http://wakalanusantara.com/detilurl/Nangroe.Aceh.Darussalam.akan.Cetak.Dinar.Dirham/443/id

Banda Aceh, N.A.D, 23 Juli 2010

Nangroe Aceh Darussalam akan Cetak Dinar Dirham

Dinar emas dan dirham perak akan kembali ke salah satu bumi asalnya, Nangroe 
Aceh Darussalam. Pemda NAD menyatakan akan mencetak dan mengedarkannya. 


Dalam pertemuan dengan Pendiri World Islamic Mint (WIM) beserta delegasi 
Kerajaan Kesultanan Kelantan, Malaysia, Kamis, 22 Juli 2010 lalu, Gubernur 
Nangroe Aceh Darussalam, Bpk Irwandi Yusuf, menyatakan pemerintahannya akan 
mencetak dinar emas dan dirham perak. Koin dinar Aceh ini nantinya akan 
memiliki nilai tukar 1:1 dengan koin dinar Kelantan. Dengan demikian, untuk 
pertama kalinya mata uang regional berbasis emas, akan terbentuk di kawasan 
ini. Demikian Haji Umar Vadillo, pendiri WIM, melaporkan dari Banda Aceh. Awal 
tahun depan koin Dinar dan Dirham WIN (Wakala Induk Nusantara) pun akan 
mengikuti standar WIM yang baru dan terintegrasi dalam sistem internasional.

Lebih dari setahun yang lalu, dinar emas dan dirham perak telah kembali 
diperkenalkan kepada masyarakat Aceh, oleh Direktur WIN, Bpk Zaim Saidi, di 
hadapan lebih dari 160 peserta Konferensi Organisasi Masyarakat Sipil; Strategi 
OMS Paska Rekonstruksi dan Perdamaian untuk Aceh, di hotel Hermes Palace, Banda 
Aceh, 22 Maret 2009. Ketika itu ia mengingatkan bahwa dinar emas adalah mata 
uang masyarakat Aceh, yang dulu dicetak dan diedarkan oleh Sultan Iskandar 
Muda, di abad ke-17. 



Tradisi untuk menggunakan emas dalam transaksi sehari-hari di kalangan 
masyarakat Aceh sendiri sebenarnya juga tak terlalu asing, dan masih 
berlangsung sampai hari ini. Emas sebagai alat tukar di Aceh dikenal dengan 
sebutan mayam, yang terdiri atas dua jenis, yaitu mayam barat dan mayam timur, 
yang merujuk kepada satuan emas sebarat 3 gr dan 3.3 gr. Di zaman Sultan 
Iskandar Muda koin emas di Kesultanan Aceh dikenal dengan sebutan dereuham.

Maka, ketika kepada masyarakat Aceh diperkenalkan kembali dinar emas, sambutan 
mereka sangat positif. Langkah untuk kembali kepada dinar dan perak, sebagai 
solusi jitu menghadapi krisis finansial global, akhirnya menjadi salah satu 
topik utama konferensi. Dan, lebih dari itu, para peserta konferensi sepakat 
mengusulkan pengembangan dinar emas dan dirham perak sebagai alat tukar 
alternatif, menjadi salah satu rekomendasi kepada Pemerintah NAD. 

Pada waktu itu, Gubernur NAD, Irwandi Yusuf, yang secara resmi menutup 
konferensi, dan kepadanya sempat pula dijelaskan secara singkat keberadaan 
kembali dinar emas di Indonesia. Ia menerima brosur yang diterbitkan oleh 
Wakala Induk Nusantara (WIN). Setahun kemudian, setelah bertemu dengan delegasi 
Kerajaan Kelantan di atas, rekomendasi agar pemerintahan Aceh kembali mencetak 
dinar dan dirham Insha Allah akan menjadi kenyataan.

(001)



lainnya 
  a.. Jamaah Al Washiyyah Siap Terapkan Dinar Dirham
  b.. Pesantren Al Hamidiyah Segera Terapkan Dinar Dirham
  c.. Soon, the Government of Aceh Mint Dinar and Dirham.
  d.. Pertemuan Nasional III Wakala Senusantara
  e.. Wakala of Nusantara Networks National Meeting III: Embracing New Stage


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke