Kamis, 10/06/2010 10:56 WIB
Ruhut: Golkar Tak Tahu Diri, Silahkan Keluar Dari
Setgab!
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku
kecewa dengan sikap Golkar yang memaksakan dana aspirasi Rp 15 miliar.
Seharusnya
Golkar berterimakasih diberi jatah Ketua Setgab, bukan malah mengancam mundur.
"Kalau nggak nakal bukan Golkar. Golkar yang ada sekarang harusnya
bersyukur dan berterimakasih diberi kepercayaan menjadi Ketua Harian Setgab,
kok malah mengancam-ancam," kata Ruhut kepada detikcom, Kamis (10/6/2010).
Ruhut mengaku kecewa dengan ancaman keluar Golkar dari Setgab koalisi yang
digemborkan oleh salah satu ketua DPP Golkar Yamin Tawari. Ruhut mempersilahkan
Golkar keluar dengan senang hati.
"Jadi kalau gayanya ngancam-ngancam, ya kita ketawain. Jangan memaksakan
kehendak. Gagal, lalu ngancam. Bagi saya, kalau mau keluar silahkan
keluar," tegas Ruhut.
Ruhut mengingatkan Golkar bahwa tujuan awal pembentukan Setgab untuk menjaga
persatuan partai koalisi. Sikap Golkar sedikit banyak menganggu bangunan
koalisi. Partai Demokrat bisa mempertimbangkan partai besar lain untuk
dirangkul dalam koalisi. "Kami punya sahabat PDIP. PDIP pun mau bersama
kita," jelas Ruhut.
Ruhut kemudian mengimbau kader Golkar untuk tidak berbicara seenak perutnya
sendiri. "Eh Golkar jangan genit-genit karena saya yakin ketua umumnya
itu, Ical, dekat dengan Pak SBY," tegasnya.
Sebelumnya, seusai diskusi di DPD RI, Ketua DPP Golkar Yamin Tawari merasa
partainya 'ditipu' oleh partai koalisi lainnya soal dana aspirasi Rp 15 miliar.
Yamin pun melontarkan gertakan, "Jadi, apakah masih perlu Golkar di
Setgab," tanyanya.
(van/yid)
[Non-text portions of this message have been removed]