Nurul Dituduh Berkhianat
 
 
  
 
 Kompas - Senin, 23 Agustus
 
 
 
 

 
 
 
 
 Nurul Dituduh Berkhianat
  
 
  

 KUALA
LUMPUR, KOMPAS.com - Nurul Izzah (30), putri tokoh oposisi Anwar
Ibrahim, dituduh berkhianat akibat wawancara yang dimuat di harian
Kompas (5/8). Komentar Nurul tentang kapal selam bermasalah yang dibeli
Malaysia dari Perancis jadi dasar dakwaan membahayakan keselamatan
negara.
 Nurul menjawab tuduhan serius itu dalam situs
www.freemalaysiatoday.com (FMT). Sementara pihak Angkatan Laut Diraja
Malaysia melaporkan Nurul ke Balai Polis Hulu Kelang tanggal 17 Agustus
lalu.
 Hasil wawancara dengan harian Kompas yang dijadikan
dasar tuntutan militer terhadap Nurul adalah keterangan ”...kapal selam
itu tidak bisa menyelam dan persenjataan yang dibeli ternyata sudah
kedaluwarsa.”
 Oleh sebagian media pro-pemerintah, Nurul pun
dicap sebagai pengkhianat nomor satu karena menceritakan kondisi kapal
selam Kapal Diraja Tunku Abdurahman yang tak dapat menyelam dan
persenjataannya sudah kedaluwarsa.
 Dalam jawaban di situs FMT,
Nurul menjelaskan, keterangan kepada harian Kompas berdasarkan jawaban
yang disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia di Dewan Rakyat (parlemen
Malaysia) pada 17 Maret 2010 tentang kapal selam tak bisa menyelam.
 Sebelum
Angkatan Laut Diraja Malaysia mengadukan Nurul ke Polisi Diraja
Malaysia, Menteri Pertahanan Ahmad Zahid Hamidi menilai komentar Nurul
sudah mencederai citra Malaysia dan membahayakan negara.
 Dituduh
demikian, Nurul menjawab tudingan pengkhianat bangsa lebih tepat
diarahkan kepada pihak yang membiarkan korupsi merajalela di sektor
pertahanan. ”Jika Menteri Ahmad Zahid adalah patriot, kenapa tak
mendukung Komisi Anti-Korupsi Malaysia untuk menyelidiki pemberian
komisi kepada perusahaan Perimekar Sdn Bhd dari perusahaan Perancis
dalam pembelian kapal selam itu yang ditanyakan parlemen tanggal 2 Juli
2010,” kata Nurul.
 Kasus korupsi sebesar 114 juta euro (Rp 1,2
triliun lebih) itu tengah disidangkan di Perancis. Perimekar Sdn Bhd
adalah perusahaan milik Abdul Razak Baginda, seorang rekan dekat
Perdana Menteri Najib Razak.
 Nurul menambahkan, seperti
diberitakan Bernama (6/8), latihan Angkatan Laut yang dilakukan setahun
sekali di Malaysia demi penghematan dari semestinya tiga kali justru
lebih membahayakan keselamatan dan keamanan negara.
 Ahmad
Zahid Hamidi dalam thestaronline.com (19/8) meminta politisi tak
memolitisasi isu pertahanan nasional.(FMT/TheStar/Bernama/ONG) 
 




Satrio Arismunandar 
Executive ProducerNews Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 3542,  Fax: 79184558, 
79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.com
HP: 0819 0819 9163

"Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan turunnya si tigawarna 
(Belanda). Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, belumlah pekerjaan 
kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyaknya keringat"

(Pidato Bung Karno, 17 Agustus 1950)


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke