Doa
 Jibril Menjelang Ramadhan Yang Kontroversial


Oleh : Mohammad Muallim

Banyak orang 
muslim, ketika mendapat pesan pendek baik lewat internet dan sms, lalu 
ada kata sebarkan, mereka dengan sukarela melakukannya, tanpa berfikir 
panjang apa isi pesan itu, apalagi hal itu didukung dengan keyakinan 
tinggi bahwa hal itu adalah ibadah.

Padahal hal semacam itu 
adalah "qila wa qol" kabar burung ( dikatakan orang lalu kita ikut 
mengatakan) dan hal semacam itu dibenci oleh Allah.

Dalam shohih 
bukhari disebukan :

1407 - حدثنا يعقوب بن 
إبراهيم حدثنا إسماعيل بن علية حدثنا خالد الحذاء عن ابن أشوع عن الشعبي 
حدثني كاتب المغيرة بن شعبة قال كتب معاوية إلى المغيرة بن شعبة أن اكتب 
إلي بشيء سمعته من النبي صلى الله عليه و سلم فكتب إليه  : سمعت النبي صلى 
الله عليه و سلم يقول ( إن الله كره لكم ثلاثا قيل وقال وإضاعة المال وكثرة
 السؤال ) 
 [ 2277 ، 5630 ، وانظر 808 ] 
 [ ش ( قيل وقال ) 
الاشتغال بما لا يعني من أقاويل الناس . ( إضاعة المال ) بإنفاقه في 
المعاصي أو الإسراف فيه في المباحات . ( السؤال ) طلب أموال الناس أو 
السؤال في العلم عما في دنيا أو آخرة ]

Nabi bersabda: Sesungguhnya
 Allah membenci 3 hal pada kalian, qila wa qol, menyia-nyiakan harta, 
dan kebanyakan bertanya.

(qila wa qola) sibuk dengan kata orang 
yang tidak berguna

Anehnya, di Indonesia hal semacam itu musiman,
 kalau bulan Ramadan begini yang sering muncul adalah doa jibril yang 
tidak jelas sumbernya, seperti penulis kutip dibawah ini:

"Ya 
Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki 
bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: 
- Tidak 
memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)
-
 Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri; 
- Tidak 
berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. 
Maka 
Rasulullah pun mengatakan "Amiin" sebanyak 3 kali.

Mungkin karena
 keterbatasan pengetahuan tentang hadits, jadi percaya aja apa yang 
masuk dalam inboxnya, lalu dikirm ke teman-teman yang lain, anpa pernah 
tahu apakah itu benar atau HOAK?

Untuk membuktikan itu memang 
butuh waktu, dan pengetahuan yang cukup, penulis pun mencoba mencari 
dari kumpulan kitab-kiab hadits yang ada di komputer penulis sekitar 131
 kitab hadits, namun belum juga menemukan darimana sumber pesan itu, 
yang penulis temukan, dimana nabi mengucap amin 3 kali adalah :

1781
 - حدثنا الربيع بن سليمان ، أنا ابن وهب ، أخبرني سليمان وهو ابن بلال ، 
عن كثير بن زيد ، عن الوليد بن رباح ، عن أبي هريرة ، أن رسول الله صلى 
الله عليه وسلم رقي المنبر فقال : « آمين ، آمين ، آمين » ، فقيل له : يا 
رسول الله ، ما كنت تصنع هذا فقال : « قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد - 
أو بعد - دخل رمضان فلم يغفر له ، فقلت : آمين ، ثم قال : رغم أنف عبد - أو
 بعد - أدرك والديه أو أحدهما لم يدخله الجنة ، فقلت : آمين ، ثم قال : رغم
 أنف عبد - أو بعد - ذكرت عنده فلم يصل عليك ، فقلت : آمين »


Dari
 Abu Hurairah ra juga, (bahwasanya) Rasulullah SAW pernah naik mimbar 
kemudian berkata, “Amin, Amin, Amin.” Ditanyakan kepadanya, “Ya 
Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?” 
Beliau bersabda, “Ertinya : Sesungguhnya Jibril ‘Alaihis salam datang 
kepadaku, dia berkata, “Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi 
tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan 
dia, katakan “Amin”, maka akupun mengucapkan Amin….”
[Hadits Riwayat 
Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 dari 
jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih 
Muslim 4/1978. Dalam bab ini banyak hadits dari beberapa orang sahabat, 
lihatlah dalam Fadhailu Syahri Ramadhan hal.25-34 karya Ibnu Syahin]
Juga
 bisa dilihat:
Nabi SAW naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, 
amin, amin”. Para sahabat bertanya. “Kenapa engkau berkata ‘Amin, amin, 
amin, Ya Rasulullah?” Nabi SAW bersabda, “Telah datang malaikat Jibril 
dan ia berkata : ‘Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama 
engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka 
kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Celaka seseorang yang 
masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni 
dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’. 
Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua 
orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi itu 
tidak memasukkan dia ke syurga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, 
‘Amin”.
[Hadits Riwayat Bazzar dalama Majma'uz Zawaid 10/1675-166, 
Hakim 4/153 disahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka'ab
 bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 
644 (Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah)]
Marilah
 kita menjadi umat yang kokoh, bukan umat yang diibaratkan buih, dimana 
angina berhembus kesanalah buih mengarah, dan dimana ombak menerpa 
kesana pula buih mengarah, tapi jadilah umat yang kokoh, dan salalu 
teliti akan apa yang kita terima apalagi akan kita sampaikan pada orang 
lain, agar idak terjadi apa yan dibenci Allah pada kita yaitu qiila 
(dikatakan orang) wa qola (dan mengatakan pada yang lain) tanpa diteliti
 kebenarannya.

Mochammad Moealliemhttp://www.muallimku.blogspot.com or 
http://www.facebook.com/muallimku

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke