DOA BUNG KARNO SETELAH PROKLAMASI
Photo: courtesy of Alwi Shahab
http://alwishahab.files.wordpress.com/2008/08/20080820165248.jpg
Pidato Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 oleh Bung Karno
Saudara-saudara sekalian ! Saya telah minta Saudara-saudara hadir disi...ni
untuk menyaksikan satu peristiwa maha penting dalam sejarah kita.
Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk
kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun !
Gelombangnya aksi kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak
berhenti-henti. Di dalam jaman Jepang ini, tampaknya saja kita
menyandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakekatnya, tetap kita
menyusun tenaga kita sendiri, tetap kita percaya kepada kekuatan
sendiri.
Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib
bangsa dan nasib tanah air di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa
yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri
dengan kuatnya.
Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah
dengan pemuka-pemuka Rakyat Indonesia, dari seluruh Indonesia.
Permusyawaratan itu seiya-sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang
saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita. Saudara-saudara ! Dengan ini
kami nyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah Proklamasi kami :
PROKLAMASI
Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan
Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain,
diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang
sesingkat-sesingkatnya.
Jakarta, 17-8-1945 Atas nama Bangsa Indonesia
SOEKARNO-HATTA
Demikianlah Saudara-saudara ! Kita sekarang telah
merdeka ! Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan
bangsa kita !
Mulai saat ini kita menyusun Negara kita ! Negara
Merdeka, Negara Republik Indonesia, –merdeka kekal dan abadi. Insya
Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu.
===============================================================
Date: Monday, August 16, 2010, 6:28 PM
NATO: NO ACTIONS TJITRA ONLY
Pengamat: Pidato SBY Datar
Headline News / Polkam / Senin, 16 Agustus 2010 11:41 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato
kenegaraan di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat. Namun, menurut sejumlah
pengamat politik, pidato Presiden datar.
Cendekiawan Komaruddin Hidayat, misalnya. Harusnya, kata dia, pidato itu lebih
menukik kepada substansi masalah. "Tapi tadi SBY bicara normatif. Tidak masuk
pada substansi. Datar-datar saja," kata Komaruddin di Jakarta, Senin (16/8).
Komaruddin menilai pidato tersebut kurang inspiratif. "Saya berharap ada satu
visi, komitmen dan pikiran yang jernih. Tapi pidato tadi tidak membangkitkan
suatu optimisme bagi saya," pungkas Komaruddin.
Sementara pakar komunikasi politik Effendy Ghazali menilai tidak ada
perkembangan dalam pidato presiden dari tahun ke tahun. Menurut Effendi, pidato
SBY hanya mengangkat keberhasilan dan tidak menyinggung kegagalan.
Kritik keras pun dilontarkan pengamat politik Eep Saefullah Fatah. Menurut
Eep, SBY tanpa ekspresi saat berpidato. "Sebagai komunikator, saya tidak
tergugah dengan cara berpidato seperti itu," tegas Eep.
Dalam pidatonya, menurut Eep, SBY sebagai seseorang yang terus berkampanye
sepanjang hayat. "Ketika kampanye, Anda bisa ngomong indah. Saat memerintah,
puisi itu harus menjadi prosa. Untuk hal itu, SBY terus berpuisi," kata
Eep.(RAS)
__
[Non-text portions of this message have been removed]