Tidak ada uranium!  Hanya orang dibodohi yang percaya. 

  ----- Original Message ----- 
  From: Sandy Dwiyono 
  To: [email protected] ; [email protected] 
  Sent: Thursday, July 29, 2010 5:04 PM
  Subject: [nasional-list] Kadar Uranium Freeport Sangat Rendah


    
  
http://www.detikfinance.com/read/2010/07/29/115911/1409207/4/kadar-uranium-freeport-sangat-rendah

  Kamis, 29/07/2010 11:59 WIB

  Kadar Uranium Freeport Sangat Rendah

  Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

  Jakarta - Kadar uranium tertinggi yang berada di tambang di wilayah tambang 
Grassberg milik PT Freeport Indonesia di Papua Barat, hanya sekitar 83 ppm 
(part per million) sehingga tidak ekonomis untuk dikembangkan.

  Menurut Ketua Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) Sukmandaru 
Prihatmoko, hasil penelitian ilmiah yang dilakukan selama ini baik oleh 
perusahaan maupun akademisi independen dalam bidang geologi tidak pernah 
menemukan adanya kandungan Uranium yang signifikan di wilayah Papua Barat.

  “Data kadar Uranium tertinggi sejauh ini yang ditemukan di salah satu daerah 
prospek Freeport Indonesia adalah 83 ppm. Angka ini jauh dari nilai minimum 
ekonomis untuk penambangan uranium yang ada di dunia saat ini yaitu 1.000 ppm,” 
ujar Sukmandaru dalam siaran persnya yang diterima detikFinance, Kamis 
(29/7/2010).

  Ia menyatakan,  sama  seperti halnya pada mineral logam lainnya (tembaga, 
perak, emas dan sebagainya), uranium membutuhkan pengkayaan secara alamiah 
sampai kadar tertentu agar bisa ditambang secara ekonomis.

  Secara geologi, lanjut dia,  Pulau Papua (Indonesia dan Papua New Guinea) 
terbentuk akibat tumbukan antara lempeng Australia dan Pasifik yang 
menghasilkan magma pada tepi tumbukan. Proses ini kemudian membentuk jalur 
mineralisasi tembaga dan emas di beberapa tempat.

  Dalam istilah geologi eksplorasi, cebakan-cebakan tembaga - emas pada jalur 
mineralisasi ini pada umumnya diklasifikasikan sebagai tipe cebakan porphyry 
copper-gold dan epithermal gold.

  Hasil penelitian dan eksplorasi di seluruh dunia sejauh ini menunjukkan tidak 
adanya kandungan uranium yang signifikan pada jalur mineralisasi dengan tipe 
porphyry copper-gold dan epithermal gold seperti yang ada di Papua.

  "Namun, kami selaku organisasi profesi ilmiah mengharapkan agar pihak 
Freeport Indonesia dan Pemerintah Indonesia memberikan klarifikasi lebih rinci 
yang akan berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan lebih memberikan 
penjelasan kepada masyarakat," tambahnya.

  (epi/ang) 




  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke