Salam Pramuka

Saya juga sudah lihat setangan leher baru. Saya juga bahkan diminta 
untuk seperti waktu saya Siaga memakai kacu di atas kerah.Soal

Bicara hak, pengaturan seragam Pramuka memang kewenangan Kwarnas. 
Tapi ... ada tapi ....

Ada persoalan besar di sini bahwa yang sedang inohong di Kwarnas 
lupa bahwa seragam Pramuka adalah alat pendidikan.(Buka buku KMD 
merah)

Artinya apa ? Soal posisi setangan leher saja sebenarnya soal 
identitas. Di seluruh dunia, hampir semua Scouts memakai kacu di 
atas kerah. Yang memakai di bawah kerah adalah Pioner, organisasi 
pemuda komunis. Hal ini yang membuat secara prinsip beberapa orang 
Pembina/Pandu tua keberatan dengan pemakaian kacu di bawah kerah.

Padahal memang dulu peserta kursus Pembina.Aplikasi Pelatih memakai 
kacu di bawah kerah. Alasannnya praktis. Karena kalau di atas kerah 
dengan kursus yang panjang berminggu-minggu maka kacu itu akan mudah 
kotor.

Ternyata beberapa pimpinan kwarnas tertarik karena dianggap lebih 
rapi sehingga kemudian aturan diubah.

(Ref : K Idik Sulaeman, disampaikan di sela-sela Diklat Protokol 
Kwarcab KOta Bandung tahun 1988)

Saya tahu beberapa orang malah bikin seragam tanpa kerah sehingga 
tidak perlu mengalami konflik

====================

Artinya apa ? Jangan gegabah membuat aturan.

Saat saya dilantik sebagai seorang Siaga Mula dulu, almarhum Yanda 
saya menguraikan bahwa setangan leher ini merupakan lambang bendera. 
Pemasangan setangan di leher dikaitkan dengan kewajiban membela 
negara dan tanah air, itu inti yang beliau sampaikan.

Jangan bandingkan dengan sekarang.
Setangan leher main pasang saja.

Buat putri, pita lehernya merupakan potongan vertikal dari Bendera 
Merah Putih. Lebih kongkrit lagi.

Jadi dengan setangan leher gaya baru dengan lambang garuda di 
belakang, saya tidak tahu apa yang mau dicapai oleh Kwarnas.
Setangan leher kan bukan gaya-gaya-an.

==================

Saya berharap agar kesalahan fatal lain tidak terulang, sama ketika 
dengan centilnya tanda pelantikan putri dipindahkan dari atas 
jantung ke kerah baju, tanpa pernah paham kenapa tanda itu dijahit 
tepat di atas jantung.

Slah satu Pelatih Senior Jawa Barat, Kak Ella Seba sampai terakhir 
bertemu masih menyesalkan gaya centil-centilan pakai lencana di 
kerah yang telah merusak dan meniadakan maknanya sama sekali.

=============

Semoga kita masih didengar.

Hendro Prakoso
 




--- In [email protected], "Rahman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Harus demi berangkat ke jambore dunia di Inggris, Kacu/setangan 
leher Pramuka yang selamat ini kita banggakan harus dirubah supaya 
sama dengan kacu/setangan leher pramuka negara lain.
> Tanda2 yang ada di baju juga harus ikut dirubah tanpa ada 
penggodogan dan sosialisasi?
> 
> Apa karena dipilih langsung oleh peserta munas, bisa seenaknya 
membuat kebijakan tanpa mengikuti tata aturan yang telah berlaku 
selama ini?


Kirim email ke