Ditanyai Kasus Jhonny Allen, Anas Membisu dan Langsung Kabur
Kamis, 17 Juni 2010
16:06:18 WIB
Laporan: Firardi Rozy
Jakarta, RMOL. Jhonny Allen menempati posisi strategis di strukur DPP Partai
Demokrat.
Tak
tanggung-tanggung, mantan tim sukses Anas Urbaningrum pada saat Kongres
II Partai Demokrat itu menempati posisi yang sebelumnya diduduki Ahmad
Mubarok, yaitu sebagai Wakil Ketua Umum.
Jhonny Allen
disebut-sebut menerima suap untuk proyek pembangunan sarana pelabuhan
dan dermaga di kawasan Indonesia Timur pada saat dia menjadi anggota
DPR, periode 2004-2009.
Saat ditanyakan hal tersebut, Anas tak
mau menjawab. Saat didesak wartawan lagi, Ketua Umum Partai Demokrat
betul-betul tutup mulut. Bukannya menjawab, Anas malah langsung
meninggalkan wartawan.
Hal itu ditanyakan kepada Anas, usai dia
mengumumkan susunan kepengurusan DPP Partai Demokrat masa bakti
2010-2015 di di Sekretariat DPP Partai Demokrat, Rawamangun, Jakarta
Timur, petang ini (Kamis, 17/6).[zul]
-----------------
Ibas Minta Tetap Disupport Senior
Kamis, 17 Juni 2010
15:54:24 WIB
Laporan: Firardi Rozy
Jakarta,
RMOL. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono,
mengatakan jabatan yang diterimanya dan pengurus lainnya merupakan
amanah, tanggung jawab serta tantangan.
Dari itu, dia meminta support dari para senior Partai Demokrat agar bisa
mengelola partai dengan baik.
"Fungsi
kesekjenan lebih pada fungsi menjaga keutuhan dan pemenangan Pemilu.
Kita terus menjalankan dan mensupervisi tugas-tugas dan fungsi kita,"
kata Ibas soal tugas-tugasnya sebagai Sekjen Partai Demokrat.
Pada bagian lain, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menegaskan akan
mendukung penuh proses regenerasi di tubuh partai.
"Ini
adalah bagian dari regenarasi yang dilakukan di Partai Demokrat,"
tandasnya pada saat pengumuman kepengurusan DPP Partai Demokrat masa
bakti 2010-2015 di Sekretariat DPP Partai Demokrat, Rawamangun, Jakarta
Timur, petang ini (Kamis, 17/6). [zul]
------------------
Jadi Sekjen Demokrat, Ibas Minta Doa Restu
Kamis, 17 Juni 2010
16:02:24 WIB
Laporan: Firardi Rozy
Jakarta,
RMOL. Anak SBY, Edi Baskoro atau akrab disapa Ibas akhirnya mengisi
posisi sebagai sekretaris jendral (sekjen) Partai Demokrat. Ibas
mengaku jabatan ini adalah amanah sekaligus tantangan untuk memajukan
partai.
"Walaupun saya termasuk tim formatur, tapi saya baru tahu hari ini
kalaun nama saya masuk sebagai sekjen. Ini amanah sekaligus tantangan
ke depan," lanjut Ibas kepada wartawan, di kantor DPP Demokrat,
rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (17/6).
Ibas juga mengaku, tugasnya di kesekjenan akan semakin dinamis.
"(dalam menjalankan tugas) Pasti dibantu oleh senior," lanjut Ibas yang ketika
itu dikawal oleh paspampres.
Ke
depan, masih menurut Ibas, ia akan melakukan fungsi kesekjenan dalam
rangka menjaga fungsi kebijakan eksternal dan internal, sekaliggus
menjaga roda poartai demi kepentingan partai Demokrat ke depan.
"Mohon doanya," pungkas anak kedua SBY ini.
[arp]
----------------
Bersama Ibas, Anas Sebut Duet Maut
Kamis, 17 Juni 2010
15:40:29 WIB
Laporan: Firardi Rozy
Jakarta,
RMOL. Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum resmi mengumumkan
susunan kepengurusan DPP Partai Demokrat masa bakti 2010-2015 di
Sekretariat DPP Partai Demokrat, Rawamangun, Jakarta Timur, petang ini
(Kamis, 17/6).
Dalam kepengusan ini, Anas mengatakan 70 persen
merupakan anak muda yang berumur di bawah 50 tahun. menurutnya
regenerasi di tubuh partai politik tidak mudah. Dan ia berharap
politisi-politisi muda yang mengisi struktur DPP Demokrat bisa jadi
preseden bagi partai politik lain.
"Kami ingin menjalankan visi ke depan dengan tenaga baru, tapi tidak ada
dikotomi antara kader lama dan kader baru," ujarnya.
Soal duetnya dengan Edhie Baskoro Yudhoyono yang ditunjuk sebagai Sekjen, Anas
menyebutnya sebagai duet maut.
"Kami dan sekjen sama-sama muda. Kami ini memiliki visi yang kuat di masa
depan. Kita ini duet maut, kalau di bola," ujar Anas.
[zul]
----------------
KABINET ANAS DEMOKRAT
Juru Bicara, Ruhut Disiapkan Hadang Serangan Musuh
Kamis, 17 Juni 2010
07:55:13 WIB
Laporan: Zul Hidayat Siregar
Jakarta,
RMOL. Partai Demokrat sepertinya memanfaatkan kepopuleran Ruhut
Sitompul di media sebagai juru bicara DPP Partai Demokrat untuk lima
tahun ke depan.
"Sepertinya pemilihan itu lebih karena
pertimbangan pragmatis. Yakni adanya jurubicara partai yang lebih
agressif punya daya publisitas karena populer di media dan bertipe low
conteks culture," ujar pengamat komunikasi politik Gun Gun Heryanto
kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 17/6).
Selain
itu, tambah Direktur The Political Literacy Institute ini, pemilihan
anggota Komisi III DPR tu juga sepertinya didesain untuk mengimbangi
posisi serangan pihak lain kepada Partai Demokrat.
"Tetapi
menurut saya, jelas pilihan Ruhut disitu tidak tepat. Hal ini mengingat
track record dia dalam berkomunikasi tidaklah membangun komunikasi
politik yang elegan dan substansial," dalihnya.[zul]
-------------------
Ini Dia Nama Baru di Kepengurusan Demokrat
Kamis, 17 Juni 2010
16:11:13 WIB
Laporan: Firardi Rozy
Jakarta,
RMOL. Berbeda dengan Usman Hamid yang batal bergabung dengan partai
SBY, aktivis HAM Rachland Nasidik dipastikan bergabung dengan partai
berlambang bintang mercy tersebut.
Rachlan Nashidik diplot menjadi Sekretaris Departemen Pemajuan dan Perlindungan
HAM Kabinet Anas Urbaningrum periode 2010-15.
Nama
baru lainnya yang masuk dalam kepengurusan DPP Partai Demokrat (PD)
2010-2015 adalah Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar
Abdalla. Ia dinisbatkan menjadi ketua Departemen Pengembangan Strategi.
Ulil didampingi sekretaris Chatibul Umam Wiranu yang juga kader NU.
Sosiolog sekaligus staf ahli Kapolri, Kastorius Sinaga juga masuk kepengurusan
sebagai Ketua Departemen Kajian. [arp]
Membaca Kabinet Anas
Kamis, 17 Juni 2010
16:40:19 WIB
Laporan: A. Rapiudin
Jakarta, RMOL. Setelah sempat tertunda beberapa kali dari jadwal semula,susunan
pengurus Partai Demokrat periode 2010-2015 diumumkan Ketua Umum PD Anas
Urbaningrum.
Gerbong Partai Demokrat kali ini banyak diisi muka baru bertalenta di berbagai
bidang. Meski masih ada kalangan tua yang berada di jajaran pengurus.
Membaca kabinet Anas akan tergambar jelas politik akomodatif yang begitu
kental. Dua kubu pesaing dirangkul Anas. Mantan Ketua Umum PB HMI ini rupanya
tak ingin kapal besar yang dinakhodainya diganggu dari dalam sebagai efek
ketidakpuasaan kader.
Anas tentu juga mengeleminir munculnya faksi-faksi yang melemahkan Demokrat.
Makanya penyusunan pengurus baru ini memakan waktu cukup lama mengatur
komposisi dengan merangkul semua pihak.
Partai Demokrat memang bukan PKS yang begitu mudah dan cepat menyusun pengurus
baru. Di partai dakwah itu rasanya tidak kita temukan riak-riak penolakan. Itu
karena Majelis Syuro PKS punya peran sentral dan keputusannya dipatuhi kader.
Partai Demokrat tentu tidak begitu. Semua pihak yang pernah saling bertarung
pada kongres di Bandung 21-23 Mei 2010 perlu diakomodir agar soliditas dan
performa tetap terjaga menghadapi Pemilu 2104.
Seperti sudah diduga, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) akhirnya menjadi Sekjen
Partai Demokrat. Penempatan Ibas di posisi strategis ini memperlihatkan bahwa
partai berlambang bintang mercy ini mengakomodir politik dinasti.
Sisi lain dari kabinet Anas adalah masuknya sejumlah orang luar Demokrat. Ada
tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdalla, mantan Direktur
Imparsial, Rachlan Nashidik, staf ahli Kapolri, Kastorius Sinaga sebagai Ketua
Departemen Prencanaan Pembangunan Nasional. Lainnya, ada advokat Denny
Kailimang dan anggota KPU Andi Nurpati.
Sepintas kabinet Anas yang dipenuhi orang-orang berkualitas tampak kuat dan
memenuhi harapan menjadikan Partai Demokrat tetap menjadi partai besar. Itu
juga maksud Anas menggaet orang luar masuk ke jajaran pengurus Demokrat.
Tetapi, kemampuan mereka belum teruji apakah mampu mempertahankan posisi
Demokrat sebagai pemenang jawara pada Pemilu 2014.Punya tokoh-tokoh berkualitas
saja tak cukup tanpa soliditas kader di semua tingkatan.
Persaingan politik 2014 di antara partai-partai politik tentu akan lebih ketat,
keras, dan sengit. Karena itu, persiapan internal dan pemetaan kekuatan lawan
harus menjadi perhatian Demokrat. Apalagi, partai lain seperti PKS sudah
mencanangkanperbaikan peringkat pada Pemilu 2014.
"Bisa peringkat tiga, dua, atau satu," kata Sekjen PKS, Anis Matta.
Apalagi, PKS telah mencanangkan sebagai partai terbuka bertekad merebut semua
kantong-kantong suara parpol, termasuk Demokrat. Ini tentu semacam peringatan
dini buat kabinet Anas.[rap]
-----------------
[Non-text portions of this message have been removed]