Sensus oh sensus

Hasil kegiatanmu diharapkan bisa menjadi pijakan dalam mengambil kebijakan
Anggaranmu sangat besar. Petugasmu yang di tingkat bawah diberi honor Rp 2,3 
juta hingga Rp 2,8 juta.
Media massa mengabarkan tentang petugas-petugas yang door to door. 
Tapi media massa lupa bahwa banyak petugas yang curang.
Mereka tidak datang ke rumah penduduk.
Mereka hanya mengimbau agar penduduk mengumpulkan fotokopi Kartu Keluarga ke 
pengurus RT.
Tidak lama berikutnya, rumah-rumah penduduk ditempeli stiker bahwa rumah 
tersebut sudah disensus.
Dan yang menempelkan stiker itu pun orang lain lagi

Mereka hanya tenaga bayaran dari petugas yang resmi. 
Ini penyimpangan. Data sensus tidak sekadar mengumpulkan jumlah jiwa.
Mereka dibayar bukan sekadar untuk kumpulkan fotokopi KK.
Pelatihan di hotel-hotel yang menelan anggaran besar itu bukan sekadar 
memberikan pengetahuan bagaimana cara mengumpulkan fotokopi KK.
Inilah sisi lain dari Sensus 2010
Sementara itu, masyarakat cuek karena beberapa hal:
Takut melaporkan;
Tidak tahu kalau demikian itu penyimpangan;
Atau memang sudah memaklumi penyimpangan itu.
Media massa pun diam.
Sensus oh Sensus

Edy Supratno

--- Pada Rab, 19/5/10, sunny <[email protected]> menulis:

Dari: sunny <[email protected]>
Judul: [ppiindia] Sensus Penduduk Temukan Orang Gila Hamil
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 19 Mei, 2010, 3:56 PM







 



  


    
      
      
      Refleksi : Lumayan juga sensus penduduk NKRI, bukan saja ditemukan orang 
berumur 140 tahun, tetapi juga orang gila hamil. Semoga pada catatan statsitik 
tahun 2010, hasil sensus, ditancumkan jumlah orang gila hamil dan yang tidak 
bunting. :-)



http://www.antaranews.com/berita/1274266523/sensus-penduduk-temukan-orang-gila-hamil



Sensus Penduduk Temukan Orang Gila Hamil

Rabu, 19 Mei 2010 17:55 WIB | Peristiwa | Umum | 



Bengkalis (ANTARA News) - Sensus penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik 
(BPS) Kabupaten Bengkalis, Riau, di Kecamatan Mandau, Selasa dinihari (18/5), 
menemukan seorang wanita penderita gangguan jiwa yang tengah hamil tua.



Kepala BPS Bengkalis, Budianto, kepada ANTARA di Bengkalis, Rabu, mengatakan, 
wanita penderita kejiwaan itu ditemukan anggota tim sensus yang sedang 
melakukan rutinitas pendataan terhadap para tuna wisma di Kecamatan Mandau. 



Pada saat itu, kata Budianto, wanita yang diperkirakan berumur lebih dari 30 
tahun tersebut berjalan diantara emperan toko tanpa mengenakan busana, sehingga 
perut buncitnya tampak dengan jelas.



"Diperkirakan usia kandungannya sekitar 7 bulanan," terangnya.



Melihat hal tersebut, dikatakan Budianto, dua dari enam nggota sensus yang 
turun dinihari itu, kemudian mendekati wanita malang tersebut dan menggiringnya 
ke Dinas Sosial (Dissos).



Sementara itu, Koordinator Statistik Kecamatan Mandau Zulkifli yang turun 
langsung dalam pendataan dinihari itu, menjelaskan pihaknya baru pertama kali 
menemukan wanita gangguan jiwa yang sedang hamil tua berkeliaran di Kecamatan 
Mandau.



"Kalau dilihat dari gerak-geriknya, wanita itu belum lama mengalami gangguan 
kejiwaan, karena kondisi tobuhnya masih terlihat bersih," ungkapnya.



Dikatakan, pendataan yang dimulai pukul 01.00 WIB dinihari itu sebenarnya 
bertujuan untuk mencacah para tuna wisma. 



"Tapi karena rasa manusiawi, kita juga harus menolong wanita gangguan jiwa 
tersebut," ungkapnya.



Sebelumnya, sepertiyang dijelaskan Zulkifli, dibeberapa tempat seperti terminal 
Simpang Sebanga, Gate CPI, Simpang Pokok Jengkol, stadion mini Duri, serta 
kawasan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Hang Tuah yang berada di 
Kecamatan Mandau ditemukan sedikitnya 11 tuna wisma.(*)

(T.KR-FZR/E010/R009)

Baca Juga

Petugas Sensus Temukan Warga Berusia 140 Tahun



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke