(Dikutip dari sebuah blog)

Kartu Kredit, Gaya Hidup Modern & Industri Penghisap Darah
5 Juni 2008 · Tinggalkan 
sebuah Komentar


Sejak bertahun-tahun lalu hingga kini, untuk memiliki Kartu Kredit 
(KK) semakin hari semakin mudah saja. KK yang saat pertama kali diterbitkan di 
Amerika oleh Diners Club (1950), dan dua kartu selanjutnya di tahun 1958, 
American Express dan Americard (Visa) adalah alat pembayaran tanpa uang tunai, 
telah berubah menjadi alat untuk berhutang dibanding alat pembayaran tanpa uang 
tunai.

Memang, di tengah kehidupan yang menuntut serba cepat ini, semakin lumrah 
saja hidup dengan kredit atau hutang. Semakin mudah anda bisa berhutang, 
semakin 
“modern” hidup anda. Lihat saja di tahun 2002 orang-orang Amerika sekalipun 
memiliki total hutang senilai hampir 1 trilyun Dollar Amerika atau USD 979 
kepada perusahaan pemberi hutang (bank, perusahaan KK dan perusahaan pemberi 
hutang lainnya). Mereka yang hidup di Amerika sama dengan Indonesia, mereka 
banyak yang memiliki rumah bagus, mobil bagus, perabotan dan peralatan rumah 
yang bagus namun sehari-hari hidup miskin, karena penghasilannya setiap bulan 
habis untuk membayar berbagai cicilan yang seakan tidak pernah lunas.
Di luar 
soal kredit atau pinjaman dengan berbagai bank, tulisan ini adalah mengenai apa 
yang sebenarnya terjadi di dalam industri KK sebagaimana yang dilaporkan oleh 
Frontline (seperti “60 minutes” dari CBSNews), sebuah acara televisi 
investigasi 
dari PBS di Amerika yang terkenal sejak 1983. Judul laporan itu memancing 
keinginantahu, yaitu “Secret History of the Credit Card,” dan subjudulnya: 
“FRONTLINE and New York Times join force to investigate an industry few 
American 
fully understand.” Frontline menyebut Industri ini sebagai industri yang selalu 
untung namun industri yang customernya paling banyak kecewa, mengeluh, merasa 
tidak nyaman dan dirugikan.

Banyak soal yang tidak dimengerti oleh pemegang KK di mana-mana, karena 
memang dibuat untuk sulit dimengerti oleh perusahaan penerbit KK. Sedikit 
sekali 
pemegang KK yang mau dan mampu membaca agreement yang dikeluarkan oleh 
perusahaan KK, juga ketentuan yang biasanya dicetak dengan huruf kecil dan 
abu-abu di belakang tagihan bulanan. 

Di dalam agreement selalu ada klausul bahwa 
agreement itu dapat dirubah kapan saja dengan pemberitahuan 15 hari sebelumnya. 
Perubahan itu biasanya menyangkut soal yang paling dapat merugikan pemegang KK, 
yaitu bunga dan denda (biaya keterlambatan, biaya over-limit atau kadang 
disebut 
sebagai biaya administrasi). Bunga dan denda ini bisa menjadi berapa saja, 
terserah perusahaan KK. 

Meski anda selalu membayar tagihan KK anda tepat waktu, 
perusahaan KK bisa atau selalu menaikkan bunga terutama karena berbagai hal, 
misalnya setelah periode promosi berakhir, 1 tahun setelah anda apply misalnya 
(kadang hanya 3 bulan saja), terlambat bayar di KK dari perusahaan lain, 
terlambat bayar tagihan telepon, listrik, kredit mobil, rumah atau karena 
perusahaan KK menganggap anda terlalu banyak pinjaman di sana dan sini. Praktek 
ini disebut klausul “universal default” yang menjadi klausul standar dalam 
agreement antara pemegang KK dan perusahaan KK.

Los Angeles Times, tahun 1999 lalu memberitakan adanya perusahaan KK di 
Amerika, yaitu Providian dan First USA ketahuan telah membebankan denda 
keterlambatan kepada pemegang KK-nya untuk pembayaran yang sebenarnya dilakukan 
pada waktunya (on time). Para pemegang KK tersebut kemudian memperkarakan kedua 
perusahaan ini dan jutaan dolar telah dikembalikan kepada para pemegang KK ini. 
Menurut dua perusahaan KK ini, kesalahan terletak pada processing systems. 
Padahal ini bukanlah suatu kesalahan tetapi telah mereka lakukan dengan sengaja 
yang mungkin juga dilakukan di Indonesia, namun tidak ketahuan.

Banyak orang, tanpa disadari, menjadikan KK sebagai jerat hutang seumur 
hidup, yaitu mereka yang membayar tagihan KK mereka hanya sejumlah minimum 
payment yang tercantum atau sedikit lebih besar dari minimum payment karena 
berbagai hal, terutama karena ada hutang lain seperti kredit rumah, kendaraan, 
peralatan rumah tangga atau kredit lainnya. Minimum payment yang biasanya 
ditetapkan oleh perusahaan KK hanya 2% dari jumlah total tagihan inilah yang 
menjadi jerat hutang seumur hidup. 

Berapa pun tagihan anda, jika anda membayar 
hanya sejumlah minimum payment itu, maka anda akan baru bisa melunasi tagihan 
KK 
anda dalam 30 tahun sebagaimana juga disebutkan oleh Frontline atau Oprah.com 
dalam edisinya yang berjudul “Debt Diet.” Itu pun jika bunga yang dikenakan 
pada 
anda sebesar tidak lebih dari 18% setahun. Sialnya perusahaan KK di mana-mana 
sering menetapkan bunga hingga 48% setahun. Gila bukan? Artinya jangka waktu 
pembayaran anda jika anda membayar hanya minimum payment bisa lebih jauh dari 
30 
tahun! Kecuali anda membayar lebih dari minimum payment, misalnya sebesar 10% 
dari total tagihan setiap bulan.

Semakin baik anda menyelesaikan tagihan KK anda, itu berarti anda semakin 
sedikit perusahaan KK mendapatkan untung. Karena itu ada banyak permainan yang 
dijalankan oleh perusahaan KK untuk menjerat anda agar terus berada di dalam 
permainan mereka selama-lamanya. Permainan ini legal alias tidak melanggar 
hukum, namun bisa membuat anda menjadi penghutang sepanjang sisa hidup. Anda 
bisa menghindari masuk ke dalam permainan ini, jika anda tahu kiatnya 
sebagaimana disarankan di banyak situs Internet tentang permainan KK. Biasanya 
di Internet kiat ini diberi judul “Winning the Credit Card Game.”

1. Baca dengan amat teliti seluruh formulir, agreement atau apa pun 
yang dikirimkan ke anda oleh perusahaan KK.
Baca apa yang dikirimkan 
kepada anda bersama dengan tagihan karena perusahaan KK berhak untuk merubah 
kesepakatan apa pun dengan pemberitahuan hanya 15 hari sebelumnya. Celakanya 
pemberitahuan itu sering dibuat agar anda tidak membacanya, misalnya dengan 
huruf kecil dan berwarna abu-abu. Juga di sinilah perusahaan KK menjebak anda 
untuk berbagai hal yang tidak anda perlukan, seperti misalnya membeli asuransi 
KK, asuransi jiwa, atau asuransi lain

2. Jangan terlambat membayar tagihan.
Anda akan terkejut 
dengan dendanya yang biasanya mereka menyebut dengan sebutan yang halus, 
misalnya biaya administrasi atau biaya keterlambatan. Besar tagihan akan 
membengkak dan minimum payment juga tentu akan membengkak. Karena satu denda, 
perusahaan KK akan menjadikannya alasan untuk menaikkan bunga hingga lebih dari 
40%, padahal saat pertama kali anda ditawarkan KK hanya sebesar misalnya 
16%.

3. Jangan menjadi Revolver.
Yaitu pemegang KK yang 
mempertahankan tagihan KKnya dengan membayar tagihan hanya sebesar minimum 
pembayaran yang tertera di tagihannya. Jadilah seorang Freeloader, yaitu orang 
yang selalu membayar seluruh tagihannya setiap bulan dalam grace-period 
(periode 
antara penggunaan KK dan jatuh tempo tagihan). Freeloader tidak akan terjebak 
dalam situasi “membayar bunga”. 

Intinya adalah jangan menjadikan KK sebagai alat 
untuk berhutang, tetapi sebagai alat pembayaran tanpa uang tunai. Segeralah 
membayar apa yang anda sudah bayar sebelumnya dengan KK anda agar anda tidak 
perlu membayar bunga dan terjatuh di dalam lubang hutang yang dalam. Oleh 
karena 
itu, anda juga sangat dianjurkan untuk tidak memiliki KK lebih dari satu untuk 
menghindari resiko terkena bunga, denda keterlambatan dan denda over limit 
serta 
iuran tahunan lebih dari satu kali.

4. Jangan ragu-ragu untuk 
menyerang perusahaan KK dengan segala cara yang legal.
Apakah 
perusahaan KK anda menghisap darah anda? Bikin complain dan bahkan serang 
mereka 
melalui berbagai media, cetak, TV, radio, dan Internet. Persaingan di antara 
perusahaan KK membuat mereka kadang harus melemah oleh tuntutan seorang 
customer 
yang agresif. Denda bisa saja diminta untuk dihapus atau bunga diturunkan jika 
anda minta dengan keras, misalnya dengan alasan bahwa anda.sudah menjadi 
customer yang baik selama 1 tahun terakhir ini atau bahkan hanya 6 bulan 
terakhir ini.

5. Buat perbandingan antar perusahaan KK.
Jangan 
berpegang pada ”luar-negeri minded”. Meski anda juga sering berpergian ke luar 
negeri, jangan jadikan alasan anda untuk menjadi pemegang KK dari perusahaan 
luar-negeri yang berbunga tinggi. Karena banyak cara untuk keluar-negeri tanpa 
uang cash selain dengan KK, misalnya travel-check dan lain-lain. 

Atau jika anda 
merasa lebih nyaman ketika di luar negeri dengan KK luar negeri, anda bisa 
apply 
KK luar negeri dan mendapatkan KK hanya dalam waktu 2 hari paling lama jika 
anda 
menyetorkan uang sejumlah yang anda pikir akan dibelanjakan di luar negeri. 
Sesudah pulang kembali ke Indonesia atau jika anda tidak memerlukan KK itu 
lagi, 
segera tutup kembali KK itu.

6. Minta perusahaan KK agar memberi reward secara teratur (6 bulan 
sekali) kepada anda berupa catatan atau rekomendasi bahwa anda adalah seorang 
pemegang KK yang baik.
Jarang sekali perusahaan KK yang tanpa 
diminta berbaik hati untuk membuat catatan tentang aktivitas pembayaran yang 
baik (tidak pernah mangkir). Mungkin ini ada gunanya ketika anda berencana 
untuk 
mengajukan pinjaman pada sebuah bank.

7. Yang paling penting dari semuanya adalah jangan termakan dengan 
bunyi-bunyi iklan perusahaan KK, seperti ini “don’t leave home without 
it.”
Oprah.com dalam edisi ”Debt Diet” menganjurkan anda untuk 
meninggalkan KK anda di rumah, karena sebaiknya anda membawa KK hanya setelah 
anda merencanakan untuk berbelanja atau melakukan transaksi. Anda cukup membawa 
uang tunai sebesar 3 kali uang yang biasanya anda perlukan setiap hari. Apalagi 
hampir setiap orang sekarang memiliki tabungan di Bank dengan kartu ATM-nya 
yang 
sama artinya anda memiliki uang tunai di tangan (ATM ada di mana-mana). 

Jika 
anda ingin berhutang, gunakan fasilitas pinjaman yang tersedia di banyak bank. 
Meskipun prosesnya panjang (maksimum 14 hari kerja), jangan sekali-kali 
menggunakan KK sebagai jalan untuk berhutang. KK pada awalnya adalah alat 
pembayaran tanpa uang tunai, namun perusahaan KK sekarang telah 
membengkokkannya 
menjadi alat untuk berhutang yang sialnya bisa menjerat orang untuk seumur 
hidupnya.

Jangan juga termakan dengan bunyi iklan mereka lainnya yang muluk-muluk, 
seperti hidup yang lebih baik, praktis, nyaman dan kemewahan dengan berbagai 
barang. Memang, hidup di jaman yang waktu menjadi amat sempit ini, maka 
efisiensi sering menjadi pertimbangan yang pertama ketika anda membeli sesuatu, 
kendaraan misalnya. 

Anda pikir jika membeli kendaraan baru, maka anda terbebas 
dari persoalan perawatan kendaraan yang ruwet atau resiko rusak di jalan pada 
saat-saat penting. Padahal dengan kendaraan bekas yang betul-betul anda 
rekondisi di bengkel yang anda percayai, segala keruwetan itu bisa diatasi 
dengan mudah dan dengan harga di bawah harga uang muka pembelian kendaraan 
secara kredit. Bahkan sejumlah uang (rata-rata 4 juta rupiah) per bulan yang 
biasanya disetorkan ke perusahaan kredit kendaraan bisa digunakan untuk 
keperluan yang lebih produktif atau untuk rekreasi setiap bulannya.

Ditulis oleh: Jojo Rahardjo
Pengamat Masalah 
Sosial
pada: Kamis, 18 Januari 2007
di: Media 
Konsumen


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke