he2... ya sebelum membubarkan gudep2 agar sesuai
standar boleh jadi yang strategis membubarkan dulu
kwarnas dan kwartir2 nya dulu x ya... atau ayam dulu
telor dulu ? habis monopoli sich jadinya bingung
sendiri... gudep dulu kwartir dulu yang harus dibenahi
itu... kayaknya semuanya dulu... artinya kebijakan
soal penyelenggaraan pendidikan kepanduan di indonesia
alias keppres nya dulu cabut... nah baru benahi
semuanya... bikin gudep... terus baru bikin kwartir2
lewat mus mus itu yang berjenjang... skarang kan udah
kebalik2 meluncur dari atas ke bawah...
eh kok jadi ngelantur... kan pokok soalnya 'uang' ya?
ya cuma pangkal masalahnya kan kebijakan ttg
penyelenggaraan pendidikan kepanduan di indonesia toch
yang sudah lama carut marut dibiarkan saja... jadi
sduah tak terasa atau pura pura tak terasa ada
penyimpangan disana sini termasuk salah urus dalam
soal ngurus uang dan asset2 jd tak banyak manfaat buat
organisasi... ada tidak ada kwartir2 kelihatanya
gudep2 dan para pramuka itu jalan terusss... spt juga
rakyat indonesia ada tidak ada pemerintah mereka hidup
terusss.... he2 memang kelihatannya keberadaan pramuka
dan gerakan pramuka miniatur indonesia kita ini yang
masih carut marut... smoga cepat selesai merdekanya...
dmar
--- Direktur Insight Academy <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Jangan andalkan ujung tombak "gugusdepan" kalau
> memang tidak layak diandalkan. Kondisi pramuka
> secara nasional sekarang bukan layak membiayai diri
> sendiri, tapi masih layak dan seharusnya dibiayai.
> Olah karenanya, secepatnya lakukan penertiban
> gugusdepan-gugusdepan yang ada di indonesia agar
> seandainya kwarnas punya uang biasa membiayai tepat
> sasaran.
> Ada beberapa langkah menuju kondisi seperti itu"
>
> Tertibkan gugusdepan, pramuka HARUS menghapus
> sistem gugusdepan yang berpangkalan di sekolah, dan
> segera bentuk gugusdepan teritorial yang benar-benar
> serius ngurusin pramuka. Jgn keliru menafsirkan
> prinsip sukarela yang menyebabkan "seenaknya"
> mendirikan gugusdepan sehingga pramuka tidak
> terurus.
> Segera cari sumber dana halal di luar swadaya
> dengan bekerja sama dengan dunia industri. Pramuka
> bisa meluncurkan Video CD yang menjelaskan
> aturan-aturan (PP) berpramuka yang benar. Jgn
> andalkan kursus-kursus pemmbina, instruktur, pelatih
> ataupun pelatih profesional untuk mensosilisasikan
> aturan main pramuka. video-video CD kan bisa dijual
> dan menghasilkan uang. (saya bisa bantu kalo seperti
> ini).
> Maksimalkan pengelolaan aset yang bisa
> dikomersialkan dan dijual ke pihak lain (saya juga
> bisa bantu ini). Kalau bisa jual ke dunia usaha
> dengan harga layak. Sehingga nantinya bisa menutupi
> biaya pembinaan pramuka. (oh ya.. staf kwranas
> juga). Jgn sampai terbalik. Gara-gara kita punya
> prinsip swadaya dalam pengumpulan dana, kwarnas
> hanya mengandalkan sumber itu. Kalo bisa maksimalkan
> aset pramuka dan tekan seminimal mungkin sumber dana
> dari swadaya peserta.
> Lakukan kegiatan pembinaan yang "layak jual" agar
> diminati oleh remaja dan menjaring anggota baru
> pramuka "yang benar-benar pramuka"
> Lakukan kegiatan-kegiatan keterampilan bisnis dan
> investasi untuk para penegak dan pandega agar
> menjadi kekuatan baru sebagai salah satu sumber dana
> dari usaha yang dikembangkan (saya juga bersedia
> membantu untuk mengundang orang-orang kompeten agar
> bisa merancang sistem pendidikan wirausaha
> berkelanjutan). Bukankah pramuka juga punya
> instrumen pendidikan kewirausahaan. Masak sih..
> pendidikan kewirausahaan hanya menghabiskan uang dan
> bukan memberi timbal balik. Pramuka pandega di
> perguruan tinggi saja sekarang ini belum bisa
> mencari sponsor, bisa cuma minta rektor, pemerintah,
> dan ngemis-ngemis cari donatur. Seharusnya, Kwarnas
> mengevaluasi keberadaan pandega-pandega yang hanya
> jadi beban ini.
> Adakan silaturahmi door to door mendatangi
> pengusaha-pengusaha yang peduli pada pramuka.
> Seharusnya, kwarnas memiliki data base-nya,
> Sebenarnya, banyak pengusaha-pengusaha sukses yang
> dulunya juga anggota pramuka dan masih punya sikap
> sukarela untuk "menyumbang dana" ke pramuka. Mereka
> bisa didatangi, ini bisa dioptimalkan. Pramuka
> jangan minta ke politikus atau pejabat pemerintah..
> (kan sarat KKN)
>
> Bersihkan seluruh elemen organisasi pramuka dari
> sarang-saran koruptor agar koruptor-koruptor tidak
> bersarang di dalamnya (Maaf, saya tidak bisa
> menawarkan bantuan untuk ide ini, krn jangan-jangan
> saya juga teman salah satu koruptor yang ada di
> pramuka). Hati-hati dengan ide ini..! Pramuka jangan
> melakukan sendiri. Gunakan tugas dan wewenang KPK,
> auditor publik, dan "pendidikan dan latihan khusus
> anti korupsi (diklatsustikor)"
> Kalo ketujuh langkah ini sudah dilakukan maka
> mulailah memberdayakan gugusdepan agar bisa
> memaksimalkan sumber dana swadaya.
> Untuk program-program yang berhubungan dengan
> produksi sesuatu semisal penerbitan Buku, VCD,
> kaset, poster, kegiatan-kegiatan insidental, atupun
> apa saja, saya siap merancang kegiatan dengan dana
> minimal agar bisa efektif, tidak terjebak "harus"
> proses lelang, dan tidak menarik minat untuk korupsi
> berjemaah.
>
> Siapa pun yang peduli dengan pramuka saat ini, bisa
> menghubungi saya (japri) atau ke 08179239711 /
> 0818578035 / 0817613477 / 08562302220. atau email:
> [EMAIL PROTECTED] co.id atau mercergard@ ya hoo.co.id.
>
> -Udex, yang masih peduli juga sama pramuka.
>
>
> Berthold Sinaulan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam Pramuka,
> Terima kasih buat semua komentarnya. Setahu saya,
> Kwarnas GP selain mendapatkan dana dari APBN, juga
> melakukan berbagai usaha untuk mengumpulkan dana
> sendiri. Selain lewat Madu Pramuka atau usaha jasa
> TRW/Buper yang sudah amat dikenal, kini juga sudah
> mulai ada penerbitan buku-buku pramuka. Tahap
> pertama memang masih cetak ulang dan revisi dari
> buku-buku pramuka karya Kakak MH Takijoeddin yang
> jadi "bacaan wajib" waktu saya Penggalang dulu. Tapi
> nantinya akan dikembangkan menjadi penerbitan yang
> bisa memperoleh keuntungan (bahkan dengan chicklit
> dan teenlit yang "berbau pramuka", kalau ada yang
> punya naskah silakan kirim ke lembaga penerbit
> Kwarnas GP - FYI: saya bukan pengurusnya lho).
> Kedai Pramuka juga sudah mulai diperbaiki dengan
> menyediakan perlengkapan outdoor yang lebih diminati
> generasi muda saat ini. Mudah-mudahan bisa berjalan
> (FYI: saya juga bukan pengurusnya lho).
> Jadi intinya, bukan tidak ada kesungguhan dari
> Kwarnas GP untuk mencari dana sendiri. Kalau ada
> yang punya ide menarik, silakan saja mengemukakan
> idenya.
> Soal volunteer yang disuruh bayar iuran lagi,
> saya tidak merasa keberatan. Bahkan untuk kegiatan
> pembinaan anak jalanan di Matraman dan Kramat Jati,
> saya juga (walau cuma sedikit, karena mampunya cuma
> sedikit itu), mengeluarkan dana untuk kelancaran
> latihan kepramukaan.
> Makanya, kalau kakak-kakak atau adik-adik ingin
> membantu, silakan sekali. Terutama yang saat ini
> dibutuhkan untuk 55 anak (27 di Matraman, 28 di
> Kramat Jati):
> - buku tulis dan pinsil/bolpen
> - buku gambar dan pinsil warna/crayon
> - buku bacaan anak (bekas juga boleh, asal
> kondisi masih baik, belum terkoyak atau ada bekas
> coretan)
> - kertas warna/kertas origami
> - kain ukuran 15 x 15 cm (warnanya apa saja)
> - benang jahit dan jarumnya (benangnya warnanya
> apa saja)
> Terima kasih.(terima kasih juga untuk Kak Farli
> yang ikut menyemangati kegiatan latihan pembinaan
> anak-anak jalanan).
>
> Berthold
>
>
> Andalie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kenapa ya, kalau bahas pendanaan lebih
> banyak menyorot ke
> Kwartir, padahal yang terpenting di level ujung
> tombak
> yaitu gugusdepannya.
>
> Kemudian, soal Kwartir, kalau kita baca AD GP pasal
> 18
> point a: Anggota muda dan anggota dewasa muda
> Gerakan
> Pramuka dihimpun dalam gugusdepan-gugusdepan dan
> anggota
> dewasa dihimpun di Kwartir.
>
> Kalau dari sana, maka seharusnya yang bayaran iuran
> untuk
> kwartir ya para anggota dewasa, bukannya anggota
> muda.
> Anggota muda bayar iuran untuk gugusdepan. Coba
> lihat
> salah satu point di SKU.
>
> Nah, berhubung anggota dewasa itu dihimpun di
> Kwartir,
> sudah seharusnya para Mabi, pembina dan andalan lah
> yang
> iuran untuk menghidupi Kwartir. Itu beratnya, sudah
> jadi
> volunteer, suruh iuran lagi he he he...
>
> Terakhir,selamat berjuang buat Kak Berthold yang
> sedang
> melakukan pembinaan di Matraman dan Kramat Jati.
> Semoga
> berhasil Kak....
>
> Farli
>
> On Wed, 27 Jun 2007 11:22:04 +0700
> "Randi Triadi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > yet more reason for us yang bisa ngases internet
> ini
> >untuk menabung
> > sehingga kita bisa ngebantu sesama pramuka...
> mungkin
> >perlu dibuatkan
> > kayak trust fund yang dikumpulkan oleh pramuka
> untuk
> >pramuka...
> >
> > mungkin wording saya mengenai pendanaan kwarnas
> agak
> >salah, tapi tetep
> > aja, harusnya kita bisa mencari jalan agar kita
> bisa
> >jadi NGO yang
> > self sustaining... kan banyak cara menuju roma...
> >
>
=== message truncated ===
____________________________________________________________________________________
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing.
http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/mail/index.php