Refleksi : Agaknya bukan saja minyak sawit, tetapi minyak dan gas bumi pun 
demikian halnya. 


http://regional.kompas.com/read/2010/07/14/14332692/Produsen.Minyak.Sawit.tapi.Impor.Migor


Ironi di Kalimantan Barat
Produsen Minyak Sawit tapi Impor Migor
Rabu, 14 Juli 2010 | 14:33 WIB

ENTIKONG, KOMPAS.com - Kalimantan Barat dalam 10 tahun terakhir mengalami 
perkembangan pesat di bidang perkebunan sawit dengan tingkat produksi menempati 
nomor dua terbesar di Indonesia. Namun, produk minyak goreng daerah itu masih 
harus didatangkan dari tempat lain.
    
"Ini ironi, sebagai wilayah penghasil sawit, kita belum memiliki pabrik 
pengolahan sawit atau CPO menjadi minyak goreng," kata Ketua Komite Tetap 
Perdagangan Perbatasan Kamar Dagang Provinsi Kalimantan Barat, HR Thalib Multi 
yang dihubungi dari Sanggau, Rabu (14/7/2010).
    
Sejumlah wilayah di Kalbar merupakan penghasil minyak sawit mentah (crude palm 
oil), termasuk daerah perbatasan. Namun produk minyak goreng daerah itu masih 
didatangkan dari Jawa dan impor dari negara lain.
    
Menurut dia, kebijakan pusat yang mengharuskan seluruh produksi setengah jadi, 
seperti CPO dan karet, dikirim ke industri hilir yang berada di Pulau Jawa dan 
Sumatera sangat tidak berpihak ke daerah.
    
Ia mengatakan, dengan tingkat produksi CPO yang cukup besar dari perkebunan 
sawit di wilayah Kalbar, seharusnya sudah dibangun industri hilir pengolahan 
CPO manjadi minyak goreng.
    
Menurut HR Thalib Multi, keberadaan industri hilir pengolahan CPO di Kalbar 
akan menguntungkan daerah termasuk petaninya. Selain itu hasil produksi pabrik 
pengolahan tersebut akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, jaminan 
stabilitas harga dan biaya pemasarannya pun relatif lebih murah.
    
Ia menjelaskan, minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan yang harus 
tersedia di masyarakat, karena sudah merupakan pendukung konsumsi sehari-hari, 
sehingga saat harga melonjak, masyarakat pun terpaksa membelinya untuk memenuhi 
kebutuhannya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke