Komentar: 
Jutaan kambing, sapi, ayam, domba, bebek, burung merpati, disembelih tiap hari 
di Eropa dan seluruh dunia.... Jutaan ikan, udang, cumi, bekicot, ular, dll 
disantap orang tiap hari. Tidak ada yang mempersoalkan...?

==========================================================
Rabu, 16/06/2010 21:03 WIB



        Dianggap Tak Manusiawi, Ekspor Paha Kodok RI Diprotes

                          Suhendra - detikFinance
        

              
                
        

        


        Jakarta
- Ekspor paha kodok Indonesia ke Uni Eropa diprotes oleh salah satu LSM
internasional di bidang lingkungan, karena produk tersebut dituding tak
sesuai dengan ketentuan Eropa soal pemotongan hewan. Aksi ini bisa
mengancam ekspor paha kodok Indonesia ke Eropa.

"Paha
kodok diprotes oleh Greenpeace dengan alasan dibunuh secara tidak
manusiawi," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran
Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Thomas Darmawan saat ditemui di Hotel
JW Marriot Jakarta, Rabu (16/6/2010).

Ia menuturkan masalah
tersebut padahal hanya mencakup kasus pemotongan hewan kodok hijau yang
dilakukan oleh peternak kodok rakyat yang biasa melakukan pemotongan
tanpa melalui rumah potong. Padahal itupun kata dia, hanya di konsumsi
di dalam negeri alias tidak diekspor.

"Sekarang ini baru ada gerakan, sama seperti sawit," tambah Thomas.

Sementara
untuk kodok-kodok yang tujuan ekspor khususnya untuk jenis bull frog
sudah diterapkan mekanisme rumah potong. Saat ini kata dia ada 12
eksportir yang bergerak di bidang ekspor paha kodok. 

"Kita akan usul ke Bappenas untuk pengembangan rumah potong untuk kodok," 
jelasnya.

Ia
menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan oleh LSM internasional
tersebut tidak terlepas adanya undang-undang mengenai pri-kebinatangan
yang berlaku di Eropa. Aspek-aspek penanganan hewan termasuk dalam hal
memotong hewan cukup ketat di Uni Eropa, seperti juga mengenai aturan
kandang lebih luas bagi ayam.

Thomas menambahkan
kebijakan-kebijakan semacam itu pada dasarnya adalah untuk melindungi
konsumen. Namun ia berharap hal-hal semacam itu jangan terlalu ketat
karena nantinya justru akan merugikan konsumen di Eropa sendiri karena
membayar produk lebih mahal.

"Uni Eropa jangan cuma protes bantulah," katanya.

Thomas
mengatakan ekspor paha kodok Indonesia ke Eropa cukup laris di Perancis
dan beberapa negara Eropa lainnya yang biasanya digunakan sebagai
makanan yang lezat dan cukup digemari.

Bahkan kata Thomas
masalah hambatan dari Eropa dibidang perikanan bukan itu saja,
baru-baru ini masalah  soal daftar hitam kapal-kapal yang dianggap oleh
Uni Eropa ilegal dari seluruh dunia.

Di antara yang masuk dalam daftar itu, antara lain kapal-kapal dari Indonesia 
dan bekas kapal berbendera Indonesia.

"Sehingga kapal itu tidak boleh mengekspor produk perikanan meski sudah punya 
sertifikat," katanya.


                      (hen/dnl)
                


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke