LSI: Pidato Ani Yudhoyono Jelang 2014
            Ismoko Widjaya

        Jum'at, 9 Juli 2010, 10:50 WIB
                        
                
                 VIVAnews -
Peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi
menilai pidato Ibu Negara Ani Yudhoyono di Konferensi Parlemen
Asia-Pasifik menimbulkan spekulasi. Ani Yudhoyono termasuk salah satu
Ibu Negara yang dinilai agresif. 

"Agresifitas Ibu Ani
menimbulkan spekulasi untuk terjun ke Pemilihan Presiden 2014," kata
Burhanuddin Muhtadi dalam perbincangan dengan VIVAnews, Jumat 9 Juli2010. 

Menurut
Burhanuddin, spekulasi itu dinilai wajar dalam dunia demokrasi. Burhan
mempertanyakan kapasitas Ibu Negara yang berpidato di hadapan anggota
parlemen. 

"Karena yang menjabat posisi publik itu suaminya,
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jadi, terus terang itu di luar
kewajaran," ujar alumni The Australian Nastional University (ANU) ini. 

Burhan
menilai, munculnya nama Ani Yudhoyono ini juga bagian dari spekulasi
kekhawatiran kaderisasi Partai Demokrat pasca-SBY. Dalam dua tahun
terakhir, aktivitas Ani Yudhoyono sebagai 'first lady' dinilai semakin
populis. 

"Kegiatannya selalu diliput media. Ada soal program
Posyandu, KB, penghijauan, pagar hidup, mobil pintar, dan lain-lain,"
kata dia. Burhan pun mengambil contoh istri-istri kepala daerah di
berbagai wilayah. 

Contoh kasus di Kediri dan Bantul. Istri
dari masing-masing kepala daerah itu memiliki kegiatan yang populis.
Bahkan aktif sekali. Ketika periode kepemimpinan sang suami sudah habis
dan tidak bisa dilanjutkan, sang istri pun maju. Dan menang. 

"Contohnya
Ida Idam Samawi, istri Bupati Bantul. Dia menang telak. Kemudian ada
pula Hariyanti Sutrisno di Kabupaten Kediri. Bermula dari
aktivitas-aktivitas populis seperti Ketua PKK. Dan masyarakat masih
percaya," tegasnya. 

Burhan juga mengambil contoh mantan Ibu
Negara Amerika Serikat, Hillary Clinton. Hillary termasuk tipikal Ibu
Negara yang sangat-sangat aktif. 

"Saat mendampingi Bill
Clinton, Hillary sangat lincah, termasuk memainkan peran-peran yang
tidak sewajarnya. Itu sangat kentara bila dibandingkan dengan Barbara
Bush, istri George Bush senior," kata Burhan. 

Seperti diketahui, pada Rabu 7 Juli lalu, Ani Yudhoyono berbicara di hadapan 
peserta Forum Parlemen Asia-Pasifik di Hotel Sultan, Jakarta. Ani bercerita 
mengenai program Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB).

"Kami
(SIKIB) memfokuskan kerja di daerah-daerah yang sulit terjangkau.
Sasaran SIKIB adalah mencerdaskan masyarakat Indonesia dengan program
Indonesia Pintar," kata Ani saat itu. (hs)


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke