Mati Beruntun Tiga Pemilik Nomor 0888-888-888
            Ita Lismawati F. Malau
        Kamis, 27 Mei 2010, 07:09 WIB


                        
                
                 VIVAnews - Nomor
'cantik' yang mudah diingat dan terdiri dari deretan angka yang sama
biasanya akan dibandrol mahal. Apalagi kalau nomornya adalah
0888-888-888.

Namun, sebuah perusahaan operator seluler di
Bulgaria terpaksa menutup nomor ini karena tiga pemiliknya mati dibunuh
secara berturut-turut dalam 10 tahun. 
 
Seperti dikutip dari laman The Telegraph,
pemilik pertama nomor ini adalah Vladimir Grashnov, mantan CEO
perusahaan seluler Mobitel. Dia meninggal karena kanker pada 2001 di
usia 48 tahun.

Meski tak pernah ada isu selama dia berkarir,
namun ada rumor yang menyebutkan kanker yang dia idap disebabkan racun
radioaktif yang dikirim pesaingnya.

Nomor ini lalu berganti
pemilik ke bos mafia Bulgaria, Konstantin Dimitrov. Nasibnya tak lebih
baik dari Vladimir. Dia ditembak mati di tahun 2003 oleh pembunuh
bayaran di Belanda saat memantau kerajaan obat biusnya yang bernilai
£500 juta.

Dimitrov yang berusia 31 sedang makan bersama seorang
model cantik saat ditembak. Setelah diusut, para bos mafia asal Rusia
ternyata iri dengan bisnis Dimitrov dan mengaku telah mendalangi
penembakan itu.
Kembali nomor cantik ini pun berganti tuan. Kali ini jatuh ke tangan Konstantin 
Dishliev, seorang pengusaha hitam.
Senasib dengan pendahulunya, Dishliev ditembak mati di luar sebuah restoran 
India di sebuah kota di Bulgaria pada tahun 2005.
Semula, Dishliev diketahui berprofesi sebagai agen perumahan. Ternyata, 
diam-diam dia memiliki bisnis kokain. 

Dia
tewas saat polisi menggerebek bisnis obat biusnya yang ditaksir
bernilai £130 juta. Bisnis gelap Dishliev terendus polisi saat ia
pulang dari Kolombia.

Rentetan maut itu memaksa perusahaan operator segera memblokir nomor 
0888-888-888. Untuk kebaikan, begitu alasan mereka. (kd)


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke