Kursi KADIN 1 sudah mulai ramai diperebutkan 4 calon ketua.

Keempat calon tersebut adalah:
   1. Chris Kanter saat ini Masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang
Investasi dan Perhubungan Kadin
   2. Sandiaga S. Uno menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang UMKM dan
Koperasi Kadin
   3. Suryo B. Sulisto saat ini menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Kadin
   4. Wishnu Wardhana sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Lembaga Keuangan Non
Bank dan Pasar Modal Kadin.


(DetikFinance) Chris Kanter menginginkan agar Kadin tidak boleh menjadi
kepanjangan tangan partai politik dan pemerintah.
Sebagai sebuah institusi wadah berkumpulnya pengusaha, menurut Chris  posisi
Kadin dengan pemerintah harus memiliki hubungan baik namun harus tetap
kritis. Pengalaman membuktikan jika Kadin terlalu diintervensi penguasa maka
akan menjadikan posisi Kadin bias. Kadin  harus tetap mengambil posisi
perspektif dari sisi dunia usaha meski pengurusnya berlatar belakang kader
partai politik.
"Berdasarkan pengalaman, selama ini, bebas lebih menguntungkan dibandingkan
adanya kepentingan  politik," kata Chris dalam perbincangannya dengan
wartawan di Jakarta, Selasa malam (22/6/2010).

Ia kembali menegaskan hubungan baik dengan penguasa harus tetap dilakukan.
Peluang peran Kadin untuk dikerdilkan layaknya bonsai oleh pemerintah bisa
saja terjadi karena dasar hukum Kadin yaitu UU No 1 tahun 1987 tidak
memiliki Peraturan Pemerintah (PP) aturan penunjangnya.

Chris menjelaskan kepastian nama Ketum Kadin baru akan ditentukan sebelum
tanggal 25 Agustus 2010. Saat ini para calon harus mampu meraih suara
sebanyak-banyaknya dari kadin daerah (kadinda) sebanyak 99 suara dari 33
provinsi dan perwakilan suara asosiasi sebanyak 30 suara. "Hasil keputusan
munasus paling lambat tanggal 25 Agustus 2010," katanya


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


http://www.detikfinance.com/read/2010/06/23/120200/1384601/4/pengelolaan-kad
in-diusulkan-pakai-dana-apbn

Rabu, 23/06/2010 12:02 WIB
Pengelolaan Kadin Diusulkan Pakai Dana APBN
Suhendra - detikFinance 
Chris Kanter (Foto: Kadin) 

Jakarta - Menjelang masa pemilihan ketua umum (Ketum) kadin Agustus
mendatang, banyak konsep dan ide yang ditawarkan oleh para calon ketum
Kadin.

Chris Kanter, salah satu calon ketum Kadin mengusung ide mengenai
pengelolaan kadin sebagai sebuah institusi masuk dalam APBN dari sisi
pendanaan.

Hal ini menurutnya memang tak populis, namun cara ini diharapkan bisa
menjadi salah satu cara agar ketua umum kadin mendatang tidak hanya
didominasi oleh pengusaha pemilik modal besar tapi juga oleh orang-orang
yang tepat dari sisi kemampuan tanpa melihat ukuran kekuatan finansialnya.

Dikatakan Chris, selama ini operasional Kadin setiap bulannya selalu
mengalami defisit, meski ada iuran dari anggota. Setiap bulannya dana
operasional yang dibutuhkan pengurus pusat Kadin rata Rp 600 juta per bulan.

"Kalau perlu kadin masuk dalam APBN. Ini saya angkat,  KPK, hakim juga pakai
anggaran negara kok. Kalau nggak maka hanya orang kaya yang menjadi ketua
umum," kata Chris dalam perbincangannya dengan wartawan di Jakarta, Selasa
malam (22/6/2010).

Ia menambahkan, jika masuk APBN, posisi dan peranan Kadin harus tetap
indpenden alias tak menjadi kepanjangtanganan kepentingan pemerintah.

Menurut Chris jika wacana itu tak bisa diterima maka paling tidak pemerintah
harus membuat ketentuan baru sebagai solusinya agar ada kewajiban para
pelaku usaha wajib menjadi anggota Kadin.

Mengingat selama ini UU  No 1 tahun 1987 mengenai organisasi Kadin belum
dibuat peraturan pelaksana dalam bentuk peraturan pemerintah (PP) mengenai
Kadin.

"Kalau tidak ya maka kita harus ada di dalam APBN dan APBD," kata pengusaha
yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Investasi dan Perhubungan
Kadin itu.

Chris juga mengakui keterlibatan dunia usaha dalam Kadin belum maksimal, ia
mencontohkan para pelaku usaha keturunan yang cukup banyak terjun dibidang
ekonomi justru belum banyak terwakili di Kadin terutama untuk pengusaha
menengah ke bawah.

"Teman-teman yang keturunan terwakili itu yang besar-besar, yang menengah
dan kecil belum, ini fakta," katanya.

Kirim email ke