Chairul Diminta Bantu Kejar Ekonomi Tumbuh 7%

Heri Susanto, Nur Farida Ahniar
Selasa, 15 Juni 2010, 18:59 WIB



VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar 
Komite Ekonomi Nasional (KEN) untuk mengkaji Anggaran Pendapatan dan Belanja 
Negara (APBN) selama ini. Postur APBN untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 
sehingga bisa mencapai target 7 persen.

"APBN sudah ada kapling-kapling, 
ada porsi yang tidak bisa lentur dan sudah terikat, seperti subsidi dan biaya 
pendidikan. Namun seringkali tidak banyak untuk stimulus pertumbuhan," kata 
Yudhoyono kepada anggota KEN di Istana Negara, Jakarta, Selasa 15 Juni 2010.

SBY meminta agar Komite membantu mengkaji pendanaan untuk pembangunan 
infrastruktur agar bisa mengejar pertumbuhan ekonomi 7 persen. Dia berharap 
pertumbuhan ekonomi Indonesia tak hanya bertumpu dari konsumsi dan juga 
pengeluaran pemerintah, namun juga investasi dan netto antara 
ekspor-impor.

SBY juga meminta KEN memikirkan masalah konektivitas ekonomi, kebijakan 
pembiayaan dengan mengandalkan sumber pembiayaan dalam negeri, pengurangan 
kemiskinan, pengurangan pengangguran, dan penciptaan lapangan kerja, ketahanan 
pangan dan air, serta ketahanan energi.

"Kami harapkan dalam 6 bulan ini, KEN bisa menyelesaikan tugas yang 
diberikan," kata SBY.  

SBY hari ini membentuk KEN yang dipimpin oleh Bos 
CT Corp, Chairul Tanjung dan Chatib Basri sebagai wakil ketua, serta Aviliani 
sebagai sekretaris.

Anggotanya terdiri atas ekonom dan praktisi dari latar belakang berbeda 
seperti Umar Juoro, Christianto Wibisono, Faisal Basri, Siti Hartati Murdaya, 
James Riady, Raden Pardede, HS Dillon, Peter Gontha, Chris Canter, Erwin Aksa, 
Sandiaga Uno, dan Purbaya Yudhi Sadewa. (art)


www.vivanews.com 
http://bisnis.vivanews.com/news/read/157875-chairul-diminta-bantu-kejar-ekonomi-tumbuh-7-
 

Dipublikasikan : Selasa, 15 Juni 2010, 18:59 WIB 
©VIVAnews.com



 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke