Refleksi : Ayo,ayo ramai-ramai kita pasang label halal, agar NKRI tercipta 
menjadi negara halal pertama di dunia, 

http://www.antaranews.com/berita/1279985396/mui-persilakan-perusahaan-buat-label-halal-sendiri

MUI Persilakan Perusahaan Buat Label Halal Sendiri

Sabtu, 24 Juli 2010 22:29 WIB | Peristiwa | Pendidikan/Agama | 
Jakarta (ANTARA News) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempersilahkan pihak 
perusahaan membuat label halal sendiri, jika mereka merasa keberatan membayar 
pemasangan label tersebut.

"Dulu yang jadi permasalahan tentang label ini adalah karena mereka harus 
bayar. Maka kami persilakan mereka untuk buat label sendiri, terserah bentuknya 
seperti apa, asal jangan lupa (membuat) sertifikat halalnya," kata Anggota 
Dewan Pertimbangan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) 
MUI Nadratuzzaman Hosen di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu dalam perbincangan di arena Pameran Internasional Bisnis 
dan Makanan Halal di Jakarta Convention Center (JCC).

Namun Hosen mengingatkan bahwa label halal sangat penting sebagai alat 
komunikasi antara produsen dengan konsumen bahwa produk tersebut halal dan 
dapat dikonsumsi dengan aman bagi umat muslim.

"Label halal adalah alat komunikasi bahwa mereka memiliki sertifikat halal," 
katanya.

MUI disebutnya telah memiliki LPPOM yang kualitas keakuratan penentuan status 
halalnya telah diakui dunia. 

Ketua MUI Amidhan Shaberah mengatakan bahwa keluhan penambahan biaya untuk 
pemasangan label halal sebenarnya dapat diatasi dengan mudah oleh para produsen.

"Biaya ini tidak mahal. Dapat dimasukkan dalam biaya iklan karena memang 
memberikan nilai tambah bagi produknya," katanya.

Malah untuk produk UKM, Amidhan menyebutkan biaya tidak ada karena dibantu oleh 
pemerintah daerah (pemda) atau kementerian sehingga ia menghimbau agar segera 
diajukan sertifikat halal.

Ia mencontohkan negara tetangga Malaysia yang mensyaratkan produk jamu maupun 
makanan tertentu untuk memiliki sertifikat halal.

"Ini untuk melindungi umat Islam dari mengkonsumsi barang atau jasa yang tidak 
halal," ujarnya.

Product Manager Jamu PT Mustika Ratu Any Wahyuningsih mengakui bahwa pemasangan 
label halal memang membantu memberi nilai tambah bagi produknya.

"Kami mulai dari produk yang banyak dikonsumsi seperti teh jamu kami, Slimming 
Tea, dan berangsur-angsur produk yang lain juga kami mintakan sertifikat 
halal," paparnya.

Any menyebut ia mendapatkan tanggapan positif dari negara-negara lain yang 
mensyaratkan agar produk yang masuk ke negaranya memiliki sertifikat halal.

Sementara itu, sebagai bagian dari sosialisasi dan edukasi masyarakat, MUI 
menggelar Pameran Internasional Bisnis dan Makanan Halal Indonesia atau IBHF 
Expo (International Halal Business and Food Expo) yang pertama yang diadakan di 
Jakarta Convention Center (JCC) tanggal 23-25 Juli.

Pameran itu juga dibarengi dengan penyelenggaraan Global Halal Forum yang 
membahas mengenai regulasi terkait dengan produk halal.

Pameran yang diikuti berbagai perusahaan mulai dari perhotelan, restoran, 
makanan, kosmetik hingga perbankan itu dibuka oleh Wakil Presiden Boediono dan 
dijadwalkan akan ditutup oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada hari 
Minggu (25/7).(*)
(T.A043/Z002/R009)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke