Salam Pramuka Kak Ghozy,
Usulnya nanti saya teruskan. Mudah-mudahan Kwarnas mau menyelenggarakan
karena ini memang penting. Apalagi dengan semakin banyaknya kegiatan yang
dilakukan saat ini.
Sekadar menambahkan, sepengetahuan saya yang termasuk dalam safety & risk
management itu juga adalah bagaimana kita menyetop child abuse (pelecehan
terhadap anak-anak). Ini bukan hanya berkaitan dengan pelecehan seksual yang
memang harus nyata-nyata kita tumpas, sekali pun bukan berada di lingkungan
Gerakan Pramuka.
Tetapi juga pelecehan anak dalam hal lainnya. Contohnya: Panitia
Penyelenggara Jambore Kepanduan Sedunia ke-21 yang akan berlangsung akhir bulan
ini di Inggris MELARANG TUKAR-MENUKAR BADGE ANTARA ORANG DEWASA (PEMBINA)
DENGAN ANAK-ANAK PESERTA JAMBORE.
Seperti kita ketahui, dalam ajang seperti jambore, tukar-menukar badge
merupakan hal yang termasuk paling mengasyikkan. Nah, untuk mencegah jangan
sampai anak-anak peserta jambore "ditipu" oleh orang dewasa dalam tukar-menukar
badge, misalnya orang dewasa memberikan badge yang jelek atau bukan badge
pandu/pramuka atau badge dibilang sangat langka sehingga minta ditukar dengan
dua badge, diadakanlah peraturan itu.
Di kalangan Gerakan Pramuka juga dikenal satuan terpisah antara putra dan
putri, dan pembina putra membina peserta didik putra, demikian pula sebaliknya.
Kecuali, mohon koreksi kalau saya salah, pembina siaga putri boleh membina
perindukan siaga putra. Ini pun bagian dari pencegahan child abuse.
Berthold
ghozy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Usul nih kak Berthold, adain dunk pelatihan Risk
Manajemen. Kalau Kwarnas ga bisa ya Gudep aja ngadain,
kita siapin materi n sebar undangan terbuka. Mbayar
juga orang pasti mau, krn itu penting kan.
ghozy
--- Berthold Sinaulan <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Salam Pramuka,
> Dik Ari, Dik Randy, dan semua kakak dan adik di
> milis ini. Terima kasih mengingatkan kembali
> mengenai survival kit yang penting ini. Kebetulan,
> seperti disebutkan beberapa kakak sebelumnya, kita
> juga sedang berduka dengan meninggalnya 6 adik-adik
> yang sedang ikut kegiatan kepramukaan di Kawah Ratu,
> di kawasan Gunung Salak, Bogor.
> Saya jadi teringat kembali tentang Risk & Safety
> Management yang telah didengungkan oleh WOSM sejak
> satu dekade terakhir dan diadopsi oleh kepanduan di
> Asia-Pasifik (dan juga setahu saya telah mulai
> dikembangkan di Gerakan Pramuka sejak kepengurusan
> Kwarnas dua periode terakhir).
> Mungkin kakak-kakak yang pernah ikut pelatihan ini
> (Kak Hendry dan kakak-kakak dari Jawa Timur?????),
> bisa membagi ilmu/men-share beberapa hal penting.
> Saya hanya mencoba membagi beberapa hal yang saya
> ingat (maaf, belum sempat buka catatan):
>
> 1. Risk & Safety Management adalah prosedur yang
> perlu dipahami dan dijalankan oleh semua pembina
> pramuka dalam melaksanakan semua kegiatan
> kepramukaan. Sekecil apa pun, setiap kegiatan
> kepramukaan mempunyai resiko terjadinya sesuatu yang
> tidak diinginkan.
> Contohnya: kegiatan prakarya menggunting kertas,
> bisa saja ada peserta didik yang jarinya terkena
> gunting. Karena itu harus disiapkan peralatan P3K,
> sehingga pada saat ada hal yang tak diinginkan
> terjadi, dapat segera dilakukan tindakan
> pertolongan.
> Contoh lain: kegiatan kepramukaan di perkotaan
> (urban scouting) misalnya. Saat melakukan
> pengelanaan/hiking, bisa saja ada yang tersesat.
> Jadi, harus disiapkan peta perjalanan, daftar
> telepon yang mudah dihubungi dalam keadaan darurat,
> dan sebagainya.
> Dua contoh itu hanya untuk hal-hal kecil saja.
> Apalagi untuk kegiatan di alam terbuka, seperti
> perkemahan, wide game, atau lintas alam. Tentu perlu
> persiapan yang lebih dari cukup.
>
> 2.Seingat saya yang perlu dipersiapkan adalah:
> a. Sumber daya manusia, siapa penanggung jawab,
> bagaimana mencegah hal yang tidak diinginkan, kalau
> terjadi siapa yang mampu menanggulangi, dan
> sebagainya.
>
> b. Metode dan tata cara kegiatan, sehingga
> meminimalkan kemungkinan terjadinya hal-hal yang tak
> diinginkan.
>
> c. Peralatan pendukung, mulai dari kotak P3K,
> daftar telepon keadaan darurat, dan sebagainya.
>
> Ini sekadar memulai saja, saya tahu kakak-kakak
> dan adik-adik juga banyak yang dapat menambahkan
> mengenai hal ini.
> Terima kasih.
>
> salam,
> Berthold Sinaulan
>
> Randi Triadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> kak ari, handbooknya yang edisi kebrapa?
> saya punya yang edisi 11. mungkin
> kita bisa sama2 ngerjaiin translasinya... tapi kok
> kata saya boy scout
> handbook nya BSA lebih cocok jadi backpack book ya?
> gede gitu.. apa karena
> punya saya edisi hardcover?
> kalo guide gitu, saya juga merekomen SAS survival
> guidebook, tapi gak punya
> linknya.. :(
> randi
>
> On 7/7/07, Ari Wijanarko Adipratomo, A+
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Salam Pramuka
> >
> > Usul kak Randi ini bagus banget, lagipula
> nampaknya Pramuka belum memiliki
> > buku saku yang lengkap materinya bukan? coba deh
> kebanyakan buku saku yang
> > beredar di pasaran isinya mengcover Morse, Tali
> temali, semaphore, de el el,
> > namun lack materials masalah P3K yang dibutuhkan
> untuk menghandle situasi
> > yang agak gawat semisal Heimlich Manuver , First
> Response menghadapi orang
> > yang dapet heart attack, or survival skills bila
> lost in the jungle. Mungkin
> > bila kakak kakak yang jago English ada waktu
> senggang bisa liat situs
> >
>
http://dsc.discovery.com/convergence/survival/guide/basics/introduction/introduction.html
> > untuk mentranslate materi materi survival dasar
> ..siapa tahu berguna bagi
> > adik adiknya. Saya sendiri sedang work on
> translating BSA Handbook ke Bahasa
> > Indonesia. Insya Allah saya coba selesaikan
> sebelum kembali ke tanah air
> > tahun depan. Isi materinya bagus dan menambah
> banyak pengetahuan
> > kok,...namun maaf tidak bisa janji kapan pastinya
> soalnya sedang konsen ke
> > Semester terakhir kuliah disini.
> >
> > Salam Hangat dari Windy City
> > Ari-Chicago
> >
> > Randi Triadi <[EMAIL PROTECTED]
> <randi.hack%40gmail.com>> wrote:
> > regarding all the post lately...
> > yuk sama-sama kita pelajari kembali, apa sih yang
> membuat seorang
> > anak/remaja, pramuka.
> > apa dari apa yang dia lakukan? apa dari apa yang
> tidak ia lakukan? atau
> > dari
> > penampilannya? atau dari buku pedomannya? atau
> dari personifikasinya
> > dengan
> > kwik, kwek, kwak "all time boy scout off the
> world!"*buat saya loh...*?
> > atau
> > dari skill nya? atau dari apanya?
> >
> > terus kalo udah itu, gimana caranya seorang
> anak/remaja itu bisa menjadi
> > seorang pramuka yang ideal* ala kwik,kwek,kwak ?!
> * ? bisa lewat
> > buku/video/game/audiobook/etc ... kita di milis
> pramuka bisa mulai
> > kompilasi
> > dari materi yang kita kumpulin itu. bikin website
> yang menarik untuk
> > target
> > audience gerakan kepramukaan. pilot projectnya
> bisa dengan ngumpulin foto2
> > yang berkaitan dengan kepramukaan di yahoo photo
> album/di sharingfoto.com/
> > di flickr group / atau kita bikin web sendiri juga
> bisa... dari foto2 itu
> > bikin "visual manual for scouting", terus dari
> foto, lanjut ke video
> > collection ala YouTube, tapi berkaitan dengan
> scouting. Indonesia bisa
> > jadi
> > pionir dalam hal ini... bikin video manual.. bisa
> kita jadiin database,
> > terus bisa dijual juga *hayo kalo yang diomongin
> duit biasanya pada
> > langsung
> > semangat**jder**...
> >
> > just a midnight stream of idea,,, CMIW ya...
> > hayo kita mulai?
> > randi
> >
> > On 7/6/07, Hendry Risjawan <[EMAIL PROTECTED]
> <hendryr%40gmail.com>>
> > wrote:
> > >
> > > hahaha.... khan sudah pernah saya katakan bahwa
> Gerakan Pramuka sedang
> > > menghadapi krisis dalam pembentukan kepribadian,
> sikap, watak, yang
> > > sebenarnya ini adalah tujuan utama dr gerakan
> pramuka. dimulai dr
> > pelatih,
> > > pembina lama kelamaan peserta didik akan
> mencontohnya, apalagi usia
> > siaga
> > > &
> > > penggalang yg pikiran mereka masih sangat
> terbuka & sangat mudah merekam
> > > apa
> > > yg terjadi.
> > >
> > > para pelatih & pembina masih kurang dalam
> pengetahuan mengenai
> > komunikasi,
> > > banyak yg tahu komunikasi sebatas percakapan
> antar 2 orang atau lebih tp
> > > setelah saya mempelajari komunikasi lebih dlm lg
> rupanya komunikasi itu
> > > bisa
> > > berbahaya & bisa juga menguntungkan. self talk
> bisa seperti doa, apa yg
> > > kita
> > > mau dgn hy berbicara dgn diri sendiri bisa
> terjadi dgn sgt mudah. belum
> > > lagi
> > > komunikasi yg mauk ke dalam pikiran kita & orang
> lain. saya berikan
> > contoh
> > > ttg saya & istri saya kpd anak saya yg berusia
> 2,5 thn, kami tdk pernah
>
=== message truncated ===
__________________________________________________________
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware
protection.
http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/norton/index.php
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]