Dear all,

Hati-hati kalau belanja di Carrefour atau hypermart lain.
Kemarin hari minggu tanggal 24 februari jam 17-18 sore saya dan keluarga 
belanja di Carrefour - Kiaracondong - Bandung.
Selesai belanja bayar ke kasir, pas di kasir ada item barang yang harganya 
kebetulan saya ingat karena habis ngomog dengan istri saya.
Tertera di display Rp. 13.900,-  tapi kasir beli 2 barang jadi Rp. 31.000,- .  
Kok kebetulan pas scan harga itu saya lihat langsung saya complaint.
Akhirnya dicek kembali, kasir minta staf carrefour cek, benar harga yang 
tertera Rp. 13.900,- Tetapi di kasir jadi Rp. 15.500, jadi selisih Rp. 1.600,- 
Akhirnya karena kecewa saya batalkan beli barang tersebut.
Selesai bayar, penasaran iseng saya sampling ambil barang yang saya ingat roti 
sobek karena ingat harganya karena ambilnya dengan anak saya yang kecil yang 
suka perhatikan harga kalau mau ambil makanan kesukaannya.
Tertera jelas harganya di bungkus roti harganya Rp. 6.000,-; saya cek ke struk 
belanja harganya Rp. 6.200,-  selisih Rp, 200,-
Kami langsung complaint tapi ya begitulah cuma cengar-cengir gak bisa ngomong 
aja mereka.
Saya langsung bilang ke nyonya sudah jangan pernah belanja ke Carrefour lagi, 
masak kita dibohongi konglomerat.
Mending belanja ke teman-teman pedagang tradisional di pasar Cicadas kalau toh 
lebih mahal anggap saja amal.
Daripada memberi amal ke konglomerat yang serakah

Kebayang ada berapa puluh ribu items barang, kita juga sulit mengontrol karena 
biasanya belanjaan banyak, harga hanya bentuk barecode.
Kemarin kebetulan aja karena saya habis ngomong harganya dengan istri dan anak 
saya nunjukin harga sebelum ambil.
Berapa ribu konsumen "dibohongi" seperti ini dan saya yakin tidak hanya di 
carrefour kejadian ini.
Di hypermart atau supermarket besar yang konsumen biasanya belanja banyak gak 
sempat ngecek seperti ini..

Seharusnya dinas perdagangan yang harus kontrol seperti ini, jangan hanya 
nguber-uber pedagang pasar untuk ditera timbangannya.
Kalau yang sudah kaya raya membohongi masyarakat seperti ini, dan pemerintah 
yang bertugas mengawasi tidak pernah mengawasi terus tugas departemen 
perdagangan dan dinas perdagangan apa cuma narik retribusi perisizinan dan 
nguber-nguber pedagang kecil untuk tera timbangan.
Pedagang besar "lepas" karena bisa memberi upeti ????  (maaf kalau .....)


Salam
Arifien Sutrisno


      ______________________________________________________________________
Search, browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel.
http://sg.travel.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke