Tahun 1983, setelah AS dg kaki tangannya makin mapan di Indonesia melalui seperangkat perundang-undangan, mereka berkampanye pentingnya penggunaan produksi dalam negeri (nasional). Maka dibentuklah Menteri Muda Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi DN (Menmud UP3DN) yang dijabat Ginandjar Kartasasmita (Kang Joni). Setahun sebelumnya, untuk kepentingan buku" Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1982-1983" dan majalah berita mingguan, saya mewawancarai Kang Joni. Setelah bertanya dg strategi pembangunan Indonesia dengan kebijakan devaluasi Rp thd USD sejak 1968, 1971, 1976, 1983 (dan berlanjut ke 1986 dan 1991 serta akhirnya mengambang bebas pada Juli 1997), saya bertanya apakah pejabat, politisi dan pengusaha Indonesia masih punya sikap patriotik, heroik dan nasionalis ? Pertanyaan ini tentu saja dilatar belakangi oleh pengetahuan dan kesadaran bahwa Indonesia telah menempuh kebijakan ekonomi liberal (walaupun setengah hati). Kang Joni berargumentasi bahwa semua lapisan elit Indonesia tetap patriotik, heroik dan nasionalis. Saya membantahnya dengan merujuk kebijakan enerji dan utang luar negeri termasuk kebijakan per 1 Juni 1983 sbg lonceng genderang liberalisme di sektor perbankan dimulai. Pewawancara dan narasumber tidak sepakat. Liberalisme bahkan diteruskan dan diperluas dg kebijakan deregulasi dan debirokratisasi Nov 1987 dan Oktober 1988. Hasil akhirnya, mafia berkeley telah memberikan hadiah rentannya perekonomian Indonesia karena tunduk dan patuh pada konsensus washington sehingga krisis ekonomi Indonesia 1997/1998 menyita biaya 60 persen lebih thd PDB. Belum lagi termasuk efek berantainya. Kalau Pemerintah kini meminta rakyat mencintai pengobatan DN, rasanya pemerintah sedang mempertontonkan kerentanan kebijakan mereka sekaligus tidak konsistennya politisi. Jika saya menuliskannya di sini, termasuk perdebatan soal batas kepemilikan saham asing di RS antara Siti Fadilah Supari (yg wkt itu Menkes versus Mari E Pangestu, akan terbukti siapa mereka dalam soal mencintai produk DN, yang akan berujung pada mencintai dan melindungi bangsa sendiri. Saya ingin menutup tulisan ini dgn anjuran, kata-kata mereka yg seakan mencintai bangsa sendiri justru dapat dibuktikan terbalik melalui kebijakan yang mereka lakukan, baik melalui Kepmen, Kepres, PP atau bahkan UU dan UUD. Rejim ini lebih cerdas dari rejim Soeharto dalam soal citra, tapi lebih tdk peduli dalam soal menjalankan amanat konstitusi. JANGAN MIMPI MEREKA AKAN MNGGUNAKAN KECERDASAN NURANI DAN AKAL BUDI UNTUK TEGAKNYA HARKAT DAN MARTABAT BANGSA. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Thu, 17 Jun 2010 02:45:36 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [ppiindia] Pemerintah Ajak Masyarakat Cintai Pengobatan Dalam Negeri Pemerintah Ajak Masyarakat Cintai Pengobatan Dalam Negeri Himbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih mengutamakanpengobatan di rumah sakit dalam negeri semakin digencarkan, hal ini ditandaidengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kesehatan Rakyat Agung Laksonoyang menghimbau kepada seluruh warga Indonesia untuk tidak berobat ke luarnegeri dan memilih pengobatan di dalam negeri pada acara pembukaan Munas Ke-4Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA) di Jakarta (16/6). Untuk artikel selengkapnya klik http://www.KabariNews.com/?35064 [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [email protected] 5. No-email/web only: [email protected] 6. kembali menerima email: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

