Kamis, 01 Jul 2010
                                         Cetak |  Kirim
                                        
                                
                                                                                
                                          Kirim Tulisan ini ke kawanmu
                                                
                                                
                                                        
                                                                Email Kawan
                                                                
                                                        
                                                        
                                                                Emailmu
                                                                
                                                        
                                                        
                                                                Namamu
                                                                
                                                        
                                                        
                                                                Pesan
                                                                
                                                        

                                                        
                                                                  
                                                                  
                                                                  
                                                        
                                                
                                                
                                        
                                
                                
                                                                                
                                                                                
Masdar F Mas'udi: Berjudi di Negara Sendiri Lebih Kecil Dosanya
                                        Jakarta (voa-islam.com)
- Sejak dibuka dua bulan lalu, Marina Bay Sands telah menjadi daya
tarik wisata baru bagi Singapura. Yang mencengangkan adalah Warga
negara Indonesia menduduki peringkat ke-3 sebagai orang yang paling
banyak berjudi di Singapura. Mencermati fenomena ini, agar devisa tidak
hilang, pemerintah pun disarankan membuat lokalisasi judi oleh Rois
Syuriah PBNU Masdar F Mas'udi.

"Pemerintah sebaiknya membuat
lokalisasi judi di pulau terpencil," kata Rois Syuriah PBNU, Masdar F
Mas'udi di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakpus, Kamis (1/7/2010).

Masdar
menilai, lokalisasi itu lebih baik daripada uang keluar ke negara lain.
"Ada dua masalah, pertama judi haram, kedua ada uang keluar dari negara
kita. Daripada judi di luar negeri, itu ada 2 kerugian. Rugi yang
pertama berdosa, rugi yang kedua membawa uang kita ke negara lain. Yang
paling sedikit dosanya itu berjudi di negeri sendiri," tambahnya.

...Rugi
yang pertama berdosa, rugi yang kedua membawa uang kita ke negara lain.
Yang paling sedikit dosanya itu berjudi di negeri sendiri," tambahnya...

Soal
lokalisasi judi itu, nanti di tempat judi tersebut ditulis besar-besar
bahwa berjudi itu dosa. Selain itu ditulis imbauan dengan ayat Al Quran
berjudi haram.

"Kalau di dalam negeri dosanya satu, kalau di
luar negeri dua. Kalau di dalam negeri yang mengelola pemerintah.
Selain itu kenakan juga pajak yang tinggi, karena dengan pajak yang
tinggi bisa bikin jalan-jalan di pulau-pulau kecil di Indonesia.
Pokoknya uang bisa ke sektor-sektor di luar, misalnya pembersihan kali
atau sungai," tutupnya.

Penjudi Indonesia Terbesar Ketiga

Marina
Bay Sands memang telah menjadi daya tarik wisata baru bagi Singapura.
Sekitar 600 ribu pengunjung telah datang, dan menginap di Marina Bay
Sands hingga saat ini.

Dari seluruh pengunjung yang datang 30-40 persennya bertujuanĀ  untuk mengadu 
keberuntungannya di Kasino.

Dari
awal, tujuan dibukanya Kasino di Marina Bay Sands adalah untuk menyasar
para penjudi di Singapura, Malaysia juga Indonesia. Terbukti dari
jumlah keanggotaan yang ada, 3 negara tersebutlah yang mendominasi.

"Indonesia
(penjudi) masuk tiga besar untuk keanggotaan kelas VIP. Di urutan
pertama Singapura, kemudian Malaysia, dan disusul Indonesia," demikian
ujar President and Chief Operating Officer Las Vegas Sand Corp, Michael
Leven, dalam acara Grand Opening Marina Bay Sands beberapa waktu lalu.

Leven
optimis jumlah itu akan terus bertambah mengingat letak geografis
Singapura dan Indonesia tidak jauh. Dengan pesawat terbang, perjalanan
dari Jakarta menuju Singapura hanya menghabiskan waktu 1 jam 40 menit.

Kasino
ini berdiri di lahan 15 ribu meter persegi itu terdiri dari empat
lantai. Sebanyak 600 meja permainan bisa dinikmati para pengunjung.
Permainan judi klasik seperti blackjack dan roulette masih menjadi daya
tarik. Namun Para pengunjung juga akan dimanjakan dengan mesin
permainan yang lebih modern seperti roulette elektronik dan video poker.

MUI Menolak Lokalisasi Judi Walau di Pulau Terpencil

Menanggapi
wacana lokalisasi judi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tetap tidak
setuju kalau judi dilokalisasi di pulau terpencil. Apapun alasannya,
MUI menegaskan bahwa judi diharamkan.

"Tidak setuju melegalisasi
yang haram. Karena judi bisa bermuka macam-macam, negatifnya lebih
besar" kata Ketua MUI Amidhan saat dihubungi detikcom, Kamis (1/7/2010).

Dia
menjelaskan, beberapa puluh tahun lalu pernah ada 40 ulama Jawa Timur
datang mengunjungi tempat judi Genting di Malaysia. Kemudian juga ulama
DKI Jakarta berkunjung ke tempat yang sama, terkait rencana menjadikan
pulau seribu sebagai tempat lokalisasi judi.

"Akhirnya kesepakatan ulama mereka keberatan adanya lokalisasi judi," imbuhnya.

Amidhan
menegaskan, biasanya lokalisasi judi itu justru menumbuhkan kejahatan
yang lain. Mulai dari prostitusi, narkoba, sampai jual beli senjata.

"Kalau alasan membangun jalan itu sejak dahulu diungkapkan, tetap saja judi 
lebih besar mudaratnya," tutupnya.(Ibnudzar/det)


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke