Refleksi : Bisa utang, jadi tidak akan menjadi masalah besar guna mendapat 
fulus yang dibutuhkan.

http://us.detikfinance.com/read/2010/07/25/122159/1406080/4/ri-butuh-dana-us--962-miliar-untuk-listrik


Minggu, 25/07/2010 12:21 WIB

RI Butuh Dana US$ 96,2 Miliar Untuk Listrik
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance 


Jakarta - Indonesia membutuhkan dana sebesar US$ 96,2 miliar untuk memperkuat 
sistem kelistrikan di tanah air hingga tahun 2019. 

Dari total kebutuhan dana tersebut, sebagian besar akan dialokasikan untuk 
membiayai pembangunan pembangkit yang dibangun PT PLN (Persero) dan juga 
investor listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) sebesar US$ 70,5 
miliar.

"Sementara untuk investasi penyaluran sebesar US$ 14,3 miliar dan investasi 
distribusi sebesar US$ 11,3 miliar," demikian disampaikan dalam data Rencana 
Umum Penyediaan Listrik (RUPTL) PLN tahun 2010-2019 yang dikutip detikFinance, 
Minggu (25/7/2010), 

Khusus untuk pembangkit, pada periode 2010-2019 PLN dan swasta direncanakan 
akan membangun pembangkit-pembangkit dengan total kapasitas sebesar 55.468 MW. 
Di mana sebesar 31.951 MW akan dibangun oleh PLN dan IPP sebesar  23.156 MW.

Sejalan dengan pengembangan pembangkit ini, diperlukan pengembangan transmisi 
sepanjang 42.505 kms, yang terdiri atas  4.318 kms SUTET 500kV AC, 1.100 kms 
transmisi 500 kV HVDC, 462 kms transmisi 250 kV HVDC, 5.602 kms transmisi 275 
kV AC, 29.396 kms SUTT 150 kV, 2.428 kms SUTT
70 kV.

Penambahan trafo yang diperlukan adalah sebesar 114.132 MVA yang terdiri atas 
64.031 MVA trafo 150/20 kV, 2.875 MVA 70/20 kV dan 32.328 MVA trafo interbus 
IBT 500/150 kV, 9.875 MVA IBT 275/150 kV, IBT 2.423 MVA IBT 150/70 kV serta 
3,600 MVA HVDC trafo konverter.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan penjualan energi listrik untuk periode 
2010-2019 diperlukan tambahan jaringan tegangan menengah 172.458 kms, tegangan 
rendah 236.835 kms dan kapasitas trafo distribusi 33.412 MVA.

BUMN listrik itu memperkirakan penjualan tenaga listrik pada tahun 2019 akan 
mencapai 327.3 TWh, atau mengalami pertumbuhan rata-rata 9.1% selama 10 tahun 
mendatang.

"Di mana beban puncak pada tahun 2019 diproyeksikan akan mencapai  59.863 MW," 
jelas data itu.
(epi/qom) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke