http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=17452
Jum'at, 14 Mei 2010
UTAMA
Jaringan Teroris Miliki Dana Miliaran Rupiah
KETERANGAN PERS. Menko Polhukam Djoko Suyanto (kanan), dan Kapolri
Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri memberi keterangan pers mengenai
operasi penanggulangan terorisme di Indonesia selama Februari-Mei 2010, di
Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14-5).(FOTO ANTARA)
JAKARTA (LampostOnline): Masih berkembangnya sel-sel jaringan terorisme
di Indonesia tak lepas dari unsur pendanaan.
Menurut Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri di Jakarta, Jumat
(14-5), jaringan teroris yang dibongkar terkait dengan pelatihan di Nanggroe
Aceh Darussalam memiliki dana operasional sedikitnya Rp1 miliar.
Dalam beberapa kali penangkapan, tim Detasemen Khusus 88 menemukan
sejumlah uang sebagai barang bukti. Aliran dana yang ditemukan diduga masih
sebatas bersumber dari dalam negeri.
Sejumlah tersangka yang diduga terlibat dalam pendanaan gerakan terorisme
di kamp pelatihan Aceh di antaranya Abdul Haris, Haryadi Usman, Syarif Usman,
dan Maulana. Masing-masing juga diduga terlibat membantu aliran dana bagi
perencanaan aksi teror di Indonesia.
Kapolri menyatakan pihaknya masih menelusuri para penyandang dana kepada
kelompok teroris ini.
"Penanggulangan teror memang tidak bisa parsial. Tidak boleh
terpenggal-penggal," kata Bambang Hendarso. YNI/L-1
[Non-text portions of this message have been removed]