Kak Randi, 
Isu nya masih Jambore Dunia jangan dulu dilihkan ke Raimuna Nasional, Pramuka 
Penegak dan Pandega kita sudah biasa dengan pekerjaan semalam, karena sudah 
mendapat pelatihan jadi "Sangkuriang".

Kembali ke masalah Jambore Dunia;
Kwarnas ini sudah berdiri sejak lama, dan bukan baru kali ini mengirimkan 
peserta keluar negeri. dan juga bukan baru kali ini kakak-kakak yang duduk 
disana melakukan perjalanan ke luar negeri.
yang perlu di catat adalah bahwa mengirimkan peserta ke Jambore Dunia ini 
bukanlah mengirimkan perserta Wisata. Namun keikut sertaan peserta ke Jambore 
Dunia merupakan undangan resmi Panitia disana yang tentunya adalah tamu khusus 
United Kingdom.

Kasus tertinggalnya Peserta Jambore Dunia, dan tidak di approvednya Visa 
semestinya tidak perlu terjadi. ini merupakan hal yang sangat memalukan dengan 
dalih apapun kendalanya.

Sekedar berbagi pengalaman di Dunia Travel Agent;
Sepengetahuan saya dalam pengurusan visa akan sangat di permudah apabila pihak 
negara yang bersangkutan (lembaga/perusahaan/organisasi yang resmi) 
mengeluarkan undangan untuk mengirimkan participant, berbeda halnya dengan 
mengurus visa bagi warga negara yang akan melakukan kunjungan wisata atau 
mencari kerja atau studi (dimana mereka harus memiliki penjamin di negara 
tersebut dan minimal deposit dana di rekening sejumlah minimal 200jt).

Dalam dunia mafia travel ada beberapa modus operandi yang di lakukan oleh 
agen-agen nakal;
Mereka menyediakan jasa pengurusan paspor dan visa keluar negeri hanya untuk 
mengumpulkan modal saja tanpa melakukan pemrosesan visa tersebut; bayangkan 
dengan biaya pengurusan pasport sebesar Rp.600rb dan Visa Rp.1-2jt (apalagi 
bila dokumen tidak lengkap mereka biasanya menerbitkan tiket bodong dan 
rekening bank bodong dengan menuliskan saldo ratusan juta rupiah di rekning 
tersebut). yang lebih meyakinkan lagi si agent menggaranti uang kembali apabila 
visa ditolak atau selambat-lambatnya 2 bulan tidak di ada jawaban.apa 
keuntungan si agen tentunya minimal dia bisa menjual tiket kosong, pasport 
aspal, rekening bank bodong, bahkan mengendapnya uang kita disana.  Targetnya 
adalah pencari kerja / dan istilahnya jumping dengan menggunakan visa tour.

Sebagai organisasi besar, Kwarnas mestinya harus berhati-hati memilih agent 
travel, bahkan kalo perlu semua itu diurus langsung oleh Kwarnas kan punya 
bagian Hubungan Luar Negeri (biasanya). pengurusan visa tidak dilakukan oleh 
Travel Agent, bahkan Kwarnas bisa meminta keringanan biaya fiskal yang biasanya 
sejumlah Rp.1.000.000 (kalo tidak berubah/orang). dalam dunia mafia travel saja 
mereka hanya membayar Rp.250.000/pax untuk fiskal karena permainan orang dalam. 
(maaf saya tidak bisa mengungkap hal ini lebih jauh). kalo saja kwarnas dapat 
melobby itu setidaknya mendapat discount pajak perjalan ke luar negeri sebesar 
Rp.200rb saja sudah bisa "untung" berapa Kwarnas.

Perlu diperhatikan, bahwa proses mendapatkan visa memang tidak mudah, apalagi 
saat ini berkaitan dengan issue "teroris" atau pencari kerja liar; biasanya 
para mafia di dunia travel mereka menyalah gunakan surat undangan tadi untuk 
bisa memasukan orang-orang tertentu, dengan matok harga yang lebih tinggi (bisa 
mencapai 15-45jt/visa) bayangkan bila saja surat undangan itu bisa disalah 
gunakan oleh orang-orang tertentu? apalagi Pramuka yang dikirimkan mencapai 
ratusan orang. 

Sekali lagi ini merupakan pelajaran yang sangat berharga, dan tidak harus 
terjadi untuk yang kedua kalinya bagi Kwartir Nasional untuk mengelola 
pengiriman "pasukan pramukanya ke luar negeri".

mudah-mudahan bisa jadi pangalaman.

Oman Zaenurrohman
District Coordinator 

USAID-Local Governance Support Program 
District Calang - Aceh Jaya
Mobile Office 
Hp. +62 812 698 9486











----- Original Message ----
From: Randi Triadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, July 30, 2007 6:55:02 PM
Subject: Re: [Pramuka] Berita Jambore

wah kak evie dapet mail addressnya keren tuh.. buat saya aja gimana :p
dan for the record, gw bukan/.belum jadi anggota dewan kerja* gw tulis
belom soalnya gw masih punya 5 taun sebelom jadi anggota dewasa...

trus "upset"nya juga sebetulnya setengah2, tapi bukan gara-gara jadi
peserta yang belum berangkat.. kalo saya jadi mereka sih saya udah
ngamuk ngamuk di blog saya :D

@masalah VISA, kan harusnya pendaftaran tuh ditutup 4-5 bulan sebelum
acara, jadi bisa di urus administrasinya. .. dan iya, ngurus Visa itu
super duper repot. apalagi kalo di paspor nya belom ada bekasnya...
atau pernah pergi ke daerah "rawan" ... atau emang embassynya aja lagi
sensi :p anyway, masalah ini bisa aja gak kejadian kalo aja panitia
pendaftaran( kwartir nasional(wish bisa daftar langsung nge baypass
kwarnas)) ngasih timeframe dan planning yang jelas... say 12-24 bulan
sebelum event udah jelas biaya, atribut, design badge, plus segala
macemnya sehingga pas tinggal 6-3 bulan sebelom acara udah bisa tenang
siap berangkat...

harusnya nih, yang jamboree 2011 norway*kalo gak salah* harusnya udah
mulai di sosialisasiin ke gudep2 sehingga anak2 penggalang/siaga udah
punya angan2 "gw mesti jadi pramuka yang baik, nabung yang banyak,
punya regu yang baik sampe menang LTV, sehingga gw bisa berangkat ke
Jamboree Dunia!"

@masalah management.. . i wonder why, kenapa di munas yang
kemaren-kemaren gak bikin perubahan gitu ex-dewan kerja kalo emang
merasa ada yang salah... atau karena yang salah gak mau dibetulin...
atau yang salah malah ngeracunin yang gak salah jadi salah?

randi

*eh ya.. berita tentang raimuna nasional 08 kok gak ada juga ya? apa
kabar kah acara itu??? ato gak jadi ya... :D hehehe
**anggota DKN diberangkatin sebagai apa kah? IST kah? bukan staff kontingen kan?
@kak farli... semoga apa kah kah??

On 7/29/07, Evie <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
>
>
>
>
>
>
> Wah, Kak Randi ini kayaknya 'upset' banget ya.
> Jangan-jangan kakak salah satu peserta yang belum berangkat..hehehe
> (sorry.. ;)
>
> BTW...
> Aku sih sudah maklum dengan pramuka kita.
> Seolah sudah jadi rutinitas gitu kalo ada event, mau nasional, apalagi
> internasional, kalo ada term "kontingen" dan "pemberangkatan" , sudah bisa
> dipastikan akan 'knapa-knapa' ...
> Gak peduli yang ngelepas, presiden ato ketua RT,...
> So, it's old news to me...
>
> Aku juga masih bisa maklumi, kenapa masih ada visa yg belum ter'issue'
> sampe
> pada waktu keberangkatan.
> Beda lah dengan berangkat ke Thailand, gak perlu pake visa segala...
> Gak gampang bagi UK embassy memproses over 300 application. Gak ada yg
> didahulukan atau diistimewakan kalo urusan visa. Mau pake biro travel
> 'punya
> nama' ato nggak, visa mah urusannya Embassy.
> Apalagi sekarang UK lagi in 'alert' buat visitors.
> So, kalo gara-gara visa, itu mah mentok! ya tunggu aja sampe visa-nya
> jadi..hehehe
>
> lanjutttt, from my own humble opinion,
> U/ seragam, aku no comment, aku sih suka aja gonta-ganti seragam, sesuai
> sikon dan fashion hehehe..
> U/ barang ketinggalan, kalo ketinggalan dirumah, yg o'on pesertanya. Mau
> 3,4, 100 pieces pun, kalo allowance-nya mengizinkan, why not. Cuma yah itu
> berarti nyusahin diri sendiri..
>
> anyway..
> aku maklum and juga ngerti, 'keresahan' kak Randi ttg management kwartir.
> believe me you, bukan cuma kak Randi yang feeling kayak gitu.
> tanya deh sama kakak-kakak ex-dewan kerja...( unless you yourself was )
> itu juga old news buat mereka..
>
> cheers'
> -evi-
>
> ~ Every country has the government it deserves.~
> (Joseph de Maistre)
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 

-- 
Be Prepared my Friend!
Rendezvous to Destiny!




       
____________________________________________________________________________________
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 
http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke