diambil dari republika. ada benarnya juga bahwa kita KEMBALI harus mengutamakan
keselamatan dan keamanan. masalah itu bukan urusan perusahaan transportasinya
saja, tapi termasuk kita juga.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pelajaran dari Kecelakaan Bus di Cimacan
Kita ikut merasakan kesedihan dan duka mendalam yang dialami orangtua,
keluarga, dan handai taulan para korban kecelakaan Bus Limas (B 7919
PW) di jurang Jembatan Cikundul, Cimacan, Pacet, Cianjur, Jawa Barat,
dua hari lalu (07/07).
Kecelakaan itu telah merenggut nyawa 15
orang (termasuk supir bus) dan melukai 72 lainnya baik berat maupun
ringan. Penyebab kecelakaan diduga akibat rem bus blong. Sebelum
kecelakaan, bus melaju kencang di jalan turunan di Jembatan Cikundul.
Karena rem tak berfungsi, bus lalu menabrak mobil Feroza, mobil pick
up, dan sebuah sepeda motor, sebelum kemudian jatuh ke jurang.
Penumpang
bus adalah para siswa/siswi (sekitar 60 orang) Madrasah Aliyah Arridho,
Depok, Jawa Barat. Sebelum kecelakaan, para siswa itu masih sempat
bersorak gembira dan bernyanyi-nyanyi. Maklumlah, anak-anak itu memang
sedang berwisata dengan tujuan Taman Cibodas, Bogor. Mereka baru saja
lulus atau naik kelas. Dan, dalam rangka perpisahan kelas/sekolah,
mereka ingin mengenangnya dengan berwisata.
Namun, ternyata
nasib berkata lain. Sebelum sampai tempat tujuan, anak-anak itu
mengalami kecelakaan. Tak bisa dibayangkan betapa sedihnya para
orangtua mereka. Anak-anak tersebut, dalam usia yang masih remaja,
telah direnggut hidupnya dari pangkuan orang tua.
Kesedihan dan
duka para orang tua, saudara-saudara, dan keluarga besar Madrasah
Aliyah Arridho tentu saja bukan hanya kesedihan dan duka mereka. Kita
semua juga merasakan sedih dan duka yang mendalam atas 'kepergian'
mereka. Bocah-bocah tadi baru saja lulus/naik kelas. Mereka adalah para
tunas bangsa. Mereka merupakan generasi penerus kita.
Yang jadi
pertanyaan, siapakah yang harus bertanggung jawab atas kecelakaan
tersebut? Untuk diketahui, kecelakaan kendaraan, terutama bus, yang
melibatkan anak-anak sekolah seperti yang terjadi kali ini bukanlah
yang pertama. Beberapa tahun lalu, sebuah bus yang membawa para
siswa/siswi berwisata ke Bali terbakar hangus di Banyuwani, Jawa Timur.
Kecelakaan serupa, dalam skala yang lebih kecil, juga sering
kita dengar. Penyebab kecelakaan bisa macam-macam. Selain sopir yang
ugal-ugalan, mengantuk, kecelakaan juga sering disebabkan oleh
peralatan vital kendaraan yang tidak berfungsi, seperti terjadi pada
Bus Limas sekarang ini.
Yang memprihatinkan, hal-hal sepenting
itu --baik menyangkut sopir ataupun kondisi (keamanan dan kenyamanan)
kendaraan-- seringkali luput dari perhatian sekolah, pihak yang paling
bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan kegiatan sekolah. Acapkali
pertimbangan yang mengemuka justeru soal biaya yang murah, bukan faktor
keamanan dan kenyamanan.
Akibatnya, kendaraan yang digunakan untuk kegiatan di luar sekolah baik untuk
berwisata, study tour, pesantren kilat, out bound,
dan sebagainya terkesan seadanya. Bahkan seringkali menggunakan truk
terbuka dengan hanya berpelindung terpal. Ini belum termasuk jumlah
penumpang yang dijejalkan begitu saja tanpa menghiraukan kapasitas muat
kendaraan.
Lalu untuk apa kegiatan seperti itu dipaksakan bila
harus berakhir dengan duka. Karena itu, kecelakaan bus di Cimacan --dan
juga kecelakaan-kecelakaan lainnya yang melibatkan anak-anak sekolah--
harus menjadi pelajaran dan perhatian kita semua: sekolah, pengusaha
jasa kendaraan, pemerintah (Depdiknas), dan juga orangtua murid.
Peraturan dan persyaratan kendaraan angkut harus diperketat, khususnya
yang terkait dengan keamanan dan kenyamanan, bukan hanya pertimbangan
biaya. Kecelakaan bus di Cimacan harus diusut tuntas untuk mencari yang
salah dan sekaligus siapa yang bertanggungjawab. Kecelakaan ini juga
harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.
________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]