Refleksi : NKRI menuju terbentuknya negeri gurun pasir, jadi tidak apa kalau 
Palangkaraya tak lagi hijau. 

http://www.antaranews.com/berita/1280698892/kota-palangkaraya-tak-hijau-lagi

Kota Palangkaraya Tak Hijau Lagi
Senin, 2 Agustus 2010 04:41 WIB | Warta Bumi | Masalah Lingkungan |
Palangkaraya (ANTARA News) - Untuk menciptakan Kota Palangkaraya yang hijau, 
bukanlah pekerjaan mudah dan tidak hanya semata - mata menjadi tanggung jawab 
Pemerintah Kota (Pemkot).

Menurut Ketua Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Palangkaraya 
(Unpar) Andrie Ellia Embang, diperlukan peran serta stake holder baik 
masyarakat orang perorang, kelompok orang, RT, RW, LSM, dunia swasta maupun 
kalangan akademis.

"Semua harus bahu membahu, agar tercipta Kota Palangkaraya yang hijau dan 
cantik," katanya di Palangkaraya, Minggu.

Pembangunan dan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) itu meliputi dampak 
negatif dari sub optimaliasi RTH, lemahnya lembaga pengelola RTH, lemahnya 
peran stake holder dan keterbatasan lahan untuk RTH.

Andrie mengungkapkan, yang menjadi kendala bagi Kota Palangkaraya dari isu - 
isu diatas yakni mengenai hal implementasinya.

Ia menjelaskan, dalam kaitannya dengan pembangunan RTH Kota Palangkaraya, 
meliputi luas RTH Kota Palangkaraya, lemahnya kelembagaan RTH, keterbatasan 
lahan kota dan intensifikasi RTH, peran stake holder dan pengembangan RTH pada 
lahan gambut.

Menurutnya Palangkaraya dengan kepadatan penduduk yang masih jarang akan lebih 
mudah dalam perencanaan dan pembangunan RTH, karena masih banyak kawasan yang 
belum terbangun. Sampai saat ini masih belum memiliki Hutan Kota dengan luasan 
yang signifikan.

Lemahnya kelembagaaan RTH, terkait dengan belum jelasnya bentuk kelembagaan RHT 
dan tata kerja/koordinasi pengembangan, pengawasan dan evaluasi RTH. Disisi 
lain, konsistensi penerapan dan penegakan ketentuan yang berlaku masih lemah.

Ia mengatakan masalah keterbatasan lahan kota dan intensifikasi RTH, dihadapi 
semua kota, dimana sebagian besar kawasan sudah terbangun untuk itu ruang 
terbuka yang ada, harus diupayakan menjadi hijau secara bertahap melalui pola 
intensifikasi.

Kemudian peran serta masyarakat dalam pengembangan RTH privat sangat 
diharapkan, dengan memerlukan peran kelembagaan yang kuat untuk menciptakan 
pola dan model pendekatan serta mendorong serta mengajak masyarakat, termasuk 
memelihara RTH publik.

Pengembangan RTH pada lahan gambut, khususnya Hutan Kota terutama penanaman 
pohon besar, perlu memperhatikan daya dukung lahan, karena tanah gambut 
memiliki kemampuan menyangga yang rendah.

"Sampai saat ini, kebanyakan tamu yang berkunjung, terutama dari kota - kota 
besar, mempunyai kesan bahwa Kota Palangkaraya masih nyaman dan enak untuk 
dihuni," katanya. (ANT221/K004)
COPYRIGHT © 2010


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke