Black Campaign media terhadap INDOBATT
Posted by: "Yudhistira"
[email protected]
yudhistira_k
Sun Aug 8, 2010 6:47 pm (PDT)
Black Campaign media terhadap INDOBATT by Ro'is Nahrudin
Kedekatan Prajurit Indobatt dengan masyarakat Lebanon diartikan sebagai
sikap pengecut dan tidak jantan. Pagi itu hari Selasa 02 Agustus 2010 jam
0900 saya melintas Panorama point sebuah pos UN yang sangat strategis dan
termasuk dalam daftar Hot Spot yang dikendalikan oleh Prajurut Kompi A
Indobatt. Daerah ini merupakan perbatasan langsung antara wilayah Lebanon
dan Israel yang hanya dipsahkan oleh pagar yang disebut Technical Fence.
Saya berempat menuju Brigade Sektor Timur dalam rangka CIMIC meeting untuk
melaporkan perihal proyek-proyek dan program kerja CIMIC Indobatt ke
G-9/CIMIC Brigade.
Pada saat melintas itu kami menyaksikan sebuah strada UN milik Indobatt
berada dalam posisi memisah antara kedudukan Lebanese Armed Forces (LAF) dan
Technical Fence dengan Israel Defence
Force<http://en.wikipedia .org/wiki/ Israel_Defense_ Forces>yang berada
di kedudukan pos seberang. Sepertinya semua sedang menunggu
sesuatu. Saya inisitif kontak ke sentral komunikasi Indobatt melalui HT
menanyakan kira-kira kawan-kawan menunggu apa koq kayaknya tegang. Akhirnya
kami mendapat jawaban bahwa mereka menunggu Crane Pemotong Pohon yang datang
dari Israel.
Pada saat itu Indobatt mendapat perintah dari Tactical Operation Centre (TOC)
Brigade Sektor Timur untuk melaksanakan tugas pengawasan dan pengawalan
terhadap rencana Israel untuk menebang pohon-pohon yang kebetulan tumbuh
hampir rapat dengan Technical Fence. Pohon-pohon ini dianggap menggangu
kinerja Technical Fence dan sekaligus mengganggu observasi Pasukan Israel.
Proses menunggu *crane* itu sebenarnya dimulai sejak pukul 0800 pagi dan
pasukan Indobatt baru berjumlah 11 prajurit. Di sisi lain, LAF memberikan
batas waktu pemotongan antara pukul 0900 hingga 1200 siang hari. Setelah
menunggu dengan siaga penuh selama lebih dari 3 jam akhirnya crane itu
datang terlambat pada pukul 1230. Jumlah pasukan Indobatt sudah mencapai 36
prajurit dan langsung dipimpin oleh Danki A *Kapten INF Fardin* dan Wadanki
*Kapt INF Makdum*.
Ketika crane datang terlambat sebenarnya LAF sudah mengokang senjata mereka,
jumlah pasukan LAF <http://en.wikipedia .org/wiki/ Lebanese_ Armed_Forces> pun
juga semakin besar dan menyatakan keberatan jika pemotongan itu dilanjutkan
karena sudah melewati batas waktu sesuai kesepakatan. Rekan-rekan prajurit
Indobatt yang berada diposisi terus berteriak-teriak agar pemotongan itu
tidak dilanjutkan karena sudah melewati batas waktu kesepakatan. Namun
demikian IDF <http://en.wikipedia .org/wiki/ Israel_Defense_ Forces> tidak
peduli dan terus melanjutkan pemotongan tersebut hingga mulut crane melewati
pagar Technical Fence.
Seluruh pasukan LAF telah mengambil posisi tiarap dan membidik,
*Kapten INFFardin
* dan *Kapt INF Makdum* meloncati pagar besi untuk turun kebawah padahal
daerah yang dia turuni adalah lading ranjau dan UXO. Dia dan seluruh pasukan
terus berteriak-teriak dan melambai-lambaikan bendera UN menghalau dan
mengatakan agar pemotongan itu dihentikan. Tetapi sekali lagi IDF tidak
peduli dan meneruskan proses pemotongan itu.
Tidak lama setelah itu Mayor Hussein yang menkomandoi LAF memerintahkan
untuk menembak ke udara. *“Dar..”* – tembakan satu kali itu rupanya langsung
direspon dengan berondongan senapan mesin Israel.
Kawan-kawan Indobatt masih tetap pada posisi sambil terus mengibarkan
bendera UN dan berteriak: *“Cease Fire-cease fire…!!!”* tetapi teriakan itu
kalah dengan rentetan senapan otomatis dari kedua pihak hingga tidak lama
berselang tank Markava Israel memuntahkan mortar 120 mm menghantam pos
LAFyang berada 100 m sebelah kanan posisi rekan-rekan prajurit
Indobatt.
Perintah pengunduran pasukan diterima dari Komandan Satgas agar seluruh
prajurit Indobatt mencari perlindungan terdekat dan kembali ke POS UN
terdekat. Posisi berbanjar 36 prajurit bukan posisi mudah untuk mencari
perlindungan. 36 prajurit tercerai-berai, empat mobil strada Indobatt
digunakan perlindungan oleh
LAF<http://en.wikipedia .org/wiki/ Lebanese_ Armed_Forces>,
sehingga prajurit Indobatt harus mencari perlindungan lain.
Lebih dari tiga kali dentuman 120 mm mortar, dilanjutkan dengan tembakan
bantuan udara dari Sebuah Helicopter Apache Israel menhantam sisi atas bukit
diatas posisi perlindungan rekan-rekan Indobatt. Belum cukup dengan tembakan
bantuan, disebarlah bom fosfor yang dengan dahsyatnya membakar apa saja yang
diatas tanah. Tidak cukup dengan *Apache*, jet tempur mulai masuk dengan
tembakan kaliber 12,7 mm menyebar butiran peluru ke beberapa bangunan yang
berdiri di atas bukit.
*Serangan dahsyat itu berlangsung selama kurang lebih 1 jam.*
Komandan terus mengadakan kontak dengan *Kapt INF Fardin* untuk mengetahui
berapa jumlah personil terakhir. Diperoleh jawaban bahwa dua orang hilang.
Berita hilangnya dua prajurit Indobatt ini disisi lain menyebabkan urungya
Israel membombardir seluruh wialyah perbukitan Addaisse. Israel tidak ingin
serangan mereka menyebabkan kerugian nyawa maupun materiil pasukan
Internasional. Kami tahu hal ini karena Perwira LNO (Liaison Branch)
berpangkat Mayor dari Portugal, yang kebetulan berhasil lolos dari
pertempuran dan mengungsi ke Markas Indobatt.
Perwira Menengah ini masih dengan suara bergetar dan tangan yang gemetar
menunjukkan posisi kedua prajurit dipeta berdasarkan kotak terakhir
dengannya di lokasi insiden. Kemudian dengan menggunakan telpon genggamnya
dia berkomunikasi dengan pihak Israel memberikan informasi posisi terakhir
dua orang prajurit Indobatt ini.
Akhirnya diketahui bahwa kedua prajurit Indobatt tersebut telah berhasil
mengundurkan diri ke arah *Kafer Kela* posisi terdekat outpost Batalyon
Spanyol. Namun demikian rupanya semenjak terjadinya letusan pertama, Brigade
Sektor Timur telah memerintahkan seluruh pasukan UNIFIL ditarik dari posisi
masing-masing untuk kembali ke markas dan melaksanakan prosedur kontingensi.
Mengetahui bahwa outpost Batalyon Spanyol sudah ditarik mundur, kedua
prajurit ini berinisiatif untuk terus mengundurkan diri ke arah outpost
kedua Batalyon Spanyol yang berada di Fatima Gate.
Setelah berjalan melambung mengikuti kontur bukit sejauh lebih dari 3 KM,
mereka mencapai posisi outpost kedua Spanyol di Fatima Gate. Namun demikian
mereka tidak menemukan satupun pasukan kawan karena semua personil sudah
ditarik mundur.
Pada saat itu melintas sebuah kendaraan warna merah yang di kemudikan oleh
seseorang yang mengenal prajurit Indobatt. Pengemudi ini adalah kawan binaan
Indobatt yang juga bekerja memungut sampah di Markas Indobatt di Adshit Al
Qusayr. Mengetahui dua orang prajurit Indobatt kelelahan ditawarkan
kepadanya minuman jus dan air mineral. Tidak disadari bahwa pertemuan mereka
ini diliput oleh stasiun TV Al Manar <http://en.wikipedia .org/wiki/ Al-Manar>.
Meskipun pengemudi sudah melarang Media ini untuk meliput peristiwa ini
mereka tetap saja memaksa untuk melakukan kegiatannya. Mengetahui situasi
semakin tidak kondusif pengemudi ini segera meminta kedua prajurit Indobatt
masuk ke mobil yang dia kemudikan dan mengantarkan keduanya kembali ke
Markas Indobatt UN POSN 7-1 Adhsit AlQusayr.
Sungguh diluar dugaan semua pihak bahwa pengunduran yang telah susah payah
ditempuh dan kedekatan dengan penduduk Lebanon yang diliput Al Manar justru
dipelintir sebagai skandal terburuk untuk menjatuhkan UNIFIL sekaligus
Indobatt. Malam itu disiarkan keseluruh Lebanon bahwa Dua Prajurit TNI Kabur
dari Medan Tugas dengan Menggunakan Taksi.
Berita ini langsung dijadikan referansi oleh seluruh media Lebanon baik
elektronik maupun cetak bahkan media di Indonesia. Dampaknya segera terasa
setelah itu. Semua prajurit Indobatt yang melaksanakan tugas di lapangan
dikecam dan di permalukan. Prajurit Indobatt dikatakan *chicken*, *culprit*,
*afraid of Israel*, *Kafir*, *Munafik*.
Saya sendiri, pada malam kedua mendapatkan perintah untuk mengawal dua buah
truk air dalam rangka mengisi mobil Pemadam Kebakaran milik Civil Defence At
Taybeh yang sedang membersihkan puing-puing dan darah bekas insiden di Pos
LAF Addaisse.
epanjang perjalanan setiap kami berpapasan dengan para pemuda lokal mereka
memberikan isyarat (maaf) jari tengah dinaikkan dan mengatakan
*“TAXI”*; *“Indonesia
Taxi”*; *“Indonesia Chicken”* (tangan ditarik ke ketiak dan menggerakkan
seolah sayap ayam); *“Indonesia afraid”*; *“Indobatt munafik”*. Kami diam
tidak bereaksi.
*Sungguh hancur reputasi kami yang telah sangat-sangat baik dalam waktu satu
malam. Seperti Panas Setahun di hapus hujan sehari.*
Namun demikian kami tetap professional menjalankan tugas membantu
rekan-rekan Civil Defence At Taybeh membersihkan darah dan puing-puing
akibat hantaman tank Markava Israel. Kami tetap sabar dan tabah. Kami tetap
melaksanakan tugas melayani masyarakat di bidang kesehatan, kami tetap
melaksanakan Kursus Bahasa Inggris dan kursus computer untuk masyarakat
Lebanon. Meskipun kami sadar bahwa kesabaran ada batasnya, kami harus
meyakinkan diri bahwa kesabaran menghadapi orang Lebanon adalah
tidak berbatas.
*Terlebih lagi adalah sebuah kenyataan bahwa tugas kami adalah sebagai
pasukan penjaga perdamaian. Tugas ini mulia dan merupakan kehormatan bangsa*
. (RN)
http://pralangga. org/articles/ black-campaign- al-manar- terhadap- indobatt
---
Kalo nggak ada *Kopda Zulkarnain* dan *Praka Oksa, kerugian LAF akan lebih
besar, dan begitulah cara mereka berterima kasih.
==============================================================
Satrio Arismunandar
Executive ProducerNews Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 3542, Fax: 79184558,
79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.com
HP: 0819 0819 9163
"Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan turunnya si tigawarna
(Belanda). Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, belumlah pekerjaan
kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyaknya keringat"
(Pidato Bung Karno, 17 Agustus 1950)
[Non-text portions of this message have been removed]