Dimuat di Suara Pembaruan Minggu, 24 Juni 2007:
   
  Anak Jalanan Latihan Pramuka
   
  Biro Kepanduan Asia-Pasifik telah menunjuk Gerakan Pramuka (Indonesia) 
sebagai salah satu pelaksana proyek percontohan (pilot project) pembinaan anak 
jalanan. Selain Indonesia, negara lainnya yang juga melaksanakan proyek serupa 
adalah Bangladesh, Filipina, India, Nepal, dan Srilanka.
  Di Indonesia, proyek percontohan tersebut dilakukan di dua tempat di Jakarta, 
yaitu di Kecamatan Matraman dan di Kecamatan Kramat Jati, keduanya di Jakarta 
Timur. Gerakan Pramuka mencoba mengajak anak-anak jalanan maupun anak-anak dari 
rumah singgah yang ada di tempat itu, untuk ikut dalam kegiatan kepramukaan. 
  Sesuai dengan arahan dari Biro Kepanduan Asia-Pasifik, anak-anak yang dibina 
adalah mereka yang berusia Penggalang (11-15 tahun). Namun pada kenyataannya, 
beberapa anak yang masih berusia Pra Siaga (di bawah 7 tahun) dan Siaga (7-10 
tahun), tertarik pula bergabung, sehingga diikutkan pula dalam kegiatan 
kepramukaan dalam proyek percontohan tersebut.
  Dana dari proyek tersebut diperoleh dari Biro Kepanduan Asia-Pasifik. Namun 
karena jumlahnya terbatas, maka dalam pelaksanaan proyek itu, diterima pula 
bantuan dari sejumlah donatur. Baik dalam bentuk penyediaan pakaian seragam, 
makanan, maupun peralatan latihan kepramukaan.
  Saat ini, latihan di Kecamatan Matraman dipusatkan di lapangan Depo Stasiun 
KA Jatinegara. Latihan yang diadakan setiap hari Minggu pukul 10.00 sampai 
12.00 WIB itu, diikuti oleh 27 anak. Sedangkan di Kecamatan Kramat Jati, 
latihan dipusatkan di taman Garuda, jalur hijau yang terletak di dekat lampu 
merah Tamini Square, dari pukul 14.30/15.00 sampai 17.00 WIB. Di Kramat Jati 
tercatat 28 anak ikut serta dalam latihan kepramukaan.
  Mereka yang ikut serta terdiri dari berbagai macam latar belakang. Ada yang 
menjadi pengamen anak-anak, ada yang orangtuanya buruh tidak tetap, ada yang 
orangtuanya pelayan rumah makan, dan sebagainya. Namun semuanya menunjukkan 
kegembiraan mereka dapat ikut berlatih dan aktif dalam kegiatan kepramukaan. 
  Hal itu dapat terlihat, setiap Minggu pagi anak-anak yang ikut latihan 
pramuka telah bersiap di rumah singgah masing-masing. Saat para pembina pramuka 
datang, mereka menyambutnya dengan gembira, bahkan berebutan bersalaman tangan 
dengan para pembina pramuka.
  Latihan yang diadakan dalam bentuk permainan yang mengandung unsur 
pendidikan, tampaknya menjadi daya tarik bagi anak-anak tersebut. Mereka yang 
selama ini mungkin kurang diperhatikan dan kurang memperoleh kesempatan 
bermain, padahal permainan seharusnya menjadi bagian dari masa anak-anak 
mereka, akhirnya mendapatkannya di latihan kepramukaan.[B-8]
   
   

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke