Media AS: Waspadai Mafia Haji Indonesia
Vina Ramitha








INILAH.COM,
Jakarta – Sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia,
Indonesia menjadi pengirim jamaah haji terbesar. Media AS pun menyoroti
pentingnya mewaspadai mafia haji.
“Kami belum bisa membuktikan keberadaan mafia haji. Namun dengan
semua indikasi ini, seakan bisa merasakannya,” papar anggota Komisi
VIII DPR, Muhammad Baghowi, seperti dilansir New York Times.
Berdasarkan media tersebut, satu dari 10 jamaah ketika musim haji
tahun lalu adalah WNI. Sebanyak 1,2 juta lainnya sedang berada di
daftar tunggu. Hal ini saja sudah memenuhi kuota hingga enam tahun ke
depan. Hal ini berarti, dana sebesar US$2,4 miliar (Rp21,4 triliun).
Mafia haji memungkinkan para birokrat veteran dan beberapa orang
pemerintah bernegosiasi untuk membuat perjanjian secara pribadi. New
York Post memberitakan, birokrasi di Tanah Air siap membagi US$2,8
juta (Rp25 miliar) untuk menyogok. 
Dengan travel agent dan sekutu bisnis yang menjanjikan,
pemerhati korupsi menegaskan adanya kemungkinan memanfaatkan haji
sebagai lahan untuk menggemukkan kantong. Korupsi adalah penyebab calon
jamaah mengeluhkan akomodasi dan makanan yang dihilangkan ketika
penerbangan. [ast]
 [ast]


http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/08/07/722141/media-as-waspadai-mafia-haji-indonesia/

http://finance.groups.yahoo.com/group/media-soloku/
http://groups.google.com/group/suara-indonesia/
http://media-klaten.blogspot.com/
http://businessandfinance-bikini.blogspot.com/ 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke