Lembaga Litbang kita ke mana ya ?

Banyak Pembina Pramuka, andalan, pelatih dan purna Pramuka yang bisa 
diajak bergabung di sana.

Milis ini saja banyak berwacana, tapi kurang dilirik oleh Kwartir 
Nasional.


Hendro

========================

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka:

INGIN MEMBENTUK SEMACAM SENAT

 

 

            Banyak sekali pekerjaan rumah yang harus diselesaikan 
oleh Gerakan Pramuka terutama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 
sebagai induk organisasi. Hari-hari terus berjalan seakan-akan 
berlalu dengan cepatnya, revitalisasi Gerakan Pramuka yang 
dicanangkan Presiden RI pada bulan Agustus 2006 juga sedang berjalan 
walaupun subtansi dari revitalisasi itu sendiri masih banyak yang 
perlu diperjuangkan dengan baik. Semua harus bekerja keras untuk 
mewujudkan kejayaan Gerakan Pramuka sebagaimana yang dicita-citakan 
oleh pendiri Gerakan Pramuka, yaitu membangun dan menelurkan 
generasi muda Indonesia yang berkarakter dan berwatak.

Persoalan dan pekerjaan rumah yang begitu banyak dihadapi Gerakan 
Pramuka terungkap dalam wawancara ekslusif  dengan Ketua Kwartir 
Nasional Gerakan Pramuka, Prof. DR. dr. H. Azrul Azwar, MPH.  Dalam 
wawancara dengan Ketua Kwarnas yang masa baktinya akan berakhir pada 
akhir tahun 2008 ini mengungkapkan bahwa banyak sekali pekerjaan 
yang harus diselesaikan, seperti mewujudkan Undang Undang Gerakan 
Pramuka sebagaimana yang diamanatkan dalam Munas Gerakan Pramuka 
tahun 2003 yang lalu serta pikran-pikiran saya yang memang masih 
perlu direalisasikan agar Gerakan Pramuka ke depan lebih banyak 
dicintai oleh kaum muda Indonesia.

Gerakan Pramuka sebagai gerakan pendidikan kepanduan perlu adanya 
wadah yang mengurus kurikulum pendidikan. Kalau di dunia kampus ujar 
Ka Kwarnas ada yang kita kenal dengan "Senat, Dewan Guru Besar" yang 
setiap tahunnya bertugas membicarakan kurikulum pendidikan. Dari 
situ saya ingin bentuk semacam Senat, saya catat namanya terserahlah 
nanti, tapi pemikiran-pemikiran seperti itulah yang saya ingin. Kita 
bentuk suatu Dewan entah dewan apa namanya, ya mungkin dewan Pelatih 
tapi menurut saya ini khusus membicarakan bagaimana maju Pramuka 
kalau tidak dirubah tidak ada pembaruan entah metoda entah 
kurikulum, harus ada lembaga yang memikirkan itu. Bohong kiranya 
kita mengaku Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal 
tapi kita tidak melakukan tindakan-tindakan non formal sama sekali 
kearah itu. 

Pelan-pelan kita perlu memperbaiki dan ada dua hal sebenarnya yang 
saya lakukan, yaitu pertama memantapkan eksistensi organisasi, 
organisasi kita makin mantap dengan adanya Undang-Undang Gerakan 
Pramuka, dukungan dananya ada dan kemudian manajemennya bagus, 
sistem informasi komunikasinya bagus, kualitasnya bagus. Kedua 
adalah memantapkan fungsi pendidikan Gerakan Pramuka dengan 
memperbaiki kurikulum, perbaikan metode materi Pembina dan Pelatih.  

Menurut saya, dalam rangka memantapkan organisasi Gerakan Pramuka, 
kita perlu memperbaiki sumber dana yang jelas, dan sumber dana itu 
saya pikir  tidak secara terus menerus tergantung pada pemerintah. 
Jadi disamping berjuang dalam APBN atau APBD kalau di daerah,  juga 
harus ada pendapatan lain, seperti misalnya dari usaha kita sendiri. 
Oleh karena itu saya mengembangkan Buper, mengembangkan TRW dan 
lainnya dengan maksud nantinya dapat menghasilkan dana dan uang 
itulah yang kiranya dapat digunakan untuk mengelola organisasi 
Gerakan Pramuka secara mandiri.

 



Kirim email ke