Refleksi : Apakah berpotensi buta aksara, berarti tidak ada buta aksara? Kalau 
tiap tahun 880.000 berpotensi buta aksara berarti  angka anak buta huruf sangat 
besar. Anak akan menjadi orang dewasa, jadi mereka ini terikat dalam lingkaran 
rantai pembodohan. 

Gejala utama negara gagal (fail state) ialah perkembangan angka anggota 
masyarakat buta huruf dan angka kemiskinan penduduk adalah sejajar trendnya. 

http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/07/08/123928-880-ribu-anak-indonesia-berpotensi-buta-aksara

880 Ribu Anak Indonesia Berpotensi Buta Aksara
Kamis, 08 Juli 2010, 22:01 WIB



REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN--Direktur Pendidikan Kesetaraan Direktorat Jenderal 
Pendidikan Non formal dan Informal Kementrian Pendidikan Nasional, Hamid 
Muhammad mengatakan, setiap tahunnya sebanyak 880.000 anak di Indonesia 
berpotensi untuk menambah angka buta aksara. "Jumlah tersebut diperkirakan 
berasal dari anak-anak di daerah terpencil sekitar 300.000 orang dan 580.000 
orang anak sekolah dasar putus sekolah," katanya di Medan, Kamis, disela 
kegiatan Semi Loka Karya Pendidikan Masyarakat Terintegritas Dengan Aksara 
Perdamaian.


Menurut dia, sumber dan potensi buta aksara hingga saat ini belum bisa 
diselesaikan termasuk anak usia sekolah yang belum pernah mendapatkan pelayanan 
pendidikan seperti anak jalanan, anak- anak di daerah terpencil. Selain itu, 
lanjutnya, jumlah anak SD yang Drop Out (DO) di kelas 1-3 jumlahnya juga sangat 
besar mencapai 1,7 persen dari 1,29 juta siswa kelas 1-3 SD atau sekitar 
580.000 anak. 


Untuk mengatasi itu, pihaknya memiliki program agar anak-anak yang DO itu 
ditarik kembali untuk sekolah atau dimasukkan dalam program kesetaraan. "Setiap 
tahun 880.000 anak Indonesia berpotensi buta aksara, jumlah ini belum termasuk 
angka buta aksara yang ada saat ini. Jika sumber buta aksara ini tidak bisa 
diselesaikan maka sampai kapanpun Indonesia tidak akan pernah lepas dari buta 
aksara," katanya.


Ia mengatakan, angka buta aksara yang ada saat ini di Indonesia mencapai 8,4 
juta. Sebanyak 5,46 persen jiwa diantaranya adalah perempuan dengan usia 
rata-rata diatas 40 tahun. Dewasa ini, Sumatera merupakan salah satu daerah 
yang cukup berhasil dalam mengentaskan buta aksara yang saat ini berada dibawah 
5 persen dari jumlah buta aksara di Indonesia atau dibawah 420.000 orang. 
"Intinya untuk mengurangi jumlah buta aksara tersebut dibutuhkan kerja sama 
semua pihak, bukan hanya pemerintah tetapi juga pihak swasta sangat diharapkan 
peran sertanya," katanya. 

Red: Krisman Purwoko

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke