah gagal 
mengamankan Fraksi Demokrat di DPR dari serangan kasus bailout bank Century. 
"Dia sebagai Ketua Fraksi (Demokrat), tapi tak bisa mengamankan," ujarnya. 




Di kacamata Maswadi, kemampuan Anas sebagai politisi cukup lumayan, 
namun itu saja sangat tidak cukup. Pasalnya, pengalaman makan asam garam, jejak 
prestasi menonjol juga perlu jadi ukuran kematangan memimpin parpol juara 
sekaliber Partai Demokrat "Jam terbang yang relatif kecil di Demokrat merupakan 
kelemahan Anas," katanya. Dalam politik, para politisi harus jeli dan cermat 
mengukur diri. Artinya, jangan terlalu "maksa" untuk duduki jabatan 
puncak. Maswadi sendiri menilai Anas lebih pantas duduk sebagai sekjen-nya 
Andi."Saya mengusulkan yang kalah jadi sekjen saja," kata Guru Besar UI ini 
lagi.



Sebelumnya, pengamat politik CSIS, J Kristiadi juga mengungkapkan, 
"Jangan sampai Andi dan Anas seperti cerita Mahabarata, Arjuna dan Karna yang 
saling menafikan," katanya di dalam acara diskusi di Hotel Atlet Century Park, 
Jakarta, Minggu (9/05) lalu. (irw)

(adv/adv) 





Satrio Arismunandar 
Executive ProducerNews Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 3542,  Fax: 79184558, 
79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.comhttp://satrioarismunandar.multiply.com   Verba
 volant scripta manent...(yang terucap akan lenyap, yang tertulis akan 
abadi...).
.

 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke