kak, prihatin juga apa yang terjadi di LT V. mengenai juri, kadang emang bikin
gak puas. sama seperti lomba-lomba penggalang yang pernah adik-adik gudep saya
ikuti. kadang ada juri yang menurut sebagian besar pendamping dianggap enggak
kredibel. entah karena gak netral, dianggap gak tau materi yang dilombain, dll.
tapi mau gimana lagi, wong panitia yang punya hak kuasa nentuin juri. meski tuh
juri seorang anggota ambalan/ racana yang bisa jadi jangankan KML, KMD aja
belum ikut. sedangkan si pembina pernah ikut KMD/ KML. akhirnya teriakan gak
puas mentok di kata-kata...KEPUTUSAN JURI BERSIFAT MUTLAK & TIDAK BISA DIGANGGU
GUGAT.
mungkin kita harus belajar dari cara IPSI mempersiapkan wasit dan juri untuk
pertandingan silat. mereka men-training terlebih dahulu para pesilat dan harus
meraih sertifkat wasit/juri untuk bisa menjadi wasit/ juri dlm sbuah
pertandingan. dengan cara tersebut, paling tidak keraguan akan kemampuan si
juri bisa berkurang. barulah kita mencari cara mengurangi kecurangan-kecurangan
yang dilakukan oknum.
semoga bermanfaat. salam Pramuka !
________________________________________________________
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]