Apakah Munas KADIN yad bisa independen dan netral??? Semua kembali kepada anggota KADIN, peserta MUNAS dan para pemilihnya sendiri; apakah mereka cukup dewasa dan tegar untuk bisa menahan tekanan politik.
http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=20123 Parpol Berebut Kadin 2010-06-24 Rumor Politik Sejumlah nama kandidat ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sudah bermunculan menjelang Munas, Agustus mendatang. Kendati pertarungan belum terbuka, intervensi parpol mulai terasa untuk mengegolkan jagoan masing-masing. Memang tak bisa dimungkiri beberapa kandidat mempunyai kedekatan dengan parpol tertentu. Untuk itu, sejumlah pengurus Kadin berharap calon yang terpilih bisa menjaga netralitas dan menjunjung profesionalitas. "Kedekatan dengan parpol itu personal sifatnya. Organisasi Kadin harus tetap netral dan menjaga independensi," kata sumber SP di Kadin, Kamis (24/6). Sejauh ini, dari sejumlah nama yang muncul, Chris Kanter termasuk kandidat yang paling diunggulkan untuk menakhodai Kadin 2010-2015, menggantikan MS Hidayat. Sejumlah asosiasi sudah mengisyaratkan akan memilih Chris Kanter yang kini menjabat Wakil Ketua Umum Kadin bidang Investasi dan Transportasi. Saingan berat kemungkinan datang dari Suryo Sulisto alias Gembong yang kini menjabat Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia. Keduanya diprediksi bakal bersaing ketat merebut 99 suara dari 33 Kadin daerah dan 30 suara asosiasi dalam Kadin. Namun, seorang pengusaha senior yang punya hak suara dalam Munas nanti, lebih menjagokan Chris Kanter. "Beberapa kali saya bekerja sama dengannya, dan saya melihat dia memiliki kepemimpinan, supel, dan kinerja yang bagus. Kadin butuh pemimpin yang mampu merangkul seluruh anggota dan rekan Kadin," ujarnya sembari berharap Kadin tetap bisa menjaga independensi. [H-12/M-6] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=20054 Chris Kanter: Perbesar Peran Swasta 2010-06-23 sp/luther ulag [JAKARTA] Percepatan pembangunan ekonomi tidak mungkin mencapai target laju pertumbuhan 7% setahun jika sektor swasta tidak berperan optimal dan mendukung penuh program pemerintah. Untuk menggerakkan sektor swasta, peran Kadin akan semakin penting agar kalangan pelaku usaha berjalan seiring memperjuangkan kepentingan nasional. Tanpa ada sebuah organisasi yang kuat, masing-masing asosiasi akan melakukan lobi yang belum tentu bermanfaat bagi kepentingan nasional. "Kadin harus semakin kuat menjadi mitra pemerintah yang mandiri," kata Chris Kanter, kandidat ketua umum Kadin Indonesia periode 2010-2015 dalam diskusi terbatas dengan sejumlah editor, Selasa (22/6). Menurutnya, Kadin ke depan tidak boleh menjadi perpanjangan tangan pihak mana pun, termasuk pemerintah dan partai politik. Hanya dengan posisi yang independen, Kadin bisa membawa kepentingan kalangan pelaku usaha untuk membantu percepatan pembangunan ekonomi. Laju pertumbuhan ekonomi 7% setahun serta upaya menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan, kata Chris, tidak cukup hanya dilakukan pemerintah. Peran swasta perlu terus diperbesar guna memberikan kontribusi kepada bangsa. Jumlah perusahaan di Indonesia -yang hingga saat ini masih minim dibandingkan dengan jumlah penduduk-harus diperbanyak dan skala usaha mereka perlu diperbesar. Potensi tumbuh pelaku usaha, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga tingkat korporasi, masih terbuka lebar. Jumlah anggota Kadin yang masih sedikit diakui Chris Kanter sebagai tantangannya. Jika terpilih menjadi ketua umum Kadin, ia akan berusaha agar pemerintah mengeluarkan peraturan pelaksanaan yang mewajibkan semua pengusaha menjadi anggota Kadin. Kewajiban pengusaha menjadi anggota Kadin tercantum dalam UU No 1 Tahun 1987. Tetapi, karena tidak ada peraturan pemerintah yang mewajibkan setiap pengusaha menjadi anggota, jumlah anggota Kadin masih tetap kecil. "Jika tidak ada PP, saya akan berusaha agar anggaran Kadin masuk APBN dan APBD," ujar Chris. Kebijakan itu tidak akan membuat Kadin tidak independen. Selama ini, banyak institusi yang dibiayai APBN, namun mereka tetap kritis dan mandiri. Bayar Iuran "Kalau tidak ada terobosan seperti ini, Kadin akan selalu dipimpin oleh orang kaya, dan selama itu pula Kadin akan sulit memperjuangkan kepentingan seluruh pelaku usaha," paparnya. Hingga saat ini, Kadin selalu defisit dan ditutup oleh ketua umum. Ia mengakui, kondisi seperti itu tidak sehat. Untuk membalikkan keadaan, anggota Kadin harus diperbesar dan setiap anggota membayar iuran tetap. Selama ini, belum semua anggota membayar iuran secara kontinu karena mereka belum sungguh merasakan manfaat Kadin. Chris berjanji untuk membuat Kadin memberikan manfaat nyata kepada pelaku bisnis. Chris mengakui, dirinya sudah 21 tahun menjadi pengurus Kadin, di antaranya 16 tahun wakil ketua umum Kadin. "Saya beranjak dari pengurus dan ketua asosiasi, Hipmi, dan kemudian Kadin. Kini saya ingin memberikan pengabdian terakhir kepada organisasi dengan menjadi ketua umum Kadin," tukasnya. Pemilihan ketua umum Kadin akan digelar sekitar tanggal 15 Agustus 2010. Saat ini terdapat empat calon yang sudah mendeklarasikan diri menjadi calon. Selain Chris Kanter, ada Gembong (nama sapaan Suryo Sulisto, Red), Sandiaga Uno, dan Wishnu Wardhana. Mereka berempat akan memperebutkan 129 suara pemilih, terdiri atas 99 pengurus Kadinda dan 30 suara dari asosiasi. [P-12]

