Jumat, 02/07/2010 17:27 WIB

        Tolak Protokoler di Jalan, Presiden Filipina Terjebak Macet

        
                Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
          
                
                

                
                        Nonoy bersama kekasihnya                

        
                
        

                        
                Manila
- Presiden baru Filipina, Benigno Aquino (Nonoy), ingin diperlakukan
seperti warga biasa saat berpergian dengan kendaraannya. Akibatnya,
Nonoy dan rombongan terjebak macet di jalan.

Demikian
seperti dilansir AFP, Jumat (2/7/2010). Pada hari keduanya berkantor,
Nonoy memerintahkan sopirnya untuk berhenti saat lampu merah dan
menolak menggunakan jalur khusus bus. Akibatnya Nonoy pun datang
terlambat 40 menit untuk mengikuti parade militer.

"Dia menolak
untuk masuk ke jalur khusus (bus) kuning. Kami terjebak dalam kemacetan
lalu lintas," tutur seorang jurnalis yang ikut dalam rombongan.

Polisi
pengawal juga dilarang menggunakan sirene olehnya. Petugas keamanan pun
terpaksa keluar dari mobil mereka untuk melindungi iring-iringan mobil
Presiden setiap kali limusin yang membawa presiden bujangan itu
terjebak macet. 

Nonoy, putra mantan pemimpin Corazon Aquino,
menang telak dalam pemilu Filipina, Mei lalu. Nonoy berjanji untuk
memerangi korupsi dan mengakhiri budaya impunitas yang dinikmati oleh
warga Filipina yang berkuasa.

Pada pidato pengukuhannya, Rabu
(30/6), Nonoy menyatakan di hadapan setengah juta pendukungnya. "Tidak
ada sirene, tidak ada counter-flow (mengemudi melawan arus), tidak ada
suap."

Juru bicara Kepresidenan Edwin Lacierda mengatakan,
permintaan Nonoy agar diperlakukan sama seperti warga biasa tersebut
membuat pusing para pengawalnya. Padahal menurut undang-undang di
Filipina, Presiden, Wakil Presiden, Pimpinan Parlemen dan Senat, Ketua
Mahkamah Agung, polisi, militer dan kendaraan darurat diperbolehkan
menggunakan sirene dan mengemudi menerobos lampu merah.
                 (nvc/nrl)
                




 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke