Salam Pramuka dan salam perjuangan,
   
  Mencermati perkembangan akhir di Kwarda Jawa Barat, kami makin resah.
  Pertemuan dengan Kwarcab-kwarcab telah digelar dan digiring (tergiring) untuk 
penyelenggaraan Musyawarah Daerah Luar Biasa, konsep yang dikeluarkan 
pertamaklali oleh Ahmad Djodjo, Wakil  Ketua Kwarda yang sampai hari-hari 
terakhir dianggap mengganjal di Kwarda Jawa Barat. Di Rakerda terakhir, ia 
dengan sengaja telah mengeluarkan surat yang menyerang sesama pengurus, suatu 
tindakan tendensius yang berhubungan erat dengan ajakannya untuk bermusdalub.
   
  Menjadi menarik untuk mempertanyakan apakah goal musdalub bagi Ahmad Djodjo ? 
Tampaknya ia cukup matang berhitung dan kemungkinan besar sudah punya Calon 
Ketua Kwarda yang siap ia tiup keluar jika musdalub jadi. Pastinya Ketua 
terpilih akan menguntungkan dirinya. Yang pasti ia begitu semangat menyerang 
siapa yang tidak berkenan dengan ide musdalub.
   
  Di sisi lain, penggagas musdalub lain berkehendak musdalub hanya beragenda 
tunggal yaitu menerima permohonan berhenti Masduki Ketua Kwarda dan memilih 
penggantinya. Ketua baru terpilih bisa jadi memimpin Kwarda dengan kepengurusan 
baru karena ia pemegang mandat baru.
   
  Di sinilah kita harus waspada dengan strategi lari dari tanggungjawab.
   
  Dalam masa kepemimpinan Masduki banyak sekali borok-borok yang ditutup-tutupi 
yang sebenarnya merupakan kegagalan kepemimpinannya. Jambore Nasional masih 
menyisakan persoalan transparansi pertanggungjawabannya, yang diikuti dengan 
rumitnya pelaporan keuangan, korupsi, penggelembungan, pertanggungjawaban yang 
tak jelas. Hingga kini siapa yang tahu laporan pertanggungjawaban resmi Jambore 
Nasional ?
   
  Belum lagi Pertisakanas yang juga diriuhrendahkan dengan rumor korupsi dan 
penyalahgunaan keuangan,
   
  Terakhir Lomba Tingkat Empat yang akuntabilitas hasilnya tidak bisa 
dipertanggungjawabkan, ditambah mismanajemen yang parah. Panitia tak kunjung 
terbentuk hingga mendekati hari H.  Digandeng dengan Jamnas, hal ini 
menggambarkan ketidakbecusan Andalan Daerah urusan Pramuka Penggalang. Dua 
kegiatan acak-acakan.
   
  Musdalub ini adalah kesempatan emas Masduki untuk lari dari tanggungjawab. 
Dengan terpilihnya Kakwarda baru, maka semua borok-borok yang terjadi kemarin 
menjadi tidak akan bisa diminta pertanggungjawabkan. Akan dengan santainya, 
jawaban dikemukakan : " Yang kemarin kan masa kepemimpinan Kak Masduki ..." 
Selesai. Dipetieskan.
   
  Kalau hal ini terjadi maka proses pembusukan Gerakan Pramuka akan jadi sangat 
kentara. 
   
  Olehkarena itu pilihan hanya dua :
  Satu, gagalkan musdalub.
  Dua, jika musdalub jadi, maka Masduki harus hadir untuk 
mempertanggungjawabkan semua yang terjadi di masa kepemimpinannya.
   
  Selamatkan Gerakan Pramuka Jawa Barat !!!
   
   
   
   
   
   
   

 
---------------------------------
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and 
always stay connected to friends.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke