*SOLIDARITAS UNTUK PETANI RIAU

*Jln. Tegalparang Utara No.14 Mampang Jakarta Selatan Telp 021-79193363



Jakarta, 10 Juni 2010



Nomor  : Istimewa

Lamp    : Kronologis dan Pernyataan Pers

Hal       : Pengaduan Kasus Pembunuhan Petani di Kuansing, Riau



Kepada Yth

Kepala Kepolisian Republik Indonesia

Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri

Jl. Trunojoyo No. 3 Jakarta Selatan



Dengan hormat,

Kami masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas untuk Petani Riau 

dengan ini menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam atas tragedi 

penembakan dan menyebabkan matinya seorang petani, Ibu Yuniar (45) warga 

Desa Koto Cengar Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Sengingi 

(Kuansing) Propinsi Riau.



Pendekatan kekerasan dan militeristik, dengan pengerahan satuan elit 

seperti Brigade Mobil (BRIMOB), dalam penanganan konflik agraria dan 

pengelolaan sumberdaya alam (PSDA), seperti yang ditunjukan dalam 

penanganan kasus petani di Riau pada Selasa, 8 Juni 2010,  menunjukan 

reformasi di tubuh POLRI, masih belum efektif di lapangan.



Kami mencatat dalam satu semester tahun 2010 ini pola milisteristik dan 

pendekatan kekerasan POLRI, khususnya dalam konflik di perkebunan kelapa 

sawit, telah menyebabkan 64 orang petani ditangkap, serta seorang 

meninggal (lihat lampiran press release). Polisi dalam beragam konflik 

tersebut tidak menjadi bagian integral dalam upaya penyelesaian konflik, 

namun lebih condong memihak kepentingan pengusaha/pemodal besar 

perkebunan sawit.



Kami meminta Bapak Kapolri untuk secara lebih serius dan tegas 

mengevaluasi pola pendekatan militeristik dalam penangana konflik 

agraria dan PSDA ini, dan menjadikan POLRI sebagai bagian integral dari 

upaya resolusi konflik, bukan bagian dari memperburuk situasi konflik 

itu sendiri. Pemihakan pada kepentingan masyarakat, khususnya petani 

miskin, yang berjuang menegakan keadilan lingkungan hidup dan PSDA, 

semestinya menjadi perhatian POLRI secara institusi pada seluruh level 

kepolisian.



Kami juga mendesak agar dilakukan penghukuman yang tegas pada aparat 

yang melakukan penembakan brutal pada petani di Riau. Secara khusus, 

kami meminta agar kasus di Riau ini bisa menjadi bahan evaluasi serius, 

untuk perubahan secara mendasar terkait pola penanganan massa-aksi di 

lapangan oleh polisi, khususnya yang terkait dengan konflik agraria dan 

PSDA. Kami menunggu informasi dan tindakan nyata di lapangan. Kami siap 

bekerjasama untuk berbagi informasi, data, dan hal-hal lain terkait 

dengan pengaduan ini.



Demikian kami sampaikan untuk dapat diperiksa. Terima kasih atas 

perhatian Bapak.



Hormat kami,



Solidaritas untuk Petani Riau



ttd



Mukri Friatna

Koordinator



Anggota: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Serikat Petani 

Kelapa Sawit (SPKS), Sarekat Hijau Indonesia (SHI), Sawit Watch, 

KontraS, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Aliansi Petani Indonesia 

(API), Serikat Petani Indonesia (SPI), PRP, PBHI, IMPARSIAL, LMND, 

PEBEBASAN, Perempuan Mahardika, PERGERAKAN Bandung, Institute Global 

Justice (IGJ).



Cc:

- Presiden RI via Setneg RI

- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia

- Komisi III DPR RI


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke