hallooo... salam kenal semuanya
heheheee... :D seru..! seru..! cihuiyy... ikutan ah.
mo nambah sumbu nech..

Perkenalkan :

Nama : Octavian Bayu Pamungkas
status : mantan anggota DKC KOta Yogyakarta, aktif pada Tahun Bakti
2003-2005.
pernah aktif di Saka di jajaran Kwartir cabang kota yogyakarta, aktif
sejak 1998-2005. DS masa bakti 2002-2003.


wah-wah kalo bicara mengenai "KKN" ada kok tempat yang ga ada
"KKN"nya, 'gitu aja kok repot' --> kata Gus Dur.
saya sarankan daftar aja di Perti saya, dijamin ga ada "KKN" nya,
hahahahahaaa... :)) beneran lho, ga percaya silahkan dicek.wong adanya
 cuma KP, jadi KKN sudah dibasmi kemaren2, heheheee.. :D

serius nech..!
sebagai mantan anggota DKC di cabang tersebut, jadi panas matanya,
baca artikel dibawah ini. apa iya sich, Kwarcab yang udah membesarkan
saya bisa bertindak sedemikian jahatnya? (menurut artikel dibawah).

sejauh saya mengenal kakak2 di Kwartir Cabang KoTa Yogyakarta,
semuanya menilai secara Obyektif kok, baik formal ataupun non formal
kegiatan. itu yang pernah saya rasakan selama hidup di kwartir cabang.

jangan2 kakak yang nulis ini belum mengenal mereka ya? makanya kenalan
dulu, biar tau. kata salah satu "Penggede" kwarcab "kalo tak kenal
maka Ta'aruf" hehehee... :D bner ga kak?

kakak yang nulis artikel ini, kayaknya kakak sendiri juga tidak
menjunjung tinggi Satya dan Darma Pramuka dech, mana ada pramuka
ngajarin kayak gini? nulis seenaknya, tanpa fakta, tanpa bukti jelas,
tanpa nama lagi, huuuuuu.... gitu kok ngaku lebih tau pramuka??
cape' Dech....!
kalo kakak memang kesatria dan lebih tau pramuka, ayo tunjukan siapa
dirimu! datang ke Tim Seleksi, tanya, minta penjelasan perihal masalah
yang kakak lontarkan ini! jangan hanya "gede"in omongan. Sudah "gede"
kan? kalo hanya nulis kayak gini, penggalang tanpa TKU n TKK juga bisa
kalee... siaga bisa juga. saya sepakat kalo ada kakak yang bilang
sodara itu "Pengecut".

jangan2 kakak ini hanya bisa omong "gede", jadi pengen tau sudah
pencapaian TKU belum? TKK? atau ga pencapaian, tapi Beli? emang murah
lho, serius, kalo punya kenalan di kedai tertentu bisa dapat diskon
kok kalo beli banyak. kan asyik tuh, beli murah.

kalo kakak pernah wawancara kakak dari Dewan Kerja Propinsi seperti
yang kakak sampaikan, jadi pengen tau siapa kakak tersebut? silahkan
sebutkan ciri2nya kalo ga mau disebutkan namanya, kan gampang, "gitu
aja kok repot" kata gus dur.
ayo, apa ciri2 kakak itu? saya akan cari, ngomong kok seenaknya sendiri! 

saya sebagai anak yang pernah dibesarkan Kwarcab kota akan mendukung
penuh apapun yang akan dilakukan oleh kakak2 di Kwarcab Kota
Yogyakarta untuk menindak lanjuti masalah ini. kalo perlu "copot"
saja... wakakakaa... :))


M'Hadi : woi apa kabar Den?
Asa : Aza yang kurus itu bukan?


salam untuk semuanya, teriring salam hangat dan senyuman dari saya :)
"Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan"
"keep on scouting"
 Bay'



--- In [email protected], "pramuka_1205" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Nepotisme Menggerogoti Pramuka Kota Yogyakarta
> 
> 
> Yogyakarta, Minggu (KR)– Kebobrokan bangsa ini tidak dikalangan 
> Politisi dan Aparat Pemerintah saja, terjadi Nepotisme bahkan 
> menggerogoti kalangan Kepramukaan yang latar belakang anti politik 
> dan anti partai, malah terjadi tindakan – tindakan yang kelakuannya 
> sama dengan politisi dan partai – partai pada umumnya. Gerakan 
> Pramuka Kwartir Cabang Kota Yogyakarta bulan kemaren mengadakan 
> seleksi RAIMUNA Nasional, RAIMUNA sendiri adalah Ajang Pesta 
> bertemunya Pramuka Penegak&Pandega se-Indonesia, yang akan 
> diselenggarakan di Cibubur 27 juni – 7 Juli 2008, di Kwartir Cabang 
> Kota sendiri Gerakan Pramuka sangat maju,itu dibuktikan dengan 
> banyaknya anggota pramuka yang antusias ikut seleksi tersebut, 
> Pramuka Penegak adalah siswa-siswi dari SMU/SMK sederajat, sedangkan 
> Pandega dari kalangan Perguruan Tinggi di Yogyakara.Seleksi itu 
> sendiri di ikuti kurang lebih 10 SMU/SMK sederajat dan 5 Perguruan 
> Tinggi Negeri maupun Swasta,seleksi diadakan dalam 3 tahapan, seleksi 
> tertulis, seleksi wawancara dan seleksi lapangan.
>       Kejanggalan – kejanggalan terlihat di proses seleksi tahap II 
> atau seleksi wawancara, karena proses itu sangat menentukan para 
> peserta lolos tahap selanjutnya karena kemungkinan besar bisa 
> berangkat dalam acara tersebut (RAIMUNA rec) adalah ditahap II, 
> Peserta Pandega yang lolos ke Tahap II adalah utusan dari: UGM, 
> ISTA,UAD,UMY,UNY dan dari SMU/SMK lainnya, Penyeleksi Peserta adalah 
> dari UGM, UAD, STPMD, dan dari SMK, jadi otomatis utusan dari UGM, 
> dan UNY pastinya lolos seleksi II,meskipun kemampuan dan pengalaman 
> sangat kurang sekali. Menurut pendapat Andalan Yogyakarta yang g mau 
> disebut namanya mengatakan "Saya sangat kecewa sekali dengan Panitia 
> penyeleksi RAIMUNA, kenapa kok gak bersikap netral atau profesional 
> sich, masak peserta yang sudah diakui kemampuannya oleh Andalan gak 
> lolos, secara tidak langsung kan meragukan Andalan juga kan itu!". 
> Beliau menambahkan, "Dimana jiwa Trisatya dan Dasa Darmanya selama 
> ini?Digadaikan kemana?"
> Anggota Dewan Kerja Propinsi saat ditemui disela-sela kesibukan 
> mengajar Pramuka di sebuah SMP daerah Sleman, sangat menyesalkan 
> keputusan yang diambil oleh Panitia seleksi RAIMUNA, "Saya tau 
> kemampuan semua peserta seleksi RAIMUNA tersebut, kenapa kok yang 
> lolos seleksi Pramuka yang kemampuan di kepramukaannya lemah, 
> sedangkan yang kemampuannya tidak diragukan lagi malah tidak lolos, 
> apa sich maksudnya Panitia?." Memang Anggota Dewan Kerja tersebut 
> adalah salah satu Pramuka Teladan yang dimiliki Kwarcab Yogyakarta, 
> dia juga menambahkan, "Apa mentang2 satu pangkalan trus bisa lolo 
> begitu aja?apa jangan2 malu kalo utusan pangkalanya tidak lolos?
> Memang sangat ironis, disaat para pemuda, mahasiswa memerangi KKN, 
> malah organisasi kepemudaan menerapkan KKN didalam tubuhnya sendiri, 
> apa ini menerangkan bahwa kebobrokan bangsa ini sudah sampai pemuda 
> dan anak2kah penyakit KKN merasuki bangsa Indonesia ini yang terlahir 
> dari Kepanduan, Kepramukaan salah satunya. Ini adalah pertanyaan 
> besar yang harus menjadi Pekerjaan Rumah oleh Kepramukaan dan para 
> pemuda – pemudi bangsa ini.(mot)
>


Kirim email ke