“Semula dikira dari selang dan regulator, ternyata ada masalah lain. Tidak 
samanya harga gas dan pengoplosan”, demikian kata Presiden SBY seperti dikutip 
dari sebuah sumber berita online.
 
Penjelasan dari Presiden SBY tersebut diatas secara tidak langsung telah 
membantah penjelasan-penjelasan dari beberapa pihak yang mengatakan bahwa 
sumber 
masalah ledakan beruntun tabung gas Elpiji bukan berasal dari tabungnya 
melainkan berasal dari selang dan regulatornya.
 

Tidak samanya harga jual atau disparitas harga antara gas Elpiji tabung 3 Kg 
dengan tabung 12 Kg memicu praktik pengoplosan gas dari tabung 3 kg ke 12 kg 
itulah yang kemudian menyebabkan terjadinya kecelakaan ledakan gas elpiji 
secara 
beruntun.
 
Untuk itu, pihak pemerintah akan melakukan pembenahan berupa perubahan 
spesifikasi gas sehingga bau gas menjadi lebih menyengat, sehingga diharapkan 
kebocoran akan lebih mudah dikenali.
 
Disamping itu, pemerintah juga akan menghilangkan disparitas harga gas antara 
gas elpiji tabung 3 Kg dengan 12 Kg, sehingga akan meniadakan praktik 
pengoplosan.
 
Penghilangan disparitas harga itu berarti menaikkan harga gas elpiji tabung 3 
Kg 
menjadi sama dengan harga gas elpiji 12 Kg.
 
 
Rupanya begitulah fakta baru menurut penjelasan pemerintah yang telah menjadi 
penyebab ledakan tabung gas elpiji secara beruntun.
Dan, rupanya dengan menaikkan harga gas elpiji tabung 3 Kg yang menjadi cara 
pemerintah dalam mengatasinya.
 
Semoga cara itu tak menjadikan harga barang lainnya menjadi ikut terkerek naik 
karenanya. Mengingat belum lama ini kenaikan Tarif Dasar Listrik pun telah 
mendahuluinya, dinaikkan harganya oleh pemerintah.
 

Akankah, pendapatan rakyat akan dinaikkan pula oleh pemerintah ?.
 

Wallahualambishshawab.
 
*
Fakta Baru Elpiji
http://ekonomi.kompasiana.com/group/bisnis/2010/08/22/fakta-baru-ledakan-tabung-lpg/

http://politikana.com/baca/2010/08/23/fakta-baru-elpiji.html
*


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke