KSAL Usulkan Pertemuan Bilateral Indonesia-China
 
 
  
 
 Antara - 2 jam 18 menit lalu
 
 
 
 

 
 
 
 
 KSAL Usulkan Pertemuan Bilateral Indonesia-China
  
 
  

 Batam
(ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Agus Suhartono
mengusulkan agar pemerintah Indonesia dan China segera melaksanakan
pertemuan bilateral terkait kebiasaan nelayan China yang mencari ikan
di perairan Indonesia.
 "Kami mendorong pemerintah China dan
Indonesia bertemu untuk membicarakan tumpang tindih Zona Ekonomi
Eksklusif Indonesia di Natuna," kata KSAL usai pertemuan tujuh kepala
angkatan laut negara-negara Asia di Batam, Senin.
 Nelayan
tradisional China, kata dia, mengklaim dapat mencari ikan di perairan
Natuna, yang merupakan wilayah ZEE Indonesia berdasarkan United Nations
Convention on the Law of the Sea/UNCLOS) tahun 1982.
 Seharusnya, dengan terbitnya UNCLOS wilayah Kepulauan Indonesia, maka China 
mengubah klaim wilayah tangkapan ikan.
 "Kalau negara lain punya klaim, harus dibicarakan secara bilateral," kata KSAL.
 TNI AL, kata dia, dua kali mendapatkan kapal perang China di Perairan Natuna 
yang masuk wilayah ZEE Indonesia.
 Ia
mengatakan khawatir hal tersebut terulang kembali, sehingga meminta
agar kedua negara segera membicarakan masalah itu secara bilateral.
 Tujuh
negara yang membahas keamanan Selat Malaka yaitu Indonesia, Malaysia,
Singapura, Thailand, Brunei Darusssalam, Filipina, dan Vietnam.
 "Empat
negara yang terlibat dalam pertemuan itu, yakni Indonesia, Malaysia,
Singapura, Thailand merupakan negara yang terlibat dalam pengamanan
Selat Malaka dalam bentuk patroli terkoordinasi (Malacca Strait Sea
Patrol /MSSP)," katanya.
 Tiga negara lain yakni Brunei Darusssalam, Filipina dan Vietnam, hadir dalam 
pertemuan itu sebagai pengamat.



 
 

Satrio Arismunandar 
Executive ProducerNews Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 3542,  Fax: 79184558, 
79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.com
HP: 0819 0819 9163

"Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan turunnya si tigawarna 
(Belanda). Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, belumlah pekerjaan 
kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyaknya keringat"

(Pidato Bung Karno, 17 Agustus 1950)



 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke