nah, baru itu namanya kreativitas... simple tapi fisible... asal mau aja dmar
--- "Ari Wijanarko Adipratomo, A+" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam Pramuka, > > Membaca email kakak kakak sekalian, kalau boleh saya > sedikit menyumbang ide masalah pembiayaan yang > sangat klasik di organisasi kita. > > Mungkin saya ingin mengawali share saya ini dengan > berbagi informasi bahwa nggak cuman Pramuka > Indonesia lho yang kekurangan biaya. Boy Scouts of > America sebagai organisasi kepanduan nomer 2 > terbesar di dunia-pun menghadapi masalah yang serupa > dengan kita. Namun sepertinya masalah disini > (mungkin) tidak se-severe di Indonesia. Saya akui > gudep gudep disini memang sangat kreatif dalam upaya > menggalang dana bagi kelangsungan kegiatan gudep > tersebut. > > Ambilah contoh gudep2 siaga disini, mereka berupaya > menggalang dana dengan jalan antara lain: menjual > popcorn, (bagi girl scoutsnya pasti dengan "merk > dagang" terkenal mereka, girl scouts cookies); jasa > pencucian mobil di musim panas; menjual chocolate > dan lain lain. Sementara bagi gudep Penggalang, > banyak dari mereka yang menjadi tukang sapu atau > staf temporary di municipal office Village setempat > selama musim panas. dan bermacam macam lagi kegiatan > yang mereka lakukan untuk menggalang dana bagi > kegiatan Gudep. mereka tanpa sungkan rela bekerja > keras. > > Kebetulan konsep kemandirian Gudep ini pernah saya > terapkan semasa Ambalan di SMU. Berbekal pengetahuan > yang didapatkan beberapa anggota dari Raimuna Daerah > ,( membuat Manisan lidah buaya dan minuman lidah > buaya) Ambalan kami mampu mendanai kegiatan > operasional ambalan dari keuntungan berjualan > manisan dan minuman tersebut (yang dititipkan ke > kantin sekolah). Kami hampir tidak bergantung dari > pendanaan sekolah. Bila ada kegiatan yang berskala > besar (yang tentunya dananya juga banyak) kami > sebisa mungkin mengdakan kegiatan Gabungan dengan > Ambalan SMU-SMU lain, sehingga sewaktu itu tercipta > "gudep teritorial" yang unofficial yang merupakan > gabungan Ambalan SMU 9, 7 dan 5 Bogor. Dengan > kegiatan gabungan, kami dapat menekan biaya > operasional dan juga biaya yang harus dikeluarkan > anggota ambalan. Malah dengan surplus dari > berjualan, kami Alhamdulillah dapat membantu anggota > yang memiliki "keperluan lain". Bukankan tangan yang > diatas lebih baik dibanding tangan yang dibawah? > > > > Untuk masalah biaya KMD/L yang cukup besar, kembali, > itu bukan masalah di Indonesia saja. Untuk BSA, > kursus woodbadge itu patokannya cukup besar, > berkisar antara US$ 200-350. Apalagi untuk ukuran > kantong mahasiswa yang cekak, uang sejumlah itu > cukup besar juga. Bila dibandingkan dengan seminar > seminar yang berkaliber menengah, sebenarnya biaya > ini cukup dibilang mahal. Namun Kwartir NWSC > mengakalinya dengan membuka "rekening" bagi para > peserta. Kursus KMD/L diumumkan in advance (biasanya > satu bulan setelah kursus tahun lalu berakhir, atau > 11 bulan sebelum kursus itu sendiri dimulai). dengan > sistem rekening, peserta kursus dapat mencicil biaya > itu, lama lama akhirnya terkumpul juga. Saya kira > teknik serupa dapat diterapkan di Indonesia. if such > a simple way can be taken, why should we take > complicated way? > > > Ide ide lain untuk mengakali masalah pendanaan : > > 1. Mencari sponsor dalam kegiatan. > > Seperti Gudep Siaga BSA yang berjualan popcorn, > mereka mengcontact produsen popcorn dan mereka > mendapatkan deal yang cukup bagus, apalagi ketika > perusahaan tsb mengetahui popcorn mereka akan dijual > untuk fundraising, biasanya ada diskon. Apa salahnya > bila Gudep ingin berwirausaha untuk mengontak > Grocery Stores? > > Atau seperti contoh semasa ambalan saya dimana kami > bekerjasama dengan WARNET, saling menguntungkan. > Mereka mensponsori kegiatan Pramuka, kami mampu > mengiklankan mereka di Sekolah, plus menarik anggota > Ambalan menjadi member mereka. > > > 2. Mencari kakak kakak kita yang telah mapan di > perusahaan untuk diminta jadi donatur > > trik ini umum bagi Gudep Gudep disini (BSA), mereka > mencari alumni mereka yang telah sukses dan kira > kira tidak berkeberatan membantu pendanaan gudep. > Kadang instansi semacam Bank juga tertarik > mensponsori. > > Maaf kalau kepanjangan nih Kak, saya ingin sekedar > berbagi ide ide saja, siapa tahu dapat berguna. I > realized that maybe nggak semua setuju dengan ide > ide ini, namun saya yakin it's worth to try. > > > Salam Hormat dan Salam Pramuka! > > Ari_chicago > > > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > > --------------------- > Be Prepared > Sekali Pramuka tetap Pramuka > --------------------- > > Pramuka email addresses: > Post message: [email protected] > Subscribe: [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] > > --------------------- > Yahoo! Groups Links > > > > > ____________________________________________________________________________________ Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games. http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow

